Bukan Rahasia

Beberapa waktu yang lalu aku menerjemahkan buku berjudul Broken Open, tulisan Elizabeth Lesser. Bukunya dalam bahasa Indonesia belum terbit sih. Aku sangat terkesan saat menerjemahkan buku ini. Buku ini berisi kumpulan kisah serta artikel-artikel pemikiran sang penulis. Yang ditulis tak hanya kisah Lesser, tapi juga kisah-kisah orang yang ia kenal di sekitarnya. Buku ini dalam buku aslinya memiliki subjudul: How Difficult Times Can Help Us Grow (Bagaimana masa-masa sulit menolong kita untuk bertumbuh). Jadi, kisah-kisah di dalamnya banyak membahas masa-masa sulit. Menurutku, kisah-kisahnya agak berbeda dengan buku kumpulan kisah yang banyak beredar. Kisah-kisahnya lebih dalam saat menyentuh hati.

Salah satu artikel yang ia tulis berjudul Open Secret (hal. 24) Ringkasnya, dia mengatakan bahwa kita semua punya rahasia, tapi sebetulnya tidak rahasia-rahasia amat. Bingung ya?😀 Begini, misalnya kalau kita bertanya ke teman kita yang baru saja pindah ke kota lain, “Bagaimana kabarmu? Kerasan di sana?” Teman kita ini kemungkinan akan menjawab, “Baik. Aku sudah kerasan kok.” Lalu, kita mulai bertanya-tanya dalam hati, “Kok dia baik-baik saja ya? Kok dia cepat sekali kerasan. Kok dia sepertinya tidak punya masalah?” Sementara kita, mungkin punya masalah yang buanyak! Punya beban pemikiran yang itu, yang ini, yang ono, yang inu … Punya masalah di tempat kerja, sama tetangga, sama teman dekat, sama orang tua, sama pasangan. Belum lagi kalau kita punya masalah kesehatan, perencanaan dengan masa depan, dan lain-lain. Pokoknya banyak!

Jadi, kita heran dong ya, kenapa teman kita ini baik-baik saja. Kenapa dia sepertinya selalu beruntung? Dan kita pun sedih.

Oke, itulah yang disebut Open Secret. Rahasia yang terbuka. Rahasia yang sebetulnya tak hanya kita miliki, tapi juga disimpan oleh banyak orang. Tapi, ya gitu deh, kita merasa kesepian dan sedih karena sepertinya kita sendiri yang memiliki beban hidup. Padahal, hidup itu kata orang Jawa “sawang-sinawang” atau saling memandang. Aku memandang si A, dan berpikir dia beruntung. Adapun A juga memandangku, dan melihatku baik-baik saja. Padahal aku dan A sama-sama punya masalah, tapi kami sok gengsi, tidak mau mengungkapkannya.

Nah, apa kata Elizabeth Lesser? Dia merujuk pada kata-kata Rumi bahwa begitu kita menerima masalah yang saat ini kita hadapi, maka pintu akan terbuka. Kita seringnya menggedor pintu kebahagiaan dan kebebasan dengan berbagai taktik yang manipulatif. Padahal, yang perlu kita lakukan adalah memulai dari pintu rahasia kita sendiri. Terimalah dirimu apa adanya. Tak perlu terlalu dramatis. Bagikan kemenangan, kegagalanmu dengan orang-orang di sekitarmu. Mungkin kegagalan dan kemenanganmu itu adalah hal yang sepele. Tapi saat kau membuka hati, orang lain kiranya tidak akan malu-malu untuk berbagi beban. Dengan begitu, kita akan saling menguatkan dalam menjalani hidup. Ini adalah PR besarku. Semoga aku bisa menyelesaikan PR ini dengan baik.🙂

Aih, serius sekali ya tulisanku.😀

8 thoughts on “Bukan Rahasia

  1. Tidak menutup diri adalah kuncinya…
    Ada yang harus ditutupi, tapi ada yang harus dibagi

    Betul Pak Mars. Kalau kita membukanya dengan tidak hati-hati, malah mungkin akhirnya tidak mengenakkan.

  2. Iya kita tuh sering ke-gr-an ya Mbak Kris..Kalau sedang punya masalah, kayaknya kita saja yang sengsara..Padahal yg namanya hidup, gak mungkin sepi dari masalah. Hanya saja memang tak semua orang mau menceritakan masalahnya. Kadang mereka gak percaya mengapa harus bercerita, kadang terlalu sukar untuk diceritakan, makanya jawab baik-baik saja…

    Ya, padahal tidak mungkin ya orang hidup tidak punya masalah. Hehehe. Mungkin pandangan positifnya, masalah yang dihadapi si teman, sudah bisa ditangani dengan baik.

  3. aku suka kok mbak tulisannya … serasa mataku dibukakan deh dgn tulisan ini, cuma kadang memang aku bukan orang yg biasa terbuka sama org lain utk cerita ttg kegagalan atau kesuksesan, rasanya gimana ya kalau nggak biasa

    Ya, tidak semua orang bisa berbagi cerita dengan mudah. Mungkin salah satu solusinya: nulis di blog😀

  4. Jadi bener dong ya papanya Po, Mr. Goose, “The secret recipe is… there is no secret.” Kalo kita terima diri kita apa adanya niscaya semuanya jadi terasa lebih ringan🙂

  5. Kalo aku sih… sering kali ragu utk “bongkar rahasia” krn takut org yg kita ajak bicara akan “bocor” ke orang-orang lain… dengan cerita yg belum tentu sama persis dg ceritaku… krn pasti akan ada bias…
    itu ceritaku.. .bagaimana ceritamu🙂

  6. aku selalu ditanya apa masalahku ketika pindah ke Jepang, dan selalu kujawab :”tidak ada”.
    Mungkin apa yang dianggap masalah utk orang lain, sama sekali TIDAK MENJADI MASALAH bagiku. Kacamata menganggap sesuatu itu masalah atau bukan, itu yang terpenting.

  7. Terimalah dirimu apa adanya.
    Senang dengan quote yang ini…

    Benar Menik, jika menerima apa adanya dan bersyukur atas apa yang kita miliki, maka hidup kita juga jadi tenang.

  8. Dalam!
    Kris, seperti kata temanku, tak ada satupun yang bisa melewati hidup ini dalam keadaan hidup-hidup.. so rileks dan benar katamu, “Wang sinawang”

    Juara tenan tulisanmu iki!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s