Hidup Sehat, Susah-susah Gampang

Sejak awal Januari, badanku benar-benar tidak fit. Kuhitung sudah tiga kali aku ke dokter gara-gara flu. Temanku bilang, kalau flu obatnya istirahat saja. Dia tidak pernah ke dokter kalau flu. Tapi aku kemarin terpaksa ke dokter. Soalnya aku sudah batuk-batuk dan kalau batuk, pasti asmaku kambuh. Huuuuh… sebel! Dan itu membuatku tidak bisa ngapa-ngapain kecuali tidur dan tidur. Lagi pula, obat dokter itu membuatku mengantuk.

Yah, memang aku merasa stamina tubuhku belakangan jelek banget. Ada aja sakitnya. Ini semua kurasa karena kurang olahraga–hampir tidak pernah lagi peregangan dan jalan pagi, kecuali kalau ke pasar (itu pun tidak setiap hari). Makanku juga barangkali tidak teratur, kurang sayur dan buah. Dan mungkin tanpa kusadari, barangkali aku stres. Memang sih ya, kadang aku tidak sadar kalau aku stres. Aku baru merasa kalau terlalu banyak pikiran saat meditasi. Dan, parahnya lagi … aku juga mulai jarang meditasi. Duh, parah deh! 😦

Kadang aku sebal sendiri kalau aku sakit begini. Soalnya, aku jadi tidak bisa beraktivitas dengan baik. Nggak bisa kerja juga. Padahal kalau sehari tidak menyentuh pekerjaan, pasti bakal menumpuk deh kerjaanku.

Tapi sebenarnya sakit itu seperti sebuah teguran bahwa aku kurang memelihara tubuhku dengan baik. Dengan sakit, mau tidak mau aku harus beristirahat. Kurasa sakit juga perlu disyukuri, karena dengan begitu aku jadi sadar hal-hal penting apa saja yang selama ini aku abaikan.

Aku jadi ingat cerita temanku beberapa waktu lalu. Waktu dia sakit, dia ke dokter dan dibilang dia itu kurang gizi. Dia tersinggung. “Wah, mana bisa kurang gizi, tiap hari aku makan pasti ada lauknya,” begitu katanya. Yah, aku sih tidak tahu persis bagaimana dan apa yang dia makan. Mungkin dokternya salah, mungkin juga ada benarnya. Tetapi aku merasa ucapan dokter itu juga ditujukan buatku. Mungkin, aku kurang memerhatikan asupan gizi buat tubuhku. Sebetulnya kalau mau makan sehat, mesti banyak sayur kan ya?  Tapi mungkin cara masak sayurku yang kurang bagus. Misalnya, sayur sebaiknya masaknya tidak terlalu lama. Tapi, kalau masaknya kebanyakan biasanya kan diangetin supaya bisa dimakan lagi. Kurasa sebaiknya sayur sekali masak, dihabiskan langsung. Itu pikiranku saja, sih. Karena kupikir kalau berkali-kali dipanasi, kandungan gizinya pasti berkurang.

Kata kakakku, supaya kita sehat yang perlu diperhatikan adalah makan sehat, olahraga, istirahat cukup, tidak stres. Sederhana ya? Tapi bagiku, itu susah-susah gampang 🙂

Hm, kalau kamu punya resep apa supaya tetap sehat?