Berburu Vaksin

Awal-awal ada berita soal vaksin covid-19, aku sudah cukup antusias. Aku mau divaksin! Aku sudah capek hidup dalam kecemasan bakal amprokan sama mbak corona dan akibatnya yang mengerikan. Memang ada kekhawatiran juga vaksin itu akan berdampak tidak menyenangkan pada tubuh. Tapi setelah aku membaca beberapa artikel, aku pikir kekhawatiranku itu bisa diminimalkan.

Aku pun menunggu-nunggu kapan vaksin covid-19 mulai disebar ke masyarakat. Ketika kelompok lansia dan golongan pekerja khusus (guru, pemuka agama, dll.) mulai dapat vaksin, aku semakin tidak sabar. Di kampungku sendiri, vaksinasi kelompok lansia dikoordinir oleh kader PKK. Baguslah, pikirku. Soalnya kalau membayangkan simbah-simbah itu mesti mengisi formulir online atau mesti mendaftar sendiri ke RS, rasanya kasihan juga, ya. Bagi yang punya anak cucu dan melek internet, urusan formulir online tidak masalah. Tapi bagi yang buta internet, urusan vaksin bisa jadi gagal karena masalah pendaftaran lewat internet tersebut. Untungnya para kader PKK bisa mengoordinir simbah-simbah untuk vaksin bersama.

Kupikir setelah kelompok lansia dikoordinir untuk menerima vaksin, pengurus wilayah (RT/RW/Dukuh) akan segera mengurus penerima vaksin golongan usia berikutnya. Namun, rupanya harapan tinggal harapan. Sepertinya pemangku kebijakan dari pusat pun tidak memberikan perintah agar urusan vaksin itu dikoordinir sampai wilayah terkecil. Jadi, diadakanlah vaksinasi massal di beberapa titik, selain di beberapa RS tertentu.

Singkat cerita, vaksin covid-19 harus diburu sendiri-sendiri. Aku sendiri berpikir akan mendaftar ke RS terdekat. Tapi rupanya ada teman yang berbaik hati mendaftarkan aku. Aku nebeng komunitas gereja. Hampir saja aku gagal vaksin karena beberapa hari sebelumnya, temanku mengabari bahwa ia positif covid. Waduh! Padahal selang 2 hari sebelumnya aku baru ketemu dia, ke rumahnya, sempat ngobrol-ngobrol juga. Kabar bahwa temanku itu positif kuterima ketika aku agak pilek. Berbagai pikiran muncul. Jangan-jangan … jangan-jangan … Mesti isoman dong?

Aku pun segera tes untuk mengecek diriku sendiri. Untungnya aku negatif. Legaaaa banget. Aku kemudian menambah jam tidur, makan yang banyak, menambah asupan vitamin dan buah. Dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, aku tidak pilek lagi dan saat hari H vaksin, aku lebih fit.

Apakah setelah aku vaksin, selesai begitu saja? Tentu tidak. Beberapa orang di rumah belum vaksin dan kami pun lanjut berburu vaksin. Ternyata tidak semudah itu mendaftar untuk vaksin. Ketika mau daftar ke RS, mesti antri dan dapatnya masih lama sekali. Daftar bulan ini, dapatnya bisa sebulan atau dua bulan lagi. Kelamaan, Bro! Ketika dapat info ada vaksinasi massal dan ada link atau nomor kontaknya, tidak serta-merta bisa dikontak. Tapi akhirnya aku dapat info dari teman bahwa kalau mau vaksin di PKU kota, bisa daftar H-1, asal mau datang pagi-pagi sekali. Subuh sudah sampai sana. Benar juga, setelah antri ambil nomor jam 4 pagi, dapat deh nomor untuk vaksin besoknya.

Nah, seluruh orang di rumah sudah vaksin.
Sudah selesai?
Oh, belum.

Ada satu temanku yang kesulitan mendapatkan vaksin. Dia sudah berusaha mencari ke RS terdekat, tapi pendaftaran sudah penuh. Orang yang mau vaksin ternyata banyak sekali. Waktu kuberi tahu bisa mendaftar ke PKU asal datang subuh-subuh, dia tidak berani keluar rumah sepagi itu. Hm, ya … maklum sih. Memang butuh keberanian untuk menyusuri jalan saat hari masih gelap.

Aku kemudian menawarkan diri mencarikan vaksin. Awalnya memang mau ke PKU, tapi ada teman yang berbaik hati memberikan slot vaksinnya (karena dia sendiri sudah dapat dari teman yang lain).

Hari ini aku cukup lega orang-orang terdekat dan teman-temanku banyak yang sudah vaksin. Semoga segera terbentu herd immunity. Semoga pandemi bisa segera dikendalikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s