24 Tahun yang Lalu

Harusnya aku melanjutkan pekerjaan terjemahanku, tapi memajang tulisan di blog rasanya lebih menggoda.

Beberapa hari yang lalu seorang teman memasang foto waktu dia liburan di Grape, di daerah Dungus. Sekitar 15 km dari Madiun. Mendadak aku sengkring-sengkring. Hutan jati dan sungai yang banyak batu besarnya itu mengingatkan aku ketika berkemah di bumi perkemahan Kresek (tak jauh dari Grape–seingatku). Saat itu aku masih SMP kelas 3 kalau tidak salah.

Seingatku, itu adalah kemah terakhir yang kuikuti ketika aku masih remaja. Hawa bumi perkemahan sangat dingin bagiku. Kami tidur di tenda dan alasnya hanya tikar. Kalau disuruh mengulang tidur di tenda, rasanya aku akan pikir-pikir deh. Punggungku sekarang lebih menuntut tempat tidur yang nyaman. Beberapa waktu lalu aku pernah tidur di rumah seorang saudaraku dan hanya beralas karpet, dan pas bangun tidur rasanya kaya digebuki. Aku kapok tidur di bawah tanpa alas yang cukup tebal.

Ketika melihat foto temanku yang sedang berlibur tersebut, aku seketika mulai menghitung berapa lama ya aku tidak pergi ke daerah sana lagi? Jelas sudah lama sekali—tapi jejak kenangan itu masih kuingat dengan sangat jelas.

Aku hanya ingat tanggalnya, yaitu 1 Juli 1993. Berarti hari ini sudah 24 tahun berlalu, ya. Aku masih sengkring-sengkring rasanya.

Advertisements