Memilih Mesin Cuci: Satu atau Dua Tabung?

Aku tidak ingat kapan mulanya aku benar-benar mengenal mesin cuci. Zaman aku masih kecil, mesin cuci adalah barang mewah. Tapi makin lama, mesin cuci dianggap sebagai suatu alat yang wajar di rumah-rumah.

Di keluargaku sendiri, mesin cuci (dua tabung) baru benar-benar hadir di rumah ketika aku duduk di bangku SMP kalau tidak salah. Sebelum ada mesin cuci, kami mencuci manual–alias kucek pakai tangan.

Waktu itu Mak’e (pengasuhku) masih hidup. Begini komentarnya waktu ada mesin cuci di rumah: “Apa ya bisa bersih kalau cuma diputer-puter begitu?” Jadi, dia tetap mengucek sendiri bajunya walau sudah tersedia mesin cuci. Tapi seingatku, lama-lama dia memakai alat itu juga setelah sekian lama. Atau setidaknya, dia hanya pakai alat pengeringnya? Lupa, dah.

Setelah beberapa dekade berlalu, masalah kebersihan mesin cuci masih dipertanyakan oleh seorang sepupuku. Sebetulnya dia punya mesin cuci juga (2 tabung), tapi sampai sekarang dia tidak pernah memakai alat itu. Alasannya sama seperti Mak’e: “Nggak bersih. Kan cuma diputer-puter doang bajunya.” Biasanya komentarnya itu akan disambar oleh kakaknya, “Jadi, orang barat itu bajunya nggak bersih semua? Kan mereka semua nyuci baju pakai mesin cuci.” Tapi si adik biasanya hanya diam saja tak punya jawaban yang cetar membahana untuk menangkis komentar itu. Ia teguh kukuh mengandalkan ucekan. Jadi, meskipun punya cucian bertumpuk-tumpuk, dikejar deadline, mesti mengurus orang sakit di rumah, dia masih mengucek baju yang banyaknya seabrek-abrek.

Aku dulu juga meragukan kemampuan mesin cuci. Karena penasaran, aku googling dong. Apa iya, mencuci pakaian menggunakan mesin cuci bisa bersih? Apakah karena daya bersih sabun saja? Ternyata kuncinya justru pada perputaran air yang konstan selama proses pencucian. Karena adanya perputaran air, kotoran yang ada di antara serat benang yang kecil itu bisa hilang. Tentu saja dengan adanya sabun, proses mencuci jadi lebih maksimal.

Oke, setelah rasa penasaran itu dibereskan, mari kita bahas soal pemilihan mesin cuci. Kamu lebih suka memakai mesin cuci satu atau dua tabung?

Selama beberapa tahun terakhir ini, aku mengandalkan mesin cuci satu tabung di rumah. Dulu ibuku yang membelikan mesin cuci tersebut. Alasannya: “Kan kalian pada sibuk. Kalau pakai yang satu tabung, nyuci bisa ditinggal.” Aku awalnya kurang setuju karena mesin cuci satu tabung lebih mahal. Sayang uangnya. Tapi lama-lama aku menikmati memakai mesin cuci satu tabung.

Bulan lalu mesin cuci yang dibelikan ibuku itu rusak. Tombolnya waktu dipencet tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Waduh, kok ya mesin itu rusak pas rada-rada bokek begini. Tapi aku berpikir, “Ah… dunia belum berakhir walau mesin cuci rusak.” Aku sempat terpikir untuk menservisnya saja. Tapi karena umur mesin cuci itu sudah lama banget (sekitar 10 tahun lebih rasanya), dan belakangan performanya menurun, aku berpikir akan beli mesin cuci baru.

Pertanyaannya: Beli mesin cuci satu tabung atau dua tabung?

Awalnya kupikir mau beli yang dua tabung saja. Jauh lebih murah. Ini semata-mata alasan finansial–berhubung rada bokek. Tapi setelah lewat banyak pertimbangan, aku memutuskan beli yang satu tabung. Tak apalah menunda dulu belinya. Sampai uangnya cukup, baru kubeli, begitu pikirku. Ndilalah aku baru dapat transferan royalti buku. Puji Tuhaaan…! Duitnya bisa untuk membeli mesin cuci.

Alasanku memutuskan beli mesin cuci satu tabung adalah:
1. Lebih hemat tempat.
Ternyata tempat yang tersedia tidak cukup untuk mesin cuci dua tabung. Mesin cuci dua tabung lebih lebar, sedangkan mesin cuci satu tabung lebih ramping.

2. Lebih praktis.
Ini alasan yang utama sebenarnya. Kalau mesin cuci dua tabung, mesti ditungguin. Setelah proses cuci dan bilas, kita mesti memindahkan semua baju ke bagian pengering. Tidak bisa langsung beres. Aku benar-benar terbantu dengan kepraktisan mesin cuci satu tabung itu. Begitu mesin cuci bekerja, aku bisa konsentrasi mengerjakan hal lain. Benar-benar mencuci sendiri dan mengurangi capek.

Jadi, kalau bingung memilih mesin cuci satu atau dua tabung, pertimbangkan apa yang lebih kamu utamakan. Kalau mau hemat uang, ya pilih yang dua tabung. Kalau mau hemat waktu plus nggak capek, pilih yang satu tabung. Cus! Silakan memutuskan.

Advertisements