Makanan Selingan di Jam Kantor

Dulu, waktu aku masih kerja kantoran, di kantorku ada OB (office boy) bernama Pak Mar. Sebenarnya tidak pas disebut “office boy” karena dia tidak lagi “boy“, tapi “man“. Hehe. Tugasnya setiap pagi adalah membuatkan teh hangat untuk para karyawan. Teh buatannya itu “nagih”. Entah bagaimana perbandingan teh dan gulanya. Tapi menurutku pas banget. Tidak terlalu kental dan tidak terlalu manis. Dan itu terasa nyaman di perut saat diseruput pagi-pagi–setelah menembus jalanan yang cukup padat dan udara pagi yang dingin.

Pak Mar ini selama bekerja di Jogja menginap di kantor. Dia tidur di lantai empat waktu itu. Kadang dia pulang kampung. Dan kadang pula dia membawa oleh-oleh berupa singkong. Biasanya dia akan mengeluarkan singkong rebus di sela-sela jam kantor. Seingatku sih kira-kira pukul 3 sore–saat nasi yang disantap saat makan siang sudah hampir tidak terasa di perut dan mulut sudah kangen untuk mengunyah lagi. Jadi, pas sekali. Apalagi singkong itu masih hangat mengepul dan waktu digigit langsung hancur, jatuh di lidah dan terasa manis. Wuenak! Sederhana memang. Tapi tidak semua singkong “mempur” (empuk/mudah hancur) kan? Jadi, singkong oleh-oleh Pak Mar ini terasa istimewa.

Kini, aku bekerja di rumah dan tentu tidak mendapat teh manis serta singkong rebus dari Pak Mar. (Lagi pula, dia sudah mengundurkan diri dari kantorku dulu. Jadi, saat aku main ke bekas kantorku, jelas tidak bisa bertemu dia lagi.) Kadang kangen juga menyeruput teh hangat di pagi hari. Maksudnya, aku tidak harus bikin sendiri gitu lo. 😀 Dan memang menurutku, teh buatan Pak Mar itu khas. Kalau dia tidak masuk dan digantikan OB yang lain, rasa tehnya beda.

Sekarang aku harus menyediakan sendiri makanan kecil di sela-sela jam kerja. Di “kantorku” sekarang, aku memang merangkap OB plus karyawan, plus bos. Hehe. Di rumah yang jelas, aku mengusahakan untuk ada biskuit. Itu adalah camilan yang mudah didapat dan tidak membuatku batuk. Kalau cemilan berupa keripik apalagi kacang, aku cenderung akan batuk. Malah tidak bisa lanjut kerja kan? Makanan selingan lainnya adalah buah. Paling sering sih pepaya–yang cukup murah, banyak, dan cukup nyamandi perut. Selain itu, suamiku suka beli roti tawar. Biasanya roti itu untuk sarapan paginya. Tapi kadang roti tawar itu masih cukup banyak karena dia tidak sempat sarapan atau memilih sarapan di dekat kantornya. Aku sendiri tidak selalu makan roti tawar. Jadi, roti itu masih agak banyak padahal sudah mendekati deadline … eh, masa kadaluarsa. Lalu bagaimana solusinya? Menurutku, paling mudah adalah dibuat puding.

Aku bagikan ya cara membuat puding roti tawar. Aku buatnya asal saja sih. Jadi jangan berharap istimewa atau cantik dan pantas dipajang saat arisan. Hehe.

Bahan:
600 ml susu cair. Kemarin aku tidak punya susu cair, tapi ada Dancow bubuk. Jadi aku pakai dua sachet dan dicairkan dalam dua gelas air lebih sedikit.

1 bungkus agar-agar. Warna terserah.

2 butir telur, kocok.

2 gelas air. (pokoknya kira-kira 400 ml)

garam sedikit.

gula sesuai selera.

Roti tawar, kira-kira 4-5 lembar

Cara membuat:
1. Rendam roti tawar dalam susu sampai cukup hancur.

2. Masak agar-agar dalam air sampai mendidih. Masukkan gula dan sedikit garam.

3. Masukkan rendaman roti bersama susu dan telur kocok. Masak sampai mendidih, lalu angkat. Kalau mau, bisa ditambahkan vanili atau rhum.

4. Masukkan dalam wadah/cetakan.

Gampang kan?

penampakan puding roti tawar. nggak cantik ya? hehe tapi mengenyangkan

Resep ini kudapat dari hasil mengintip buku Sajian Manis dari Roti Tawar terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2003 halaman 26. Kalau resep di aslinya sih bahannya tidak cuma roti tawar dan susu. Ada tambahan lain seperti buah kaleng dan cokelat bulat. Tapi aku pakai bahan yang ada di rumah saja. Dan kalau lihat foto di buku itu, hasil pudingnya cantik (halus). Punyaku tidak bisa halus. Mungkin kurang sajen. 😀

Puding ini cukup mengenyangkan buatku dan pas untuk selingan di sela jam kerja. Tapi kok aku masih terbayang singkong kukus hangat dan mempur ya? 😀 😀

Kalau kamu, makanan selingan apa yang tersedia saat jam kerja?

Advertisements