Rindu yang Menderu-deru

Ning
Keberangkatanmu kembali ke kota tempat tugasmu meninggalkan sebuah lubang rindu seperti yang sudah-sudah. Aku tak tahu lagi kapan bisa kembali bertemu denganmu.

Ya, mencintaimu itu berarti memendam rindu. Membendung gelombang rindu yang menderu-deru.
Apakah kamu juga rindu?

Tok
Tentu saja aku rindu, Dik.
Rasa sengkring-sengkringnya masih terasa.

Baik-baik di sana, ya Dik Ning. Jaga kesehatan. Akan kureka-reka rencana untuk berjumpa kelak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s