Kebiasaan di Tempat Tidur

Ssst, aku mau menceritakan kebiasaanku di tempat tidur kali ini. Aku tak tahu ini kebiasaan buruk atau baik, tapi aku sangat menikmatinya dan tidak bisa menghilangkan kebiasaan ini sampai sekarang. Mau tahu? Begini, jika sedang membereskan tempat tidur, bisa dipastikan ada satu atau dua buku yang harus ikut dibereskan. Biasanya sih buku yang ringan-ringan saja. Entah itu novel, komik, atau non fiksi yang cukup ringan.

Aku tak tahu kapan aku mulai punya kebiasaan membawa buku ke tempat tidur, membacanya sebelum tidur, dan kalau buku itu beruntung, dia akan tetap rapi berada di bawah bantal atau di ujung tempat tidur–sebelum ketendang kakiku atau tak sengaja terjatuh saat aku benar-benar mengantuk. Seingatku sih, aku mulai kebiasaan itu sejak SD. Waktu itu, bukuku tidak banyak. Seringnya sih pinjam teman atau pinjam di perpustakaan. Pokoknya harus ada buku yang kubaca, itu prinsipnya. Kalau tidak baca buku dulu, atau minimal membuka-buka halamannya sebentar saja, sepertinya ada yang kurang.

Dulu, waktu di asrama, aku selalu memilih tempat tidur di bagian atas. (Tempat tidur kami bertingkat.) Walaupun kalau sudah tahun kedua aku boleh memilih tempat tidur di bawah, aku tetap memilih tempat tidur di bagian atas. Alasannya sih sederhana, supaya tidak terganggu. Soalnya tempat tidur bawah adalah sasaran empuk untuk diduduki bareng saat sedang berkumpul bersama. Dan kalau di atas, kan bisa untuk tempat ngumpet saat sedang BT. He he he. Nah, dulu di tahun keempat, aku berada di unit yang tempat tidur atasnya punya ruang lebih. Jadi, masih ada jarak yang cukup lumayan antara kasur dan batas tepinya. Tentunya di bawahnya ada alas papannya, dong. Dan bisa ditebak, di situlah aku menimbun buku–yang sebagian pinjaman sih. Teman satu kamarku sudah tahu ke mana harus mencari buku atau majalah yang “hilang”.

Tapi entah kenapa ya, kadang satu buku saja tidak cukup buatku untuk kubawa ke tempat tidur. Kadang ada lebih dari dua buku. Biasanya sih, buku yang kubaca ya cuma satu. Tapi beberapa buku yang kubawa itu tetap kubuka-buka dan kubaca sekilas. Nah, nanti kalau aku lebih tertarik pada satu buku tertentu, buku lainnya akan kutumpuk begitu saja. Hehehe.

Dulu ketika masih SD, aku senang meminjam dari perpustakaan buku-buku seperti Lima Sekawan, Seri Petualangan, Trio Detektif, dan masih banyak lagi. Sama seperti kebiasaanku sekarang, buku-buku itu akan kubawa ke tempat tidur dan kubaca sebelum tidur. Tapi seringnya, karena ceritanya sangat seru, aku malah tidak tidur dan justru berusaha merampungkan buku cerita itu meskipun mataku sudah panas :D. Sebenarnya merampungkan buku cerita yang seru dalam semalam itu kurang mengenakkan. Kenapa? Karena besoknya aku jadi kehabisan buku bacaan.  Kan tidak seru jika membaca ulang buku yang sama?

Beberapa hari yang lalu, ada beberapa buah komik di tempat tidurku: komik Smurf dan Agen Polisi 212. Komik-komik itu kulalap dalam waktu singkat. Saat ini ada sebuah novel karya Marga T dan sebuah buku biografi yang ada di tempat tidurku. Aku tak tahu kapan aku menyelesaikan keduanya. Tetapi rasanya tak lama lagi, ada buku lain yang akan singgah di tempat tidurku. Sekali lagi, aku tak tahu ini kebiasaan buruk atau baik. Yang jelas, aku belum bisa menghilangkan kebiasaan ini. Dan rasanya tak akan hilang deh … hehe.

Advertisements