Catatan Kenangan

Dari Tok, untuk Ning
Kau tahu, aku tak pandai berpuisi. Waktu memang berlalu, tapi kata-kataku masih sama: Kau yang pertama dan terbaik.

Dari Ning, untuk Mas Tok
Menunggumu adalah perjalanan dari purnama ke purnama;
mengikatkan hati pada kenangan yang terlukis di tepian hutan jati, dengan bulan di balik bayang-bayang dedaunan.
Kenangan kita menjadi pegangan.
Dirimu tak pernah usang.

Terima kasih untuk segala kenangan. Kapan kita melukis kenangan lagi?

Sayap Doa

Kau tahu bagaimana sayap doa bekerja?
Dia terentang, menembus ruang dan waktu.
Melintas pulau dan laut.
Lalu mendekapmu dengan kepaknya yang lembut dan halus.

Dia akan melayang masuk perlahan
melewati lubang angin kamarmu
dan menyelimutimu dengan kehangatan
yang terasa hingga lubuk hati.

 

Jakarta, pada suatu petang…