Kopdar (Pertama) di Jogja

Seperti yang sudah kuceritakan sebelumnya, aku janjian dengan Septarius (Ata), sang mbaurekso Caty’s House (iya, kan Bu Tuti?) akan ke sana pada hari Senin tanggal 19 Desember. Janjinya, aku dan suamiku akan ke sana pukul 11. Oke, jadi aku masih ada waktu untuk ke bank paginya.

Pagi aku berangkat dari rumah ke bank sekitar pukul 09.00. Belum sampai di perempatan Condong Catur (dari arah utara, dekat terminal) jalanan maceeeet! Astaga! Ini seperti bukan Jogja yang kukenal. Aku mencoba lewat jalan kecil, tapi percuma. Semua jalur penuh dengan kendaraan. Ada apa ini? Apakah ada kecelakaan? Dan ternyata ini cuma macet karena banyaknya kendaraan. Duh biyung! Macetnya Jakarta jangan sampai pindah ke Jogja dong!

Akhirnya aku sampai ke bank juga di daerah Gejayan. Setelah mengurus ini itu, aku lalu mampir ke toko Merah. Ini toko andalanku kalau mau cari alat tulis. Harganya bagus dan barang-barangnya lengkap. Ukuran lengkap ini bagiku lo, ya. Kan yang aku cari paling kertas, buku tulis, alat tulis, atau tempat pensil. Sekeluarnya dari toko Merah, ternyata sudah hampir pukul 10.30. Wah, padahal aku mesti belanja sabun. Keburu nggak ya kalau mau ke Caty’s House pukul 11.00? Aku berniat sms Ata kalau sepertinya akan terlambat. Tapi ya ampun, aku lupa bawa hp! Suamiku yang bawa hp, tapi dia kan tidak menyimpan no hpnya Ata. Ya sudahlah. Semoga telat tak apa. Sementara itu aku mesti ke toko lain untuk mencari sabun serta beberapa kebutuhan rumah. Belanja selesai, aku langsung pulang.

Sampai rumah sudah pukul 11.30-an. Wah, benar kan telat janjiannya. Tapi untunglah pas aku lihat hp, ada sms dari Ata yang mengatakan supaya aku datang pas jam makan siang saja, sekitar pukul 12. Oke deh. Jadi, aku bisa duduk-duduk di rumah sebentar.

Pukul 11.50 aku berangkat dari rumah dengan suamiku ke Caty’s House. Tak lama aku pun sampai. Caty’s House ini mudah dicari. Ancer-ancernya Jakal km 9, sebelum lampu merah Gandok yang kalau ke kiri ke Merapi View, ada persewaan game online: Nol. Nah, sampingnya ada perumahan. Masuk situ deh. Caty’s House sudah kelihatan kok dari jalan raya. Aku lupa mencatat alamatnya, yang kuingat hanya nomornya A-3. Tapi bagi yang mencarinya, tak usah khawatir karena ada satpam di depan kompleks yang kurasa pasti tahu guest house punya Bu Tuti ini.

Aku langsung bisa mengenali Caty’s House–karena sudah sering lihat fotonya di blognya Bu Tutinonka. Dan pas kami mengebel rumahnya, Bu Tuti langsung keluar.

Kami masuk ke ruang tamunya yang rapi. Ata sudah menyiapkan empat gelas es. Slruuup … cocok untuk siang yang panas. Kata Bu Tuti, es itu sudah dinamai Uda Vizon, Es Blogroll.๐Ÿ˜€ Ada-ada idenya. Rasanya? Enak dong. Bahkan saking enaknya, aku lupa memotretnya. Kalau menurut feelingku, es ini mirip es soda gembira, tapi oleh Ata diberi campuran buah. Jadi makin segar saja rasanya.

Tak lama Bu Tuti mengajak kami makan siang. Rupanya Ata sudah menyiapkan nasi goreng buat kami. Memang jamnya pas. Pas lapar, jadi tawaran makan siang pun jadi pas.๐Ÿ˜€

