Perubahan

Beberapa waktu ini aku di-add di grup WA SMP. Grup itu cukup ramai. Yang kurasakan dari grup itu adalah seperti berada di kelas pada jam kosong. Ruamee. Kalau kata guruku dulu, ramainya seperti di pasar. Selain itu aku merasa, teman-temanku kok nggak terlalu banyak berubah, ya? Gayanya sewaktu chatting, sama seperti gayanya mengobrol zaman SMP dulu. Sekarang hanya lebih saru aja. 😀 😀

Aku kadang berpikir, apakah aku juga sebenarnya tidak terlalu banyak berubah?

Secara fisik aku pasti berubah. Semua orang pun begitu. Dari muda menjadi tua. Keriput, beruban, mungkin ditambah sakit encok atau sakit-sakit lain. Namun, apakah batin kita berubah? Ketika masuk grup WA teman-teman SMP, aku merasa kebanyakan sepertinya tidak berubah. Yang mereka sampaikan di grup dan gaya chattingan mereka sepertinya tidak terlalu berubah. Walau misalnya ada yang pindah agama, tapi aku merasa perubahannya tidak terlalu drastis–setidaknya soal cara berpikir, ya. Kalaupun berubah, rasanya “seperti bisa ditebak”. Bukan seperti twist akhir cerita yang mengejutkan. Kalau baju, ada yang berubah sih. Tapi hidup kurasa tidak hanya soal perubahan baju atau tampilan fisik.

Aku tak yakin diriku banyak berubah. Ini baik atau buruk? Entah. Kurasa begitu pula dengan banyak orang di sekitarku. Hal ini agak menenteramkan karena ketika aku hendak bertemu teman lama, kadang aku khawatir jika orang itu berubah dan perubahannya menjauhkan kami. Kalaupun berubah, mungkin sebenarnya perubahan itu menunjukkan jati diri yang sebenarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s