Yang Utama

Kemarin aku iseng ikut giveaway yang diadakan oleh temanku sesama penerjemah, Uci. Silakan mampir ke blognya kalau berminat. Awalnya aku tidak berminat ikut. Sepertinya aku cenderung malas kalau ikut lomba, kuis, dan semacamnya. Tapi entah kenapa setelah aku baca-baca komentar yang masuk di postingan giveaway itu, aku jadi tertarik. Iseng-iseng berhadiah. Tidak menang, juga tidak apa-apa. Buat rame-rame saja.

Jadi, ceritanya ada orang bernama Sophie, seorang ibu muda dengan satu anak yang tengah dilanda kegelisahan. Dia merasa bahagia sekaligus tak puas dengan hidupnya. Dia menyimpan sejumlah rahasia dan kekhawatiran yang selama ini hanya dipendamnya sendiri. Namun malam itu dia bertekad akan menceritakan semua kepada Jenny, sahabat karibnya. Sayang, sebelum niat Sophie terlaksana, dia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya. Berada di antara dua dunia, Sophie tahu dia seakan mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup orang-orang yang paling dia cintai dan paling mencintainya. Pertanyaan giveaway itu adalah: siapa yang akan kamu temui jika kamu mengalami nasib seperti Sophie? Ya, kira-kira begitu deh pertanyaannya. Serem? Pertanyaan itu diadaptasi dari sebuah novel yang akan menjadi hadiah bagi pemenang. Pertanyaan itu klise bukan? Dan mungkin sudah banyak cerita yang berangkat dari pertanyaan serupa. Tapi toh, pertanyaan itu masih selalu membuat kita merenung. Sebelum menjawab pertanyaan giveaway itu di kolom komentar, aku baca-baca dulu jawaban peserta yang lain. Menurutku, jawabannya kurang lebih senada. Banyak yang menjawab bahwa mereka ingin bertemu orang tua/kekasih/mantan/anak/saudara untuk mengucapkan terima kasih, maaf, atau mengungkapkan rasa sayang/cinta. Tiga hal itu yang mengemuka: terima kasih, maaf, dan cinta.

Membaca komentar-komentar itu, aku jadi teringat pada pengalamanku sendiri. Beberapa waktu lalu aku sempat merasa tidak enak dengan seorang teman. Mungkin masalahnya sepele. Tapi dari percakapan terakhir kami, aku merasa ada ganjalan. Ada perasaan marah, kesal, dan menyesal. Kupikir, perasaan itu akan hilang seiring berjalannya waktu. “Ah, nanti juga hilang sendiri. Lagi pula, kalau nggak kontak-kontakan sama dia, ya nggak masalah. Emang teman cuma dia aja? Emang dia yang kasih aku makan?” Lalu aku berusaha melupakan itu dan diam-diam mau mencoretnya dari daftar teman. Bodo, ah!

Tapi perasaan tidak enak itu terus mengganggu. Aku merasa kata-kata yang pernah kuucapkan kepadanya berupa sindiran yang mengutarakan kejengkelanku. Ya, aku kesal sekali. Tapi aku juga salah. Dan aku sadar, tidak sehat jika aku membiarkan masalah itu. Jadi, pada akhirnya aku memutuskan untuk meminta maaf lebih dulu. Entah pihak mana yang salah, bagiku tidak penting. Dan dari percakapan yang mengesalkan sebelumnya, aku jadi berefleksi cukup dalam. Jadi, aku perlu “berterima kasih” kepadanya. Sesudah itu, aku jadi lebih lega. Setidaknya aku sudah berdamai dengan diriku sendiri.

Kembali ke pertanyaan giveaway temanku tadi, aku berpikir bahwa barangkali yang penting di dunia ini adalah kasih. Dan kasih itu terejawantahkan lewat tiga hal mengemuka dari jawaban para peserta kuis: terima kasih, maaf, dan ungkapan sayang/cinta. (Mungkin kalau kepada teman, ungkapan cinta/sayang itu bisa diejawantahkan dalam bentuk sikap saling menghargai, saling menolong.) Tiga hal itu juga yang kurasa menyokong relasi yang baik. Untuk bisa mewujudkannya diperlukan sikap rendah hati, kemauan untuk berefleksi, kemauan untuk menahan diri, kejujuran, kemauan untuk saling memahami … apa lagi ya?

Yah, pada akhirnya aku semakin yakin bahwa hal-hal utama di dunia ini bentuknya bukan materi belaka.

7 thoughts on “Yang Utama

  1. Aku termasuk orang yang paling jago menyaikit hati teman hahahaha, tapi aku tak segan meminta maaf meski ia tersakiti atau tidak🙂 Tak apa, buktinya kawanku tetap dan bahkan tambah banyak hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s