Ngalor Ngidul Tahun Baru

Tahun baru sudah berjalan 15 hari. Aku ingat, mestinya aku mengawali menulis di blog ini tanggal 3 kemarin. Tapi ada saja yang mesti kukerjakan. Salah satunya adalah ngebut menyelesaikan sulaman. Sulaman itu mesti selesai tanggal 10 Januari karena tanggal 11 akan diikutkan pameran bersama teman-teman Seven Needles.

Kesibukan lainnya? Bikin sabun! Euy… ternyata banyak PR yang harus kubuat berkaitan dengan sabun ini. Persediaan sabun di rak tinggal sedikit. Jadi, aku mesti mulai membuat lagi. Aku bikinnya tidak banyak karena keterbatasan tenaga dan tempat untuk curing. Semua kukerjakan sendiri. Mulai dari belanja sampai membungkus sabun, hingga mengirim ke pemesan. Biasanya aku bikin sabun kalau ada pesanan atau kalau sabun-sabun yang banyak peminatnya mulai habis. Sekarang rak sudah mulai terisi lagi walau belum begitu banyak. Tapi lumayan lah ada isinya. Kalau ada yang mau beli setidaknya aku punya jawaban sabun apa saja yang ada. :))

Tahun baru kali ini aku berpikir soal menua. Aku benar-benar menyadari bahwa orang-orang di sekitarku sudah tidak muda lagi: Bapak, Ibu, kakakku, dan beberapa kerabatku. Kadang aku sedih teringat hal ini. Ketika Natal kemarin aku menyempatkan diri untuk pulang. Kupikir aku mesti sering pulang, walau sebetulnya aku agak asing dengan kota kelahiranku. Mungkin karena tidak banyak lagi teman di sana. Aku juga tidak banyak kegiatan kalau pulang. Paling-paling ikut membantu menjaga warung ibuku. Aku merasa Yogya adalah tempatku sekarang karena di sini aku bisa melakukan banyak aktivitas yang memang kusukai. Masih cukup banyak teman di sini juga. Teman ngobrol, teman beraktivitas.

Tahun baru kemarin aku di rumah saja. Tidur! Aku sudah tidak tertarik lagi begadang menanti pergantian tahun. Buatku tahun baru memang hanya masalah ganti kalender. Aku ikut misa awal tahun pas tanggal 1. Tanggal 3 aku sempat misa pagi (lagi). Sebetulnya masih pengin misa harian pagi lagi. Tapi beberapa hari ini begini polanya: Jam 4.30 bangun. Bukannya aku siap-siap misa, tapi malah bergelung di balik selimut lagi. Haha. Keinginan daging memang lebih kuat ya. Parah betul.

Walau aku menganggap tahun baru adalah soal mengganti kalender, aku pikir ini adalah saat yang tepat untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Misalnya, diusahakan lebih rutin olahraga. Paling tidak, seminggu sekali aku mulai yoga (lagi). Selain itu, penginnya mulai jalan pagi lagi. Resolusinya begini: Tahun 2019 ganti ukuran baju! šŸ˜€ Terlalu muluk-muluk? Yang penting tetap sehat.

Soal pekerjaan aku penginnya juga lebih fokus. Fokus ini PR bangeeet. Aku suka ke sana-sini soalnya. Pengin ini, pengin itu. Mesti kuakui, karena pengin ini itu, aku bisa ke sana-ke sini. Tapi kurasa aku mesti harus fokus sekarang. Ya, begitu.

Begini dulu ceritaku soal tahun baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s