Soal Copras-Capres

Belakangan ini, masalah copras-capres jadi bahan pembicaraan di mana-mana. Bahkan ketika aku ke pasar, para pedagang yang menunggui dagangannya ikut membicarakan capres favoritnya. Salah satu percakapan yang kudengar dari salah seorang pedagang sayur begini: “Kalau capres yang katanya ganteng itu, pedulinya sama karyawan-karyawan. Kalau yang satu lagi, lebih peduli sama kita, orang kecil.” Gitu katanya.

Ya, memang untuk masalah copras-capres ini, aku tidak terlalu banyak bicara di FB atau twitter. Seingatku, kalau pasang-pasang tautan atau tulis komentar di FB atau Twitter, aku memang jarang. Tapi kalau chatting, yaaa beberapa kali lah.😀 Meskipun ngobrolnya dengan orang-orang itu-itu saja. Soal memasang tautan, aku merasa aku perlu berhati-hati karena di luar sana banyak kampanye hitam. Begitu pula ada tautan yang katanya begini, atau begitu. Aku merasa, kalau tidak tahu persis kebenarannya, tidak baik kalau aku ikut pasang tautan tersebut. Ya, itu pendapatku pribadi sih. Kalian boleh punya pendapat yang berbeda.

Dari awal aku sudah memantapkan pilihan bahwa aku akan memilih capres yang ulang tahunnya sama denganku.😀😀 *kode* Apa pun kata orang deh, aku lihat dia orang yang mau bekerja keras. Bukan orang yang tidak mau turun ke bawah atau tukang suruh. Karena apa? Karena aku paling tidak suka punya pemimpin yang hanya bisa menyuruh. Kalau tukang suruh, banyak yang mau. Dan bukankah para pejabat kita ciri khasnya begitu ya? Konon kabarnya begitu sih. Tapi rasanya aku jarang sekali melihat pemimpin yang mau berbaur dengan orang kecil. Jadi, sekali ada orang yang seperti itu, nah… itu bisa jadi teladan yang baik. Cocoklah kalau begitu.

Ngomong-ngomong soal capres ini, salah seorang yang biasa kuajak bicara tak lain dan tak bukan adalah suamiku. Yang kami bicarakan bukan melulu soal si capres ini begini, capres itu begitu. Satu hal yang biasa dikatakan suamiku adalah, demokrasi itu idealnya didukung oleh pendidikan yang baik bagi warganya. Kalau warganya masih bodoh, jangan salahkan kalau yang naik adalah pemimpin yang tidak baik atau hanya mau memikirkan kepentingan pribadi/golongannya sendiri. Selain itu, dalam demokrasi suara satu orang baik sama nilainya satu suara orang brengsek. Oke, dulu aku memang sering golput. Pas pemilu legislatif kemarin aku memang golput. Tapi untuk pemilu presiden besok aku tak ingin golput. Bagiku, kali ini suaraku penting untuk kuperjuangkan demi Indonesia yang lebih baik. Sampai tanggal 9 Juli besok, orang boleh ngomong apa saja soal capres favoritnya. Tapi pertarungan yang sebenarnya adalah tanggal 9 Juli nanti. Aku ingin memperjuangkan suaraku karena kali ini aku yakin dengan pilihanku dan aku tak ingin orang-orang brengseklah yang menguasai negara ini. Sekian.

2 thoughts on “Soal Copras-Capres

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s