Sebuah Pertanyaan Tentang Benci

Ada suatu hal yang memunculkan pertanyaan di benakku: Kenapa orang membenci orang lain?

Sebetulnya hal yang memicu pertanyaan itu adalah peristiwa yang tampaknya jadi lazim terjadi akhir-akhir ini: perundungan (duh, aku masih kagok pakai kata perundungan ini sebenarnya) di medsos. Ada orang mengajukan pertanyaan, lalu dijawab dengan serangan yang bertubi-tubi. Orang itu memang mengajukan pertanyaan dengan bahasa yang yah… bisa dibilang kurang bagus. Sayangnya, pertanyaan itu diajukan di grup yang orang-orangnya berkutat dengan bahasa. Tahu kan… orang-orang yang biasa “rese” hanya karena salah satu huruf, tanda baca keliru jadi masalah. Ngerti kan? Jadi, begitu orang itu mengajukan pertanyaan dengan kalimat yang mestinya diedit dulu, jawaban yang diberikan isinya adalah supaya dia memperbaiki kata-katanya. Singkat cerita, orang itu dan orang-orang yang menjawabnya pun kesal. Orang-orang jadi merundung si penanya.

Waktu menyaksikan hal itu, aku cuma membatin, “Pak, Bu, Om, Tante, Mas, Mbak… sampeyan kok selo banget sampai sempat menjawab pertanyaan itu? Plus kok sampeyan selo banget sih memberikan wejangan supaya mesti begini, mesti begitu?” Ah, iya, aku kok ya selo banget sih nulis kaya beginian di blog? Kurang kerjaan, barangkali.

Lalu seperti belum cukup meramaikan utas di grup itu, beberapa orang lalu menuliskan tanggapan di laman media sosialnya masing-masing. Sampeyan-sampeyan itu pancen selo tenan. Menurutku yang mengajukan pertanyaan maupun yang menjawab di utas itu memang selo banget dan sami mawon. Yang satu mau bertanya, tapi pakai bahasa yang buruk. Sementara yang lainnya, merasa perlu membetulkan. Sudah tahu orang yang bertanya itu tidak bisa bertanya, kok ya dijawab? Lagi pula, yang mewajibkan menjawab pertanyaan itu siapa? Ini mengingatkanku pada orang-orang yang gemar mengajukan pertanyaan saat ada seminar, workshop, atau acara-acara semacam itu. Di situ biasanya ada saja orang yang bertanya dengan pendahuluan panjang lebar, lalu pertanyaannya jadi kabur kanginan. Seandainya aku jadi guru dan ada murid yang bertanya tidak jelas begitu, mungkin aku akan bilang: “Coba kamu belajar dulu bagaimana mengajukan pertanyaan.” Alias, kamu itu maksudnya mau tanya apa? Kalau cuma mbulet dan muter-muter, itu sama saja membuat polusi.

Perundungan yang terjadi di utas tanya-jawab yang tidak jelas itu kemudian memunculkan pertanyaan yang hari ini menggema di kepalaku. Mungkin tidak berhubungan langsung dengan kejadian itu. Tapi entah kenapa di kepalaku muncul pertanyaan ini: Kenapa orang membenci orang lain?

Percaya tidak percaya, tidak hanya merenung, aku sampai googling mencari jawaban itu. Aku lalu melontarkan pertanyaan itu kepada suamiku. Begini kira-kira percakapan kami.
+Kenapa orang membenci orang lain ya?
-Karena ada perbedaan.
+Hanya karena perbedaan orang lalu membenci?
-Iya, kan? Orang lebih suka bertemu dengan orang yang punya kesamaan dengannya.

Sepertinya memang begitu. Kita benci, kesal, sebal terhadap orang lain karena ada hal yang berbeda antara aku/kita dengan dia/mereka.

…dan aku menuliskan ini sepertinya karena kurang kerjaan dan terlalu selo. Setidaknya ini menjadi permenungan pribadiku saja. Dan mungkin menjadi pengingat bahwa adu pendapat yang sifatnya memojokkan atau menyerang, rasanya hanya buang-buang tenaga dan waktu. Mbok mending nyapu ngepel, luwih genah lan cetho hasile.

One thought on “Sebuah Pertanyaan Tentang Benci

  1. Setuju tuh sama mba Kris, daripada berbeda pendapat saling menghujat mbok mending nyapu ngepel, luwih genah lan cetho hasile, hehe…
    salam

    Iya, kan Mas, daripada eyel-eyelan di dunia maya, lebih baik energinya dipakai untuk yg jelas saja, seperti nyapu dan ngepel. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s