Masak Spageti Yuuuk …

Dulu waktu aku belum menikah dan tinggal berdua saja dengan kakakku, memasak adalah urusan berdua. Jadi, aku dan kakakku sama-sama bisa memasak. Yaaa, nggak jago-jago amat sih. Masak menu sehari-hari saja, yang gampang-gampang. Masak sup, aneka tumis, sayur bening, orak-arik telur dan wortel, sayur asem. Pokoknya yang gampang dan nggak ribet. Namanya juga anak perantauan, jadi maunya yang simpel. Tapi memang selera kakakku dan aku sedikit beda sih. Dia suka masakan bersantan, aku kurang suka. Dia suka pedas, aku kurang suka. Tapi nggak terlalu masalah sih. Nah karena berdua bisa masak ala kadarnya begitu, jadi masaknya bisa gantian. Hal ini paling terasa membantu saat salah satu dari kami sakit. Jadi, yang sakit bisa dimasakin.

Waktu aku menikah, acara masak gantian ini berubah. Suamiku tidak bisa masak. Jadi, ya dia mesti belajar. Yang ngajari? Aku. Haha. Padahal aku masak ya cuma bisa-bisaan. Dan aku bukan guru yang baik, karena nggak sabar sama muridnya. 😀 😀 Cara yang paling sederhana untuk mengajari masak adalah dengan memintanya membantuku saat memasak. Jadi kan tahu tuh seberapa banyak bawang putih yang dipakai, garamnya seberapa, pakai kecap atau enggak. Ya gitu deh. Tapi kadang tidak selamanya dia bisa ikut masak sih. Soalnya dia kan lebih banyak di luar rumah. Pas libur saja bisanya.

Tapi dia sebenarnya murid yang suka berinisiatif. Maunya belajar sendiri! Lalu masak apa dong?

Ceritanya, beberapa waktu yang lalu kami suka makan spageti. Lalu pengin masak sendiri. Sekarang kan banyak tuh bumbu spageti yang sudah jadi. Tinggal beli daging cincang. Sebenarnya kami nggak sering masak spageti itu, karena pertama, mesti beli daging dulu. Dan aku pengennya, kalau bisa, belinya pas mau masak. Jadi masih segar dagingnya. Padahal kadang kan maunya masak pas sore atau malam. Sudah malas deh mau keluar rumah ke swalayan. Dan kedua, daging kan tidak murah to? Jadi mesti hemat-hemat. Tapi kalau pengin spageti, dia bisa masak sendiri. Kan gampang tuh. Aku tidak terlalu banyak membantu.

Akhir tahun kemarin, adik suamiku menikah. Pas acara resepsi, salah satu menunya adalah spageti. Tapi, spageti yang dihidangkan waktu itu tanpa daging. Loh, ternyata bisa ya masak spageti tanpa daging? Sama sekali tanpa pengganti jamur (bukan spageti vegetarian). Jadi, tampilannya cuma putih saja dan ada bawang putih yang masih utuh. Rasanya? Menurut kami sih enak. (Kalau ayahku kurang suka sih… hihihi. Lidah orang beda-beda ya.) Tapi suamiku suka banget tuh.

Sepulang dari sana, penasaran dong dia. Akhirnya googling deh. O…ternyata itu namanya spagetti aglio et olio. Bumbunya sederhana banget, cuma pakai minyak zaitun, garam, bawang putih (digeprek dan dibiarkan utuh), oregano, rosemary. Kalau mau lebih enak lagi, dikasih tomat ceri dan peterseli cincang. Setelah tahu bumbunya sesederhana itu, dia mulai praktik. Dan aku nggak ikut-ikut hihi. Pokoknya cuma nyobain hasil masakan 😀 Awalnya rasanya masih agak kurang pas, tapi nggak pantang menyerah dong. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya berhasil … berhasil … berhasil! Rasanya sudah mirip dengan masakan di hotel waktu adiknya menikah. Nyam… nyam.

Nah, ceritanya tadi siang, dia masak lagi. Aku cuma bantu menggeprek bawang putih saja, dan meniriskan spageti. Mau kubocorin cara masaknya? Simak baik-baik ya …

Bahan yang perlu disiapkan:
Spageti, kira-kira untuk tiga piring.
Bawang putih. Empat siung (agak besar) dimemarkan lalu diiris tipis-tipis, dan empat atau lima butir (yang agak kecil) dibiarkan utuh.
Garam kira-kira 1 sendok teh kurang dikit, boleh dikurangi kalau tidak suka asin. Tapi menurutku segitu sudah cukup pas. Kalau dia sih cuma pakai jumput tangan.
Minyak zaitun kira-kira 3-4 sendok makan. Biasanya sih nggak pakai takaran, tapi agak banyak. Sedikit lebih banyak dibanding kalau untuk menumis biasa.
Oregano secukupnya.
Rosemary secukupnya.
Tomat ceri 3-4 butir dibelah dua
Daun peterseli cincang. Peterseli ambil dua batang saja, diambil daunnya lalu diiris/dicincang.

Cara masak:
1. Rebus air sampai mendidih. Masukkan spageti. Masak selama 10 menit. Kalau terlalu lama bisa lembek, kurang enak. Setelah matang, tiriskan. Biar tidak lengket, dikasih minyak zaitun sedikit. Mentega juga boleh, tapi lebih enak pakai minyak zaitun. Dikit kok pakainya, paling 1 sendok teh saja.

2. Siapkan wajan teflon. Tuangkan minyak zaitun, dikasih garam, tunggu sampai agak panas. Apinya sedang saja. Lalu masukkan bawang yang utuh dan tomat ceri yang sudah dibelah dua. Tumis, sambil tomat cerinya ditekan-tekan biar agak hancur.

3. Kalau tomat sudah agak lembek, masukkan bawang putih cincang. Tumis. Lalu masukkan rosemary. Kalau suka sih, agak banyak nggak apa-apa. Biar wangi. Masak bawang putihnya mesti hati-hati, jangan sampai berubah warna jadi cokelat. Bisa pahit. Jadi, pas masak jangan pakai api besar ya. Apinya cenderung kecil sih.

4. Kalau baunya sudah harum, masukkan spageti yang sudah ditiriskan tadi. Diaduk-aduk sampai bumbunya merata, sambil ditambahkan oregano dan daun peterseli cincang. Kalau sudah rata, diangkat. Jadi, deh. Siap dihabiskan. 🙂

Spageti oglio et olio siap dihabiskan. 🙂

Gampang kan? Silakan mencoba ya! 🙂