Pilih-pilih Buku

“Bingung mau pilih buku yang mana,” ujar seorang temanku saat kuberitahu bahwa ada diskon buku. Kalau sedang ada diskon, memilih buku mana yang harus dibeli memang kadang bingung juga. Apalagi kalau semuanya (tampak) bagus, jadi ingin memborong. Padahal kalau keinginan itu dituruti, bisa miskin mendadak deh.

Senin lalu aku ke Gramedia. Setelah mendapat informasi dari milis bahwa GPU ulang tahun dan buku-bukunya didiskon 20% sampai tanggal 31 Maret 2011, aku jadi tertarik ke toko Gramedia. Memanfaatkan program diskon, nih ceritanya. Lumayan kan 20%, bisa buat ganti ongkos angkot hehe. Selama di Jakarta aku memang berdiet membeli buku. Di sini kan hanya kadang-kadang saja ada program diskon. Dulu waktu di Jogja, aku mengandalkan toko buku diskon: Toga Mas dan Social Agency. Jadi, cek-cek buku baru atau buku yang ingin kubeli di Gramedia, setelah itu belinya di toko buku diskon. Atau kalau tidak, sekarang sih memantau beberapa buku yang kuinginkan, nanti waktu pulang ke Jogja, memborong deh! Tetapi tidak selalu seperti itu. Kadang kalau pengen banget, ya langsung beli. Atau nitip beli sama teman yang bisa dapat harga miring. Atau menunggu pameran buku, yang biasanya akan memberikan diskon (walaupun tidak terlalu banyak) kepada konsumen. Yah, bisa-bisanya aja deh untuk mendapatkan harga diskon.

Belakangan ini aku hanya kadang-kadang saja ke toko buku. Sebenarnya ke toko buku merupakan “hiburan”, tetapi seringnya jadi merasa merana karena jadi pengen beli ini dan itu. Maka biasanya aku hanya memantau informasi, dan kalau ada diskon lumayan, baru deh ke toko buku. Kalau tidak, tahan dulu. Toh buku tidak langsung menghilang di pasaran dalam hitungan minggu, kan? 😀 Dan rasa-rasanya aku selama ini selalu bisa mendapatkan buku yang kuinginkan walaupun sudah agak lama dari waktu terbitnya.

Oya, balik pada kebingungan memilih buku. Aku kadang-kadang juga bingung mau membeli buku yang mana. Aku bukan orang yang melihat cover buku, langsung tertarik untuk membeli. Ada beberapa hal yang kujadikan patokan dalam memilih buku. Yang pertama sih, aku melihat pengarangnya. Kalau beberapa karya pengarang tersebut sudah kukenal, biasanya aku akan dengan mudah mencomot buku tersebut.

Yang kedua adalah penerbit. Entah kenapa aku cenderung membeli buku dari beberapa penerbit tertentu yang sudah kukenal. Dulu aku pernah membeli buku dari penerbit X. Penerbit ini cukup besar (sebesar apa, aku tak tahu, tetapi namanya sudah cukup akrab) dan kebetulan ada buku (novel terjemahan) yang kutaksir diterbitkan oleh penerbit ini. Langsung kubeli deh. Waktu kubaca, aku langsung hilang nafsu. Kenapa? Banyak salah ketik dan terjemahannya masih kaku. Aku jadi bertanya-tanya, buku ini sempat diedit apa tidak ya? Sejak saat itu, aku jadi malas membeli buku dari penerbit itu lagi. Apalagi sekarang dengan adanya e-book gratis, mengunduh buku adalah salah satu alternatif untuk mendapatkannya. Tak perlu beli :D. Lebih baik menabung untuk membeli e-book reader, supaya membaca e-book lebih menyenangkan.

Selain dua hal di atas, aku tentu mempertimbangkan tema dan harga. Dua hal ini mau tak mau jadi pertimbangan. Kadang aku juga mempertimbangkan ulasan beberapa orang tentang buku tersebut. Ulasan itu bisa didapat baik dari media cetak maupun dari Internet (milis, blog, notes di FB, dll). Ulasan dari orang terpercaya dan dipaparkan dengan jujur (tidak cuma promosi), biasanya sangat kupertimbangkan.

Nah, kalau kamu, membeli buku dengan pertimbangan apa? 🙂

 

N.B Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mempromosikan toko buku atau penerbit tertentu.

 

Advertisements