Catatan Akhir Juli

Bingung mau memberi judul apa pada tulisan ini, kupikir judul seperti itu saja cukup.

Tidak terasa Juli hampir berakhir. Aku sudah ngapain aja? Ng… apa ya? Niat menulis, belum juga produktif. Malu kalau mau mengaku aku sudah menulis seberapa banyak. Masih sedikit. Sedikiiit sekali. Mungkin aku perlu lebih rajin ke toko buku untuk mendapat suntikan semangat. Biar lebih panas kalau melihat buku-buku yang sudah terbit.

Yang sedikit lebih rajin adalah soal membuat kefir. Beberapa waktu lalu aku sempat agak lama malas membuat kefir sendiri. Tetapi kupikir, aku perlu lebih rajin. Jadi, sekarang tiap kali kefir di lemari es hampir habis, aku menyempatkan pergi ke toko di Peternakan UGM untuk membeli susu segar. Aku pun semakin menyukai rasa kefir yang kucampur selai nanas. Lagi pula tidak sulit membuatnya. Lumayanlah untuk minuman.

Oiya, hari Kamis yang lalu, tanggal 28 Juli, aku ikut misa tahbisan di Gereja St. Antonius, Kotabaru. Ini adalah misa tahbisan kedua yang pernah kuikuti. Duluuuu aku pernah menghadiri misa tahbisan di Surabaya. Tapi itu sudah lama sekali. Dan kini setelah belasan tahun berselang, aku datang ke misa tahbisan lagi. Yang ditahbiskan adalah teman suamiku. Kami tidak dapat undangan, tapi pengin datang saja. Lagi pula kami di Jogja, jadi cukup dekat. Seperti yang sudah kuperkirakan, misa tahbisan berlangsung sekitar 2 jam lebih. Karena bukan tamu undangan, aku duduk di luar, di sayap utara.

Misa tahbisan kemarin itu temanya bagus, tentang dua murid yang berjalan (bersama Yesus) ke Emaus. Dikisahkan dalam cerita tersebut, hati kedua murid itu berkobar-kobar selama perjalanan. Dan kok aku juga semacam ikut berkobar-kobar ya? Aku terharu, senang, kagum… melihat orang yang berkaul menjadi pastor. Sempat terbersit dalam pikiranku, andai aku laki-laki, mungkin aku akan memilih menjadi pastor. Haiyah… Preeet.  Haha. Aku geli sendiri dengan pemikiranku itu.

Segini dulu deh catatanku. Ini catatan penting-nggak-penting. Tulisan ini sebagai pengingat untuk diriku sendiri bahwa aku tersentuh saat menghadiri misa tahbisan. Selain itu, masih banyak hal yang harus kukerjakan untuk mengejar ketinggalan-ketinggalanku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s