Teman di Hari Panas

Hari-hari belakangan ini Jakarta panas sekali. *Kalau hari ini, agak mendung sih.* Poool panasnya! Dan cuaca panas seperti ini sempat membuatku serbasalah. Mau buka jendela lebar-lebar, debu masuk. Apalagi kalau sore, jendela yang terbuka lebar membuat rombongan nyamuk masuk dengan gembira.

Hari yang panas ini membuatku mengubah jadwal mandi. Mandi sekalian siang, jadi pas sudah gerah banget, baru mandi. Segar! Lalu sebelum tidur, kadang kusempatkan mandi. Mandi sebelum tidur itu membuat tidur lebih nyenyak menurutku.

Salah satu aktivitas yang kusukai saat hari cuaca panas adalah… yak, tepat! Mencuci baju. Ini adalah kegiatan “bermain” air yang efektif. Dan lagi biasanya pas cuaca panas begini, tumpukan baju kotor lebih banyak karena lebih sering ganti baju. Banyak berkeringat soalnya.

Di saat cuaca panas, rasanya aku butuh teman yang pas. Di antaranya:

(1) Air cooler.
Orang Jakarta rata-rata punya AC di rumahnya. Tapi aku yang ndeso pol, tidak doyan AC. Kalau kena AC kelamaan biasanya jadi cumleng alias meriang. Kecuali kondisi yang memaksa, seperti misalnya mesti menginap di hotel atau melakukan perjalanan dengan kereta api ber-AC, aku lebih memilih pakai kipas angin atau air cooler (tapi jangan diarahkan langsung ke badan). Menurutku, air cooler saja sudah cukup buatku. Mungkin memang tidak sedingin AC, tapi buatku yang ndeso begini, cukuplah. Setidaknya tidak membuatku tidur lalu bangun bermandi keringat. Penginnya sih buka jendela, tapi mengingat keamanan dan kan katanya angin malam itu tidak terlalu baik untuk kesehatan, jadi ya begitulah adaptasinya.

(2) Air putih yang banyak
Yang ini jelas tidak bisa ditawar.

(3) Buah
Paling enak siang-siang makan buah yang sudah dididinginkan di lemari es. Terakhir aku selalu menyimpan pepaya dan buah naga di kulkas. Buah pepaya selalu jadi andalanku karena murah meriah dan mengenyangkan!

(4) Kaus “folklore”
Mungkin ini kaus tertua yang masih kupakai, mungkin sudah sekitar 20 tahunan umurnya. Kalau cewek, dia pasti sudah kuliah hihi. Ini kaus pemberian. *Mungkin yang memberinya saja sudah lupa.* Kaus ini mengikutiku sejak dari Madiun, Jogja, lalu Jakarta. Kainnya adem. Dulu sih suka kupakai pergi juga, sekarang sih dia jadi teman tidur saja. Sekarang kaus ini sudah ada beberapa bagian yang berlubang. Biar begitu, aku cinta banget sama kaus ini. Entah kenapa ya, sepertinya kaus yang sudah tua itu makin lama makin nyaman dipakai. Adem. Sampai sekarang belum ada keinginan untuk memensiunkan kaus ini. Masih enak sih buat tidur.

kaus "folklore" yang mengundang untuk kupakai.

kaus “folklore” yang mengundang untuk kupakai.

Kamu sendiri, punya kaus tua juga kah?

3 thoughts on “Teman di Hari Panas

  1. Kaus Tua ?
    Mmmm punya … putih polos … mereknya GT laki-laki … (hehehe)

    Yang jelas … teman di kala sumuk adalah … Teh Pu*** Har**
    (halah iklan melulu nih …)

    Salam saya Kris
    (sekarang sedang Hujan di tempat saya … meruarkan bau harum tanah yang menyegarkan …)

    tadi tempat saya sempat hujan sak crit, Om.🙂

  2. Kok bisa persis yang saya lakukan Mbak…
    Kalau musim kemarau, pagi hari biasanya dinginnya bukan main. Maka seringnya saya nggak mandi (cuma raup).
    Mandinya siang2an, pulang ke rumah sebentar sambil sarapan dan mandi.
    Trus mandi sorenya malam pas mau tidur.
    Badan nggak pliket dan jadi seger

    wah, ternyata nggak cuma saya yang kebiasaan mandinya berubah pas musim kemarau begini. mandi sebelum tidur memang enak, ya Pak.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s