Buku Favorit

Apa buku favoritmu? Aku sendiri kalau mesti menyebutkan buku favorit, agak bingung juga. Ada beberapa sih. Biasanya aku menyebut Para Priyayi dan Burung-burung Manyar. Kalau kamu tanya bagaimana cerita persisnya, aku lupa. Aku hanya ingat perasaan yang timbul setelah membaca dua novel itu. Tapi sebetulnya kalau berkaitan dengan perasaan, tidak hanya dua novel itu. Ada beberapa novel lain, di antaranya karya Jhumpa Lahiri.

Beberapa waktu lalu–sudah lama sih, benernya–Mbak Imelda memberiku satu buku, judulnya The Bridges of Madison County. Jarak antara ketika Mbak Imelda memberikan novel itu dan ketika aku membacanya pertama kali, agak lama. Kadang begitu deh “penyakitku”, mau baca buku, tapi eman-eman. Aku yakin novel itu bagus pas aku baca sekilas. Tapi ya gitu, mau baca kutunda-tunda, menunggu saat yang pas. Seingatku aku pertama membaca kali membaca buku ini ketika sedang dalam perjalanan ke Jogja. Pas baca pertama kali, hmmm… rasanya hatiku agak teraduk. Tapi nggak sampai mewek atau nangis bombay.😀

ini penampakan novelnya :)

ini penampakan novelnya🙂

Novel ini menceritakan kisah cinta seorang wanita, Francesca, dengan seorang fotografer, Robert Kincaid. Menurutku sih, cinta mereka serius. Sepertinya memang mereka itu menjadi belahan jiwa satu sama lain. Tapi akhirnya kisah mereka tidak bisa berlanjut karena wanita ini punya keluarga yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Buku ini cukup ringan, tapi mengesan. Menurutku, emosinya dapet deh!

Ceritanya, beberapa hari yang lalu, aku chatting dengan temanku, Joanna. Ngobrol ngalor-ngidul, dan sebagian isinya soal nostalgia ketika masih di Madiun dulu. Ah, ya … masa remaja kami dulu sepertinya memang menyimpan hal-hal manis. (Sambil nyanyi: “Terlalu manis untuk dilupakaaaan ….”). Sebagian cerita kenangan itu terbawa dan berlanjut sampai sekarang. Contohnya ya pertemananku dengan Joanna itu. Yang lain sih… off the record. Hihi. Apaan sih? Jadi, ceritanya sedang mengingat-ingat yang getir dan (melanjutkan yang) manis.

Dalam rangka nostalgia itu, kadang timbul perasaan-perasaan yang sulit dijelaskan. Sulit dipilah. Lalu, entah bagaimana siang tadi tanganku serta-merta mengambil novel pemberian Mbak Imelda itu lagi. Dan, aku mendadak tersentuh kembali. Entahlah, kali ini adukan perasaan yang kurasakan lebih dalam. Mungkin karena efek nostalgia.😀

Akhirnya, tadi sempat chatting dengan Mbak Imelda membahas novel itu. Kesimpulannya (berdasarkan novel The Bridges of Madison County): Cinta itu rumit; kadang kita tidak bisa mengikuti semua keinginan kita karena kita tidak hidup sendiri. Kadang kita bertemu dengan orang yang pas banget di hati, tapi karena kondisi, karena satu dan lain hal, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Ya, semacam cinta Francesca dan Robert Kincaid itulah. Meskipun hati mereka klik banget, meskipun pas ketemu mereka seperti menemukan “sigaraning nyawa” (belahan jiwa) satu sama lain, toh kisah mereka berjalan di tempat.

Buku ini akhirnya masuk ke jajaran salah satu buku favoritku… karena sanggup mengaduk perasaan.😀😀 Mbak Imelda, terima kasih sudah memberikan buku ini kepadaku.🙂

4 thoughts on “Buku Favorit

  1. Kembali kasih😀

    Biasanya kita akan suka pada satu buku, kalau kita menemukan persamaan kita dengan sang tokoh, atau jalan ceritanya. Tapi waktu aku membaca buku Bridges of Madison County itu, aku masih single, masih belum berpikir untuk menikah, masih sibuk-sibuknya bekerja dan bermain…. tapi aku menangis terisak-isak membacanya. Mungkin ya itu, aku merasa cinta Fransesca dan Robert itu “manis”. hehehe.

    Sedikit buku yang bisa membuatku menangis, tapi banyak buku yang katanya bisa membuat menangis orang-orang yang belum kubaca, atau aku hindari membaca. Karena menangis itu capek dan menguras energi hehehe. Karena itu aku selalu memilih Happy end romance😉

    Kadang di saat pengin nangis dan nggak bisa nangis, buku-buku yang mengaduk perasaan begini yang bisa membantu mengeluarkan air mata. :p

  2. Buku favorit… yang pertama, jelas Harry Potter😀 Yang kedua, kalau disuruh milih, mungkin Ender’s Game. Suka novel-novel fantasi… kalau dalam negeri, Edensor karangannya Andrea Hirata🙂

    Kalau aku kurang suka novel fantasi. Sukanya yang realis.🙂

  3. Aku sudah membaca buku ini. Ingat waktu Francesca mengantar Kincaid ke jembatan tua untuk mengambil foto. Habis itu mereka menghabiskan malam berduaan. Dan ingat juga kalau sebenarnya ini kisah nyata..Yang diminta tulis oleh anaknya Fransesca untuk mengenang cinta ibu mereka..Cinta yang manis dan langka🙂

    iya, cinta mereka manis banget!🙂 jadi pengen nonton filmnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s