Sebuah Keputusan

Beberapa hari lalu (atau beberapa minggu lalu ya?), ada seorang teman di FB yang mengeluhkan asap di kotanya. Aku lupa dia tinggal di mana. Seingatku dia di Kalimantan. (Lagi-lagi aku lupa…). Dia mengeluh bahwa asap itu akibat pembakaran hutan yang akan dijadikan lahan perkebunan sawit. Aku yang tinggal di Jawa, tentu tidak pernah merasakan seperti apa sesaknya asap pembakaran tersebut. Tapi yang jelas itu pasti tidak enak ya? Lagi pula cerita soal tragedi asap semacam itu sudah sering kita dengar. Sampai-sampai negara kita dikenal sebagai pengekspor asap kan? Diiih… ekspor kok asap sih?

Omong-omong soal asap dan perkebunan kelapa sawit, aku jadi teringat akan keputusanku untuk tidak lagi memakai minyak goreng dari kelapa sawit. Keputusan ini setidaknya sudah kubuat setahun lalu. Ada cerita di balik keputusan itu. Jadi, ceritanya persis setahun lalu aku menginjakkan kakiku pertama kali di bumi Borneo, tepatnya di Pontianak, lalu aku melanjutkan perjalanan ke Nanga Pinoh. Sesampainya di sana, aku berkata kepada sang penjemputku, “Aku pengin lihat hutan dengan pohon yang besar-besar.” Jawabannya cukup mengejutkanku, “Di Kalimantan sudah habis hutan yang seperti itu, Dik.” Waaah… aku kecewa berat. Jawaban yang serupa aku terima dari beberapa orang yang kujumpai. Bahkan orang asli Kalimantan pun mengatakan hal yang sama. “Masih ada hutan (dengan pohon besar-besar), tapi jauh sekali. Jauh di pelosok dan memakan waktu seharian untuk sampai ke sana.” Selanjutnya aku mendapat cerita bahwa hutan-hutan itu habis digantikan kebun kelapa sawit. Banyak orang tergiur mengubah lahannya (bahkan kabarnya tanah adat) menjadi kebun kelapa sawit karena iming-iming uang. Sayang sekali ya.

Mendengar cerita semacam itu aku merasa perlu berbuat sesuatu. Tapi apa? Memang, aku sangat jarang menggoreng lauk atau kue. Aku lebih suka mengukus atau merebus. Minyak goreng kupakai untuk menumis saja. Karena pemakaian minyak gorengku sangat sedikit, aku memilih memakai minyak goreng yang asalnya dari kulit ari beras, jagung, kedelai, atau canola. Tapi memang kadang-kadang aku butuh minyak goreng agak banyak menggoreng sih. Menggoreng lele, misalnya. Nah, saat perlu minyak goreng yang cukup banyak, dulu seringnya aku membeli minyak goreng yang lebih bersahabat di kantong. Minyak goreng yang lebih murah kebanyakan dari kelapa sawit kan? Nah, tapi sejak aku melihat sendiri bahwa hutan-hutan di Kalimatan itu makin lama makin habis, aku beralih memakai minyak goreng dari kelapa. Dari segi harga, minyak goreng dari kelapa tidak semahal minyak jagung atau canola. Awalnya saat berbelanja aku mesti mencermati satu per satu tulisan di kemasan minyak goreng sehingga tahu bahan bakunya. Sebagian besar minyak goreng yang ada di pasaran berbahan baku minyak sawit. Tapi karena sudah memutuskan tidak akan memakai minyak sawit, aku tidak beli dong. Perlu niat memang dan kadang perlu pindah-pindah toko untuk mencari minyak goreng yang berbahan baku kelapa.

Ah, ya… tak terasa sudah setahun berlalu aku membuat keputusan itu. Dan aku masih ingin kapan-kapan bisa berkunjung ke Kalimantan lagi (kalau ada waktu, kalau ada sangu, kalau….). Mari mereka-reka rencana jika ada kesempatan….😉

2 thoughts on “Sebuah Keputusan

  1. oh kalau aku malah tidak ada minyak kelapa sawit di sini. Selalu pakai jagung atau canola.

    Aku sengaja pakai yang dari kelapa, karena dibandingkan dengan minyak dari bahan baku lain (selain sawit), tetap yang paling murah sih. Selain itu, menurutku minyak kelapa di tenggorokan juga relatif tidak bikin gatal. (Tenggorokanku sensi soalnya hehehe.)

  2. Sejak khawatir soal kolesterol, saya juga pakai minyak jagung. Diusahakan makan yang dikukus, paling-paling ditumis.

    Saya sering ke Kaltim…dan sedihnya hutan di Kaltim bopeng-bopeng..selain untuk kebun sawit, juga untuk tambang…sedih🙂

    Iya, sedih kalau lihat hutan di Kalimantan. Makin lama, makin habis. :((

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s