Ilusi Deadline?

Malam ini aku merasa lega sekaligus seperti kehilangan pekerjaan. Eh, bukan kehilangan pekerjaan ding. Jadi, begini … beberapa waktu terakhir ini aku terlibat dalam proyek pembuatan modul pembelajaran dan buku pelajaran SD. Sebagian tugas sudah selesai. Lalu merasa lega. Lega karena sebelum Natal sebagian pekerjaan sudah kukirim.

Namun, di sisi lain aku merasa seperti orang yang habis berlari lalu tiba-tiba berhenti. Aku jadi buta arah. Lagi pula kalau kupikir-pikir, Natal ini mau ngapain sih? Tidak ngapa-ngapain. Tidak ke mana-mana. Cuma hatiku yang ke sana-sini.

Lalu aku melihat rak sabunku yang setengah kosong. Juga stoples kue yang sepertinya menunggu untuk diisi. Kulihat rak buku yang berisi tumpukan buku. Kulihat lagi folder di laptop, yang berisi tulisan-tulisan setengah jadi dan beberapa hal yang harus kukerjakan.

Apakah sebenarnya deadline itu ilusi?

Selalu ada hal yang harus dikerjakan. Setidaknya piring kotor dan baju dari jemuran selalu ada dan minta disentuh. Cuma kalau urusan piring dan baju itu memang tak ada duitnya. Jadi, besok aku mau ngapain ya? Bikin kue atau sabun? Atau sekadar bermedsos tanpa arah dan tujuan? Kalau kamu, mau ngapain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s