Apakah Kamu Sulit Tidur?

Tadi siang salah seorang teman bertanya di grup, “Adakah yang tahu obat yang bisa membantu kita untuk deep sleep (tidur nyenyak)?” Ia mengeluh suaminya sulit tidur karena banyak pikiran.

Pertanyaan itu mendapat beberapa jawaban. Ada yang bilang minum CTM saja. Ada yang bilang pakai obat tidur yang dijual bebas di pasaran. Googling saja mereknya.

Salah seorang teman menjawab, dia tidak bisa menyarankan apa pun karena dia tidak pernah mengalami hal itu. Dia mudah sekali tidur. Ia bisa langsung tidur nyenyak meskipun sedang ada masalah.

Aku sendiri 50:50. Kadang susah tidur, tapi tidak sampai tidak bisa tidur sama sekali. Kalau sudah capek banget, ya tidur. Kalau sedang gelisah atau banyak pikiran, kadang aku beberapa kali terbangun pada tengah malam. Aku hanya jarang bisa tidur siang. Kalau mengantuk dan capek sekali, baru tidur siang. Tapi umumnya aku tidak tidur siang. Sempat timbul rasa bersalah dalam hatiku kalau tidur siang. Mestinya aku bisa mengerjakan ini dan itu, tapi kalau tidur siang kan hanya tidur doang.

Tidur doang?

Aku lalu mencoba mencari tahu kenapa kita perlu tidur. Apa iya kita memang butuh tidur cukup lama? Dengan googling, aku menemukan banyak jawaban yang lengkap. Ketika kita tidur terjadi penguatan ingatan. Pada saat kita dalam kondisi bangun, otak kita menyerap banyak sekali informasi. Nah, ketika tidur, fakta dan pengalaman yang didapat selama kita bangun diproses dan disimpan. Semua informasi dikelompokkan dalam ingatan jangka pendek dan jangka panjang. Proses itu disebut konsolidasi. Biasanya setelah bangun tidur, orang cenderung bisa mengingat lebih baik.

Tubuh kita sendiri membutuhkan tidur untuk proses perbaikan dan peremajaan, perbaikan otot, perbaikan jaringan, dan memadukan serta menyelaraskan hormon.

Orang dewasa membutuhkan waktu tidur selama 7-9 jam. Lama ya? Jadi, kalau kita mau bangun jam 5 pagi, sebaiknya kita tidur maksimal pukul 22.00. Pas tujuh jam. Atau malah pukul 8 sudah siap selimutan.

Aku rata-rata tidur jam 23.00. Bangun jam 6 atau 7. Tapi kadang jam 5 sudah kebangun. Anggaplah sudah pas waktu tidurku. Sayang aku kadang terbangun tengah malam.

Bagaimana kalau kurang tidur? Sayangnya kita tidak bisa menyaur utang tidur. Kalau sudah kurang, ya kurang saja. Nggak bisa dibayar. Mestinya sih tubuh kita protes ya. Kita mungkin merasa tidak butuh tidur. Maunya mengerjakan ini, itu. Pergi ke sana, ke sini. Tapi rupanya tubuh kita sangat-sangat membutuhkan tidur. Kalau kurang tidur, imunitas tubuh dan daya ingat kita menurun. Kurang tidur juga membuat berat badan kita naik. Hanya itu? Tidak, dong. Orang yang kurang tidur sangat berisiko terkena diabetes. Aku sendiri merasa nggregesi kalau kurang tidur. Selain itu memang rasa-rasanya aku jadi lebih mudah gemuk kalau sering begadang.

Tapi, kalau kita susah tidur, bagaimana dong? Aku pernah mengalaminya. Dan itu tidak enak banget. Tengah malam, saat semua orang tidur, aku malah kelop-kelop dan tidak mengantuk sama sekali. Badan capek, tapi mata tidak mau merem. Satu-satunya cara yang sering kupakai untuk mengatasi hal itu adalah dengan mengatur napas. Slow breathing. Tarik napas 4 hitungan, lalu keluarkan 6 hitungan. Usaha itu cukup manjur buatku.

Nah, kalau tidak bisa tidur, apa yang kamu lakukan?

Bahan bacaan:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s