Prakarya SD

Kemarin teman kecilku, Fani, datang ke rumah. Memang kemarin adalah jadwalnya dia untuk belajar bersamaku. Selama ini aku membebaskan dia mau bawa pelajaran apa saja. Tapi aku sama sekali tidak menyangka saat dia ke rumahku dengan membawa … seruling! Wah … wah … bagaimana ini? Dia sama sekali tidak membawa buku pelajaran lain. Padahal aku kan sama sekali tidak bisa main musik. Aku hanya penikmat musik. Satu-satunya alat musik yang pernah “kusentuh” adalah gitar. Itu pun sekarang sudah banyak lupa karena satu-satunya gitar yang dulu kubeli dengan uang sakuku tidak dikembalikan oleh seorang kawan lamaku. Huh! Padahal dulu kan aku meminjaminya karena kasihan sama dia yang sering bengong di rumah. E … lha kok diambil jadi hak milik. Waktu diminta malah nggak terima. Piye to cah iki? Ah sudahlah, besok aku beli lagi saja kalau memang niat ๐Ÿ˜€

Balik ke teman kecilku itu tadi. Karena aku tidak bisa bermain seruling, aku membiarkan dia “ngak… ngik… ngok” sendirian meniup seruling. Akhirnya daripada aku cuma bengong memandanginya berlatih main seruling, aku kemudian mengambil pekerjaan tanganku berupa kerajinan tusuk silang–kruissteek–yang sudah beberapa lama kuabaikan. Waktu awal-awal, aku semangat sekali mengerjakannya. Tapi belakangan agak bosan. Dan baru kemarin kusentuh lagi. Melihat aku mengerjakan tusuk silang, Fani pun berhenti bermain seruling lalu ingin ikut mengerjakan tusuk silang. Wah, dia senang sekali waktu kuajari.

Sambil mengerjakan tusuk silang, dia berkata, “Besok aku suruh bawa batang kayu yang biasa untuk es krim.”
“Buat apa, Fan?” tanyaku.
“Buat prakarya. Mau bikin tempat pensil.”
“Wah, asyik dong!” sambungku.

Kruissteek dan obrolan pendek itu mengingatkanku pada prakarya-prakarya yang pernah kukerjakan ketika aku masih SD dulu. Sampai sekarang, masih ada yang bisa dipakai loh! Salah satunya adalah sarung bantal dengan hiasan (lagi-lagi) tusuk silang. Rasanya tusuk silang adalah salah satu prakarya yang paling aku kuasai deh. Soalnya sampai sekarang, masih bisa membuatnya. Kalau prakarya yangย  lain sepertinya sudah lupa deh. Hihihi. Hmm… tapi prakarya apa saja ya yang pernah kukerjakan semasa SD? Aku ingat-ingat ya:
1.Menyulam. Waktu itu aku membuat taplak meja. Sebenarnya aku suka menyulam, tapi aku merasa dibandingkan pekerjaan teman-temanku, hasil sulamanku kok kurang rapi ya? Jadi, belakangan agak males gitu deh…
2.Menjahit. Dulu aku pernah membuat sarung bantal, dengan hiasan sulaman. Aku cukup suka menyulamnya, tapi aku kurang suka menjahit. Sepertinya susah sekali menggunting kain dengan lurus lalu menjahitnya dengan rapi. Hmmm, rasanya aku lebih baik meminta tolong tukang jahit keliling saja deh.

3.Membuat bunga dari kertas crepe. Betul nggak ya tulisan nama kertas itu? Itu lo, kertas tipis yang kalau kena air bisa luntur. Sepertinya membuat bunga adalah prakarya yang paling sering kubuat.

4.Membuat tempat pensil. Ada beberapa bahan yang bisa dipakai untuk membuat tempat pensil ini, misalnya kaleng bekas susu atau kertas karton. Zamanku SD batang kayu es krim sepertinya masih agak jarang dipakai untuk prakarya semacam ini.

5.Merajut. Nah, ini juga salah satu pekerjaan tangan yang cukup membekas. Paling tidak, aku masih ingat bagaimana membuat tusuk rantai hehehe.

6.Membuat hiasan tusuk silang. Hasil karyaku berupa tusuk silang yang masih tersimpan adalah sarung bantal dan serbet. Keduanya masih ada di rumah tuh. Bahkan sarung bantalnya masih sering dipakai, walaupun warnanya sudah pudar hehe.

Dulu guruku kadang membebaskan kami untuk membuat prakarya apa saja. (Mungkin guruku waktu itu bingung juga mau memberi tugas apa ya, hehe.) Ini justru menantang, karena kalau dibebaskan begitu, aku mesti mikir mau buat apa ya, tentunya dengan bahan yang murah, dan nanti kalau sudah jadi, hasilnya bagus. Kalau sudah begitu, aku lalu mencari-cari bahan yang ada di sekelilingku. Kalau ada karton yang masih separo, ya diusahakan dipakai lagi. Kalau ada kertas crepe yang tersisa, dibawa lagi. Tapi kalau sudah mengubek-ubek kamar dan tidak menemukan apa-apa, aku kemudian menelepon teman, “Besok mau bikin apa?” Kadang bukannya dapat ide, tetapi justru jadi tambah bingung karena temanku juga tidak tahu mau bikin apa. Nah lo!

Bagiku pelajaran prakarya itu kadang menyenangkan, tetapi kadang menjengkelkan juga. Menjengkelkan jika aku sudah berusaha keras, e … hasilnya jelek. Menyenangkan kalau pekerjaan tangan itu mudah, bisa terpakai, dan hasilnya bagus?nilainya bagus juga dong! ๐Ÿ™‚
Ngomong-ngomong apa prakarya favoritmu semasa SD?