Berapa Lama Kamu Sanggup Tidak Ngeblog?

Lama tidak membuka blog ini, rasanya seperti punya utang. Seperti punya kebun yang lama tidak diurus, lalu ketika mengunjunginya lagi seperti melihat rumput yang sudah meninggi karena lama tidak dibabat.

Hampir dua bulan aku tidak menyentuh blog ini. Cuma menengok sekilas kalau ada notifikasi komentar. Tapi untuk menulis? Hmmm… nanti dulu. Sebenarnya penyebab utamanya karena bulan November lalu, kira-kira tiga minggu lamanya, aku (meminjam istilah seorang teman) “me-Rawaseneng-kan diri”–menyepi ke Rawaseneng, di biara pertapaan Santa Maria, tempat para rahib OCSO. Tidak hanya aku sendiri sih, tapi dengan suamiku aku ke sana. Ya, kami ingin menyepi lagi, dan kali ini agak lama. Di sana aku agak kesulitan konek internet. Sebelumnya, selama ini aku memakai XL untuk konek internet. Tapi waktu di sana, sinyal XL jelek sekali. Untung sebelumnya aku sudah ganti provider, yaitu pakai Telkomsel. Tapi tetap saja lemot kalau untuk internetan. Kalau hanya untuk SMS dan telepon, sih tidak masalah. Jadi, begitulah, selama kami di sana, hubunganku dengan dunia maya tidak semulus biasanya.

Bagaimana rasanya tidak terlalu banyak terhubung dengan dunia maya? Awalnya aneh. Ada sesuatu yang hilang–walaupun tidak hilang total. Tapi karena biasanya kalau di Jakarta koneksi internetku cukup memuaskan, lalu selama di Rawaseneng koneksi jadi sangat pelan, awalnya terasa terganggu. Mau kirim email dengan attachment, tidak semulus biasanya. Padahal aku masih membawa sisa pekerjaan ke sana. Akhirnya, lama-lama aku bisa adaptasi. Ya sudah, akhirnya aku bisa berlapang dada menerima koneksi internet superlemot itu. Salah satu imbasnya, aku jadi mulai jarang membuka blogku ini.

Sekembalinya dari Rawaseneng, aku ke Jogja. Tapi keinginan untuk ngeblog rasanya mulai berkurang. Akhirnya, ya begini ini. Hehehe. Lama tidak posting apa-apa di blog. Padahal ada beberapa hal yang ingin kutulis. Tapi entahlah, apakah aku akan menuliskannya atau tidak. Lihat saja nanti, deh…

One thought on “Berapa Lama Kamu Sanggup Tidak Ngeblog?

  1. Menik, aku juga sering merasakan hal yang sama. Blog jadi terabaikan karena kesibukan lain.
    Pengin sekali merasakan keinginan menulis yang menggebu-gebu seperti dulu.
    Jika ngeblog aja susah, bagaimana dengan blogwalking….ini tambah susah lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s