Catatan

Beberapa waktu lalu, saat aku mencari amplop cokelat bekas, aku menemukan agenda harianku tahun 2012. Entah bagaimana agenda itu masuk dalam sebuah amplop bersama kertas-kertas catatan yang tak terpakai. Mungkin waktu itu aku menggolongkannya ke kertas tak terpakai lalu merencanakan untuk membuangnya. Ups! Aku membuka sekilas agenda itu. Isinya biasa saja. Hanya catatan harian soal aku ke mana, apa yang kulakukan, bertemu siapa, dll. Tapi kok aku merasa senang ya membacanya. Aku jadi teringat peristiwa yang kutulis itu. Bagi orang lain, catatan itu mungkin tidak penting. Aku pun sempat ingin menyingkirkannya. Tapi setelah aku membacanya lagi, aku memilih untuk menyimpannya. Toh agenda itu kecil. Tidak makan tempat.

Ada satu tulisan di agenda itu yang sempat membuatku takjub. Ah, berlebihan sih rasanya kalau kubilang takjub. Mungkin lebih tepatnya merasa mendapat semacam penguatan. Begini tulisannya:

Kehidupan (kadang kala) menghadirkan peristiwa kebetulan. Peristiwa itu bisa menyenangkan, bisa pula tidak. Entah seperti apa wujud peristiwanya, itu adalah hasil/buah keputusan kita di masa lalu atau hasil tindakan orang lain. Kiranya semua itu membawa kita pada kehidupan yang lebih baik. Semoga (aku yakin) cinta kasih Tuhan menyertai kita.

Aku bertanya-tanya, kok bisa sih aku menulis begitu? Kenapa coba? Apa pemicunya? Lupa. Haha. Tapi lumayanlah hasil perenunganku itu. *Memuji diri sendiri.*

Tahun ini aku juga punya agenda harian. Tapi aku tidak rajin mengisi tiap hari. Banyak bolongnya. Kadang kalau melihat catatan itu banyak bolongnya, rasanya kok menyesal ya. E, mbok aku ini agak rajin sedikit kenapa sih? Sudah punya agenda, kok tidak dimanfaatkan maksimal. Hanya mengandalkan ingatan. Jelas tidak akan bisa. Goresan pena lebih tahan lama ketimbang ingatan. Apalagi ingatanku ini memang payah. Tapi tahun ini aku membuat semacam buku harian. Agak berbeda dari agenda harian, karena isinya lebih lepas-lepas. Buatan sendiri pula. Aku hanya memanfaatkan kertas bekas yang baliknya masih kosong, lalu kujilid. Aku menuliskan beberapa pemikiran dan luapan perasaan di situ. Hmmm, lebih lebay sih isinya. :)) Itu juga tidak setiap hari aku isi. Tapi kalau isi kepalaku sudah penuh, aku biasanya menuliskannya di situ. Lumayan, bisa membuat enteng kepala dan hati. Selain itu, catatan tersebut bisa kubaca-baca lagi dengan mudah. Catatan itu adalah semacam tumpukan kenangan, semacam pengingat. Catatan itu menjadi penanda tentang pelajaran apa saja yang sudah kupetik.

Belakangan ini aku merasa membuat catatan itu penting. Yah, setidaknya bagiku sendiri. Di situ aku belajar untuk jujur terhadap diriku sendiri. Kadang aku sebal juga sih waktu membacanya ulang. Aku bertanya-tanya kenapa aku sebodoh itu, kenapa selemah itu. Tapi yaaa, manusia kan belajar to? (Aku jadi ingat kalimat dalam buku Broken Open yang pernah kubaca: “What lesson does your soul want to learn?” Aku merasa ini pertanyaan penting bagiku. Selama hidup di dunia ini, jiwaku mau memetik pelajaran apa?)

Tahun depan aku berencana akan meneruskan menulis catatan harian. Semoga besok aku lebih rajin mengisinya, jadi aku bisa belajar banyak. Ngomong-ngomong ada yang mau memberiku kado Natal berupa agenda 2014? Hahaha. Ngarep. :p

4 thoughts on “Catatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s