nasi goreng plus-plus

Sambil menikmati sajian di Caty’s House, kami mengobrol. Yang aku ingat, bahan obrolan kami adalah soal pemilihan walikota Jogja beberapa waktu yang lalu. Lalu juga aku cerita soal kemacetan yang kualami pagi tadi. Memang Jogja semakin padat sekarang. Susahnya di Jogja ini, kendaraan umumnya sangat kurang dan tampaknya memang kurang diminati. Masyarakat masih suka naik kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil. (Aku sendiri kalau di Jogja ke mana-mana naik sepeda motor karena sama sekali tidak ada kendaraan umum yang lewat dekat rumahku. Dulu sih ada, tapi sudah lama sekali tidak beroperasi.) Hal seperti ini semestinya tidak boleh dibiarkan. Ruas jalanan tidak akan cukup menampung kendaraan umum kan? Sementara itu, orang semakin banyak dan semakin mudah membeli kendaraan pribadi. Kalau dibiarkan Jogja bisa saingan macetnya dengan Jakarta sekarang. Hiii, serem! Semoga pemimpin yang sekarang terpilih juga memikirkan soal kendaraan umum.

Perbincangan lainnya adalah soal Caty’s House itu sendiri. Walaupun terbilang baru, Caty’s House ini sudah cukup ramai loh. Bahkan untuk libur Natal dan tahun baru ini, sudah dibooking. Setiap hari sudah nolak-nolak tamu. Kurasa ini pasti juga karena guest house ini lokasinya cukup mudah dijangkau, harganya standar, dan nyaman. Guest house ini cocok kalau untuk keluarga atau kalau kita mau menginap bersama teman-teman. Bisa ramai-ramai.

Menjelang pukul 14.30 kami pamit. Bu Tuti mesti beli pulsa listrik pra bayar. Oya sebelumnya aku sempat lihat-lihat Caty’s House sampai ke atas dan mengintip kamar yang ada di bawah. Nyaman tampaknya. Kalau blogger Jepang, Mbak Imelda, kapan-kapan mau ke Jogja tampaknya cocok tuh. Bisa untuk kopdar dengan banyak orang dan bisa menginap pula. Naaah … jadi kapan kopdarnya?๐Ÿ™‚

Oiya, foto dulu sebelum pulang.๐Ÿ™‚

foto dulu sebelum pulang

10 thoughts on “Kopdar (Pertama) di Jogja

  1. Setelah diliput Trans TV sepertinya Caty’s House semakin maju. Alhamdulillah, turut bangga dan bahagia. Semoga suatu saat nanti bisa singgah di sana. Amin.

    Ya, memang semakin maju tampaknya. Semakin banyak yang tahu dan kenal Caty’s House.

  2. Oh tempatnya di utara tho? Cocok banget karena aku lebih banyak beraktivitas di Jogja bagian utara kalau pas mudik. Bole tahu ga, di Cathy’s House ada tempat tidur bayi?

    Iya, di Jakal Don. Sekitar km 9. Kemarin sih pas ke sana, nggak kulihat tempat tidur bayi. Mungkin bisa tanya langsung sama Septarius atau Bu Tuti.

  3. 2011 beberapa kali ke Jogja, koq ya gak pernah bisa mampir ke Cathy’s House yaaa..

    Btw header-nya baru ya mbak? Seger di mata.
    Bagus ih

    Besok kapan-kapan sempatkan ke Caty’s House ya, Eka. Siapa tahu bisa sekalian kopdar dengan banyak blogger๐Ÿ˜‰

  4. Jadi kopdar akbar summer 2012 di Jogja? hehehe
    Ngga bisa deh kayaknya Kris soalnya pas puasa dan lebaran
    someday kita bikin di Jogja ya

    BTW Toko Merah..aku takjub dengan toko tradisional nan lengkap ini. grosiran hahaha
    Inget waktu belanja untuk anak-anak Kweni di situ.

    Toko Merah itu dulu kecil sekali Mbak. Zaman kakakku SMA sudah ada tuh. Sekarang mereka punya beberapa cabang di Jogja. Besar-besar lagi tokonya. Ya, ditunggu kopdar di Jogja, Mbak.๐Ÿ™‚ Semoga bisa ikutan hehe.

  5. Perlu dicatat nih nama toko merah….keponakanku tinggal dan bekerja di Yogya.
    Mungkin kalau Imel ke Indonesia, kita siapkan kopdar di Yogya ya….hmm mudah2an waktunya cocok, sehingga saya bisa ikutan.

    Memang sebaiknya kendaraan umum yang dibenahi oleh pemerintah, jadi orang hanya menggunakan kendaraan pribadi waktu tertentu aja.

    Kalau keponakan Bu Enny kerja di Jogja, pasti tahu Toko Merah deh.๐Ÿ™‚ Semoga kapan-kapan bisa kopdar di Jogja rame-rame…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s