Apa Artinya Menjadi (Bagian dari) Indonesia?

Itu adalah pertanyaan yang beberapa hari belakangan ini muncul di kepalaku. Pertanyaan sepele, tapi terus mengganggu. Rasanya tidak ada jawaban yang betul-betul pas. Atau aku saja yang kurang cerdas merangkai jawaban? Lalu, apakah pertanyaan ini perlu dijawab? Kalau ini dianggap sebagai ujian kewiraan atau PMP, mesti dijawab dong. (Eh iya, zaman aku sekolah nama mata pelajarannya PMP, bukan PPKn. Haha… ketahuan jadulnya.) Selintas aku teringat salah seorang guruku. Konon kabarnya si bapak guru itu akan memberi nilai bagus jika kita memberi jawaban yang panjang. Atau mungkin kalau sekarang, maksudnya bertele-tele ya?

Oke, balik ke pertanyaan tadi. Apa artinya menjadi Indonesia? Huh, sulit sekali jawabannya.

Pertanyaan ini membuatku teringat akan beberapa hal, salah satunya adalah ketika aku sempat pergi ke luar Jawa. Tidak, aku bukan orang yang sering bepergian. Hanya saja kebetulan suamiku orang luar Jawa, jadi wajar kan kalau aku setidaknya setahun sekali aku pergi ke luar Jawa? Baru tiga pulau yang pernah kukunjungi: Bali, Belitung, dan Kalimantan. Aku tidak perlu membahas secara detail perjalananku ke pulau-pulau tersebut. Tapi yang jelas, saat aku keluar Jawa, aku betul-betul tersadar bahwa Indonesia itu luas sekali. Ini tidak seperti membuka peta saat pelajaran Geografi lalu menunjuk kota-kota tertentu. Rasanya lain. Seperti terbangun dari mimpi. Ya, inilah Indonesia. Indonesia yang begitu aneka ragam. Indonesia yang kaya.

Pertanyaan tadi juga mengingatkanku akan asrama Syantikara karena di sana aku bertemu langsung dengan teman-teman yang berasal dari berbagai daerah. Kulit mereka mungkin berbeda denganku. Garis wajah mereka pun khas, tidak seperti aku yang orang Jawa. Dan itulah kekayaan kita–kekayaan Indonesia.

Ah, ya Indonesia memang kaya. Tapi aku merasa, sepertinya tidak semua orang benar-benar menyadari kekayaan ini. Memang, mereka tahu bahwa Indonesia ini terdiri dari berbagai suku. Budayanya juga macam-macam. Tapi itu seperti hanya hapalan ketika akan menghadapi ujian PMP atau PSPB atau Sejarah. Betulkah mereka menyadari keragaman itu dan mensyukurinya? Sepertinya ada beberapa golongan yang merasa perlu menyeragamkan Indonesia. Trus, apa bagusnya kalau sudah seragam? Ah, mungkin mereka memang kurang piknik. Huh!

Sebetulnya aku ingin menulis lebih panjang lagi. Tapi sumpah, aku ngantuk sekali. Daripada tulisan ini malah ngalor ngidul tidak jelas, lebih baik kuakhiri saja. Dan maaf kalau aku belum bisa merangkai jawaban atas pertanyaan di atas. Ini bukan soal ujian PMP yang harus dijawab dalam 90 menit. Ini pertanyaan sepanjang hidupku–selama masih menjadi WNI.

Satu hal yang pasti, aku bersyukur hari ini kita sebagai bangsa Indonesia bisa merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-69 dengan aman. Semoga Indonesia tetap aman dan semakin baik ke depannya.

 

One thought on “Apa Artinya Menjadi (Bagian dari) Indonesia?

  1. Indonesia dengan keragamannya hingga sekarang masih sanggup bersatu. Maka patut berbangga saya menjadi warga Indonesia

    Saya juga!🙂 Itu unik dan kayanya Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s