Nyanyian Rindu di Hari Minggu

Seingatku aku dulu selalu tampil baik saat koor semasa berseragam putih dengan rok biru lipit-lipit. Itu dulu, belasan tahun lalu. Tapi sekarang sepertinya kemampuan menyanyiku turun. Meskipun demikian, aku tetap ikut menyanyi.

Akan kucoba memperdengarkan nyanyianku pada Mas Tok. Tentu saja lewat telepon.

“Halo, Dik Ning.” Suara hangatnya terdengar setelah bunyi tuuut kedua.
“Mas Toooook! Kangeeen!” Kuluapkan rasa kangen ini.
“Ya, ya. Maaf ya aku tidak menjawab teleponmu kemarin. Aku di jalan.”
“Iya, iya. Apa sih yang tak kumaafkan darimu?”
Mas Tok tertawa ringan.
“Mas, aku nanti tugas koor. Mau dengar suaraku tidak?”
Kudengar “Hmmm” yang dalam.
“Dengar ya, Mas.”
….Engkaulah gembala, aku domba-Nya…
… ke padang yang hijau aku Kaubawa…

Hening sesaat setelah nyanyianku berhenti.

“Mas, dengar tidak?”
“Dengarlah. Tentu kudengar. Suara nyanyianmu khas sekali, ya Dik. Tadi kurekam.”

Aku memerah. Tapi Mas Tok tentu tak melihat.

“Dik, aku berangkat misa dulu, ya. Selamat hari Minggu.”

Aku yang terdiam sesaat, segera menjawab, “Ya, ya. Doakan aku ya, Mas.”
“Doa apa?”
“Doa supaya bertemu denganmu lagi.”

Mas Tok tertawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s