Persiapan Lebaran

Tulisan ini telat tayangnya.šŸ™‚ Tapi daripada tidak ditulis sama sekali, masih mending telat kan? Minimal untuk catatan tahun depan–kalau aku masih di Jakarta dan nggak mudik.

Sejak tinggal di Jakarta, aku tidak ikut mudik saat lebaran. Sudah males duluan ketika mendengar dan membaca berita soal mudik. Mulai dari tiket yang mahal, kemacetan, kecelakaan di jalan, dan sebagainya. Lagi pula, aku bisa mudik selain masa lebaran dan … yang jelas aku tidak berlebaran. Mau mudik atau tidak, itu tidak penting. Selain itu, pas lebaran seperti ini kita bisa menikmati Jakarta yang agak sepi.

Beberapa minggu sebelum lebaran, beberapa kali aku mendapat pertanyaan: “Lebaran mudik nggak?” Jawabanku selalu tidak. Eh, sebetulnya aku sudah hampir ikut temanku yang pulang ke Madiun ding. Tapi setelah kupikir-pikir (membayangkan capeknya perjalanan naik mobil), rasanya lebih enak di Jakarta saja. Ketika tahu aku tidak pulang, aku sempat juga mendapat pertanyaan: “Besok gimana makannya?” Maksudnya, pas lebaran kan pasar sepi, penjual sayur ikut mudik. Lalu, bagaimana aku menyiasati sulitnya mencari makan?

Soal pasar yang sepi dan sulitnya mencari bahan makanan memang suatu masalah tersendiri. Tapi itu masih bisa diatasi. OK, pertama yang perlu kusiapkan adalah air minum. H-5 aku sudah beli persediaan air minum galonan. Sewaktu abang pengantar air minum itu datang, aku tanya ke dia kapan dia tutup dan kapan mulai beroperasi lagi. Waktu itu dia bilang hari Senin tanggal 5 Agustus, terakhir buka. Lalu mulai buka lagi tanggal 15 Agustus. Sip! Persediaan air minumku cukup (aku punya tiga galon AQUA, biasanya satu galon cukup untuk semingguan).

Persiapan kedua adalah bumbu dapur dan bahan makanan. Yang jelas, mesti sedia bahan makanan kering atau kalengan seperti mi instan, sarden, dan abon. Meskipun aku kurang suka makanan-makanan seperti itu, tapi tetap harus sedia. Daripada kelaparan, mending makan makanan kalengan. Selain itu, aku juga belanja sayuran yang agak banyak. Kemarin sih aku beli wortel dan buncis agak banyak karena dua sayur itu lebih awet. Oya, aku juga beli buah yang agak banyak, seperti pepaya, anggur, apel. Pokoknya penuhi kulkas!šŸ˜€ Soal sayur, pas pasar masih tutup, biasanya toko-toko swalayan besar yang ada di mal besar, sudah buka. Toko-toko itu persediaan sayurnya cukup lumayan, meskipun harganya lebih mahal daripada harga sayur di pasar, sih. Tapi tak apalah daripada tak ada sayur.

Persiapan ketiga, sebelum orang-orang mudik, tanya ke tempat makan langganan kapan mereka mulai tutup dan buka lagi. Jadi, aku tahu kapan bisa beli makan di luar dan kapan mesti masak sendiri.

Begitulah kira-kira persiapanku sebelum lebaran kemarin. Barangkali saat orang lain berkemas-kemas untuk berangkat mudik, aku sibuk belanja untuk memenuhi kulkas. Hehehe.

3 thoughts on “Persiapan Lebaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s