Belajar Bersyukur Saat Hujan

Beberapa malam yang lalu, hujan deras. Deras banget. Lengkap dengan angin kencang dan mati lampu. Saat itu aku dan semua orang serumah sedang di luar rumah, makan bakmi godhog di warung langganan. Tempat makannya di teras rumah si penjual, di tepi jalan pinggiran kampung yang tidak terlalu ramai.

Waktu hujan semakin deras, meja tempat kami makan terpaksa digeser agak ke dalam supaya tidak kena tempias hujan. Awalnya kupikir hujan biasa, tapi makin lama makin deras dan aku terpaksa memakai jaket supaya kausku tidak basah.

Bakmi godhog yang semula jadi “comfort food”, jadi tidak nikmat. Bakmi rebus dengan irisan ayam kampung dan kaldu yang gurih itu jadi kehilangan rasanya gara-gara hujan badai di depan mata.

Sembari makan, aku mengingatkan diriku bahwa semua badai pasti berlalu. Entah cepat atau lambat. Lampu juga akan menyala lagi. Banyak hal yang masih bisa disyukuri: kami tidak kehujanan, masih bisa makan enak, makannya juga bareng-bareng. Kami juga akan pulang tanpa berhujan-hujan karena kebetulan bawa mobil perginya. Tapi entah kenapa aku tidak tenang. Aku lalu ingat kucingku yang di rumah sendirian. Aku bertanya-tanya apakah ada ruangan yang bocor lagi di rumah? Bagaimana kalau hujan deras ini tidak berhenti sampai pagi? Apakah kami harus menginap di emperan begini? Kuakui ini memang lebay.

Aku lalu menyadari bahwa aku memang suka overthinking. Pikiranku suka lari ke mana-mana. Memang saat itu keadaan tidak nyaman, tetapi sebenarnya tidak perlu khawatir banget karena toh aku tidak kehujanan dan masih bisa makan enak. Aku justru fokus pada kondisi luar, dan melupakan hal yang sebenarnya bisa kusyukuri dan kunikmati.

Syukurlah setengah jam kemudian hujan mulai reda. Kakakku pun mengambil mobil yang diparkir di seberang jalan dan kami pulang. Begitu sampai rumah dan membuka pintu garasi, kucingku langsung menyambut. Listrik masih belum menyala, tapi hujan tinggal gerimis tipis. Rasanya lega bisa sampai rumah. Pengalaman ini menjadi pelajaran buatku supaya untuk rajin latihan melihat hal-hal yang masih bisa disyukuri selagi ada masalah di luar serta selalu mengingat: Semua badai pasti berlalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s