Antara Ingin dan Harus

Sungguh, aku merasa waktu cepat sekali berjalan. Rasanya baru kemarin Senin, sekarang sudah Sabtu.

Beberapa waktu lalu aku melayat ibunya kawanku. Ibu itu meninggal pada usia 65 tahun. Menurutku belum terlalu tua. Tapi orang meninggal tidak tergantung tua atau muda, kan? Kalau waktunya sudah habis, ya habis. Saatnya pulang. Saat melayat itu aku teringat hal-hal belum selesai yang harus kukerjakan: editan, terjemahan, tulisan, cucian, baju yang mesti disetrika…. Jujur saja aku sering bosan melakukan “keharusan-keharusan” itu. Kalau boleh memilih, aku ingin mengalokasikan waktuku untuk mencoba resep baru, jalan-jalan, membuat kerajinan tangan, baca novel. Tapi entah kenapa kadang aku merasa yang “harus” kukerjakan banyak sekali.

Melayat ibu kawanku membuatku ingat bahwa manusia punya batas usia. Waktunya terbatas. Hmm… ya, aku tahu itu. Tapi tahu dan benar-benar sadar adalah hal yang berbeda. Kemarin itu rasanya aku seperti dihadapkan pada kenyataan itu—kenyataan yang membuatku tertegun. Seperti hal baru yang mengejutkan. Padahal kan mestinya aku sadar akan hal itu dari dulu kan?

Aku mudah terbuai dengan pemikiran: Besok bisa diubah lagi; besok bisa dilakukan lagi; besok bisa ketemu lagi… dan semacamnya. Padahal siapa yang tahu jika saat ini adalah kesempatan terakhir? Aku jadi ngeri sendiri.

Hari-hari ini aku merenungkan hal-hal yang ingin aku lakukan dan yang harus aku lakukan. Ya, tidak semua keinginan harus dituruti. Tapi jika keharusan membuat hidup perlahan-lahan kering, bagaimana dong? Tentunya kelak aku tidak ingin mati “penasaran” karena tidak melakukan hal-hal yang kuinginkan. Lagi pula, keinginanku tidak semua buruk.

Tapi pagi ini aku terbangun dan mesti membereskan hal yang harus kubereskan sendiri.

Kupikir-pikir, hidup ini mesti dijalani dengan benar-benar hidup. Nanti siang sepertinya aku mesti menyempatkan diri mencoba resep baru🙂

3 thoughts on “Antara Ingin dan Harus

  1. Ayooo lakukan yang menarik…

    Yang sering jadi panutanku jika lagi tak semangat adalah:
    Kenapa ya ibu menteri itu pinter, sibuk, nggak kenal lelah…..
    Dan ternyata, semakin kita sibuk, kita malah bisa mengatur waktu sampai detail…tapi kalau tak terlalu sibuk, malah berikir, ahh…masih ada waktu.

    Jadi, ayoo buat list untuk memandu arahmu, walau itu cuma sekedar arah….supaya nggak stres. Rumahku ada tempelan kertas dimana-mana….hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s