Sekilas Cerita Liburan Akhir Tahun 2012

Menjelang hari kedelapan di tahun 2013, dan aku baru mau menulis? Astagah! Benar-benar pemalas yaaaa.

Oke, memang hawa liburan ini betul-betul membuai. Padahal niatnya nggak akan libur lama-lama. Libur apaan sih? Kalau freelancer, memangnya kenal musim libur seperti para pekerja kantoran? Sebetulnya enggak sih. Kalau pengen libur, ya libur. Kalau mau kerja, ya kerja. Susah amat sih? Niatnya, aku memang nggak libur-libur amat. Ya, libur … tapi sambil intip-intip kerjaan gitu deh. Tapi apa mau dikata. Dikelilingi orang-orang kantoran yang sedang liburan, akhirnya aku jadi agak susah intip-intip kerjaanku. Yeee, nyalahin orang lain.

Okeh dah … jadi, ceritanya tanggal 20 Desember yang lalu aku dan suamiku berangkat ke Jogja. Yeah, meskipun aku ini aslinya orang Madiun (dan ortuku juga masih tinggal di sana), aku cukup lama menghabiskan waktu di Jogja. Trus apalagi, Ibu dan Bapak akhirnya membuat rumah untuk aku dan kakakku di pinggiran utara Jogja. (Eh, sudah mangsuk Sleman, ding benernya.) Maksudnya, biar kami ini nggak ngekos, dan lagi pula waktu itu kami memang proyeksinya mau tetap di Jogja saja. Sekarang rumah itu ditempati kakakku dan istrinya. Tapi, tetep aja deh, rasanya seperti pulang kalau ke rumah itu. Kakakku bilang, rumah itu memang penghuninya cuma dua orang, tapi sebetulnya ada enam orang yang menguasainya. Horotoyoh! Maksudnya, enam orang itu kakakku dan istrinya, aku dan suami, serta Bapak dan Ibu. Jadi, di rumah itu ada barang-barang milik kami berenam!

Selama di Jogja ke mana saja? Aku biasa menjawab, “Di rumah saja.” Memang sih, nggak bener-bener ngendon di rumah. Yang jelas ya, ke gereja untuk Misa Natal. Trus sempat juga main ke pantai dengan Ata plus main ke Caty’s House-nya Bu Tutinonka dong!. Tapi aku merasa frekuensiku untuk ke kota tidak sesering biasanya. Malas, sih. Soalnya, Jogja macet sodara-sodara. Dan aku sudah cukup kenyang dengan kemacetan yang kualami di Jakarta. Biar para turis itu saja yang menikmati kemacetan Jogja. *Ngikik* Karena rumahku di daerah utara, maka kalau mau ke kota salah satu jalur yang kami tempuh adalah lewat Condong Catur (sekitar terminal Concat situ deh). Sejak musim liburan itu, perempatan Concat itu padat banget. Kalau tidak ada keperluan mendesak, aku tidak mau deh berlelah-lelah lewat sana. Kalau mau nyaman, berangkatnya pagi-pagi. Yaaa, paling cari gudeg gitu deh. Tapi, sebetulnya tanpa harus ke kota, kami bisa kok dapat gudeg yang rasanya lumayan. Yang jelas sih, kemarin aku paling-paling main ke rumah teman. Sempat juga ke Malioboro untuk beli abon. Tapi itu pun tidak lama, dan buru-buru pulang. Btw, pas ke Malioboro pun aku memarkir motorku di Panti Rapih, lalu lanjut naik bus kota jalur 4. Sumpah, aku males naik motor menembus jalanan Jogja yang padat. Meskipun uang yang kami keluarkan untuk transport lebih banyak (plus ongkos parkir dan bus), tapi aku tidak terlalu capek.

Suamiku sendiri kalau pulang ke Jogja sudah punya acara yang tidak bisa diganggu gugat: Mancing! Kebetulan rumahku tidak terlalu jauh dari pemancingan Ledok Gebang. Dan dia lumayan “kerasan” mancing di situ. Kata dia sih, petugas di situ tidak terlalu rese. Memang kalau dari segi harga makanan (kalau hasil pancingan dimasak di situ), harganya lumayan mahal. Tapi karena orang-orang di sana tidak rese, suamiku sih seneng-seneng saja. Malah waktu pertama kali datang kemarin, mas penjaga di sana tanya, “Kok lama nggak mancing ke sini, Mas?” Mungkin itu hanya pertanyaan basa-basi. Tapi sebagai pelanggan, suamiku merasa itu semacam bentuk sapaan yang hangat.

Pemancingan Ledok Gebang

Pemancingan Ledok Gebang

Okeh, kurang lebih begitu sekilas cerita liburanku. Mungkin kalau tidak kumat malesnya, aku mau membuat tulisan lain yang masih ada bau-bau liburan kemarin. Nah, sekarang saatnya bekerja kembali. Yuk!

5 thoughts on “Sekilas Cerita Liburan Akhir Tahun 2012

  1. malah enak liburan nyantai2 gitu ya… relaxing…πŸ™‚

    btw baru tau kalo di jogja juga macet…πŸ˜€

    iya, enak di rumah aja. nonton tivi, ngemil, dan tidur! jogja kalau libur sekarang maceeet!

  2. betul yogya macet banget sekarang.. kemarin desember juga ke sana. luar biasa macetnya… jadi lebih enak di rumah…

    dan kendaraan umumnya minim. semua orang naik motor/mobil pribadi. gimana nggak macet? makanya aku lebih milih di rumah saja. wah, kalau tahu kamu ke jogja, bisa kopdar tuh benernya.πŸ˜€

  3. Jeng Kris ini pyayi Jakarta yang aseli Madiun dan pidalem di Yogya, lengkap 3 propinsi Jeng. Tempat pemancingannya asri ya Jeng, kiat menyapa mas penjaganya semanak pula. Salam

    Saya di Jakarta cuma nebeng, Bu. Hehe. Saya lebih suka menyebut diri orang Madiun yang jatuh cinta pada Jogja.πŸ™‚

  4. Kamu inget dulu blogku sering pake nama Tunggonono? Tokoh aslinya bekerja di Ledok GebangπŸ™‚ Rahmat namanya.. entah sekarang masih kerja di sana atau tidak, tapi tempatnya memang hommie sekali.

    Happy new year, Menik!

    Happy new year, Don! Rahmat itu orangnya kaya gimana? Kalau dia masih di sana, kusebut namamu ya Don, biar dapet diskon.πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s