Ke Mana Perginya?

Aku sudah cukup lama sebenarnya tidak menengok blogku. Kenapa? Ke mana perginya diriku? Ada deh. Terlalu panjang untuk diceritakan dan rasanya tidak penting-penting amat alasannya. Kalaupun aku posting, biasanya aku “titip” suamiku untuk memasangnya di blog ini hihihi. Entah mengapa rasanya waktu begitu cepat dan aku seperti tak bisa meluangkan waktu sebentar untuk berpanjang-panjang mengisi blog. Boro-boro blogwalking, menyambangi blogku sendiri saja hampir tak pernah. (Duh, sibuk amat sih Neng?) Tapi ya gitu deh, pokoknya tak bisa saja mampir ke sini.

Dan kini aku terheran-heran ketika sudah sampai bulan Desember. Loh, kok ujug-ujug sudah sampai akhir tahun? Kulihat tabungan tulisanku di sini masih sedikit. Yah, ke mana aja sih aku? Sewaktu aku “menghilang” tempo hari, aku kadang menulis, tapi biasanya tak pernah selesai.😦

Aku tak tahu apakah tahun depan aku bisa lebih banyak menulis untuk blog ini apa tidak. Semoga masih bisa. Dan semoga tak banyak waktu yang terbuang seperti sebelum ini. Semoga…

 

12 thoughts on “Ke Mana Perginya?

  1. Berarti makin sibuk di dunia nyata kan Kris?
    Itu tanda yang baik..bagaimanapun, pendapatan kita berasal dari dunia nyata…namun dunia maya perlu untuk keseimbangan hidup.
    Saya juga jarang BW..akhirnya harus memilih blogwalking ke teman tertentu….yang jelas, yang memberi komentar di blogku, karena kan langsung di klik balik.

  2. dunia maya…dunia nyata…hehe…tulisanmu selalu ditunggu mbak…aku nih yg sok sibuk, eh malah nonggo ke mana-mana…yg rutin ya blog yang udah ngelink sm blog aku, spt blognya mb imelda dan mb kris, pasti aku tengokin…mampir ke blogku ya mb, pokoknya temanya Natal sepanjang bulan Desember…hehe

  3. hehehe..sama Kris…tapi kupikir-pikir tidak ada waktu yang terbuang kok…
    Kadang waktu menghilang karena main di tempat tetangga (tapi kan tetap semakin kaya toh?! Kaya kisah dan inspirasi…endapkan saja dulu)
    Kadang waktu habis karena sibuk dengan dunia nyata (tapi kan memang kita hidup di dunia nyata, iya nggak sih?!)
    Kadang waktu menipis karena kita tertidur (tapi kita juga butuh istirahat, Tuhan saja menggunakan hari ke 7 untuk istirahat)
    Sepertinya waktu tidak pernah terbuang…ia digunakan sesuai dengan kepentinganNya…dan selama masih dalam koridorNya maka waktu kita akan selalu dicukupkanNya. (hehehe…masih belajar seimbang juga nih…hahaha….teorinya lulus dulu, praktek masih harus ujian ulang…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s