Obat Malas

Aku tidak ingat sejak kapan sandal dari busa itu mulai ada di teras belakang rumahku. Tepatnya hanya beberapa jengkal di pinggir depan pintu kamar mandi. Rasanya keberadaan sandal itu sudah masuk hitungan bulan–tak hanya hitungan minggu atau hari. Memang sudah lama sih kubiarkan dia ada di situ.

Sebetulnya aku sudah berencana untuk menyikatnya sejak sandal itu teronggok begitu saja di rak sepatu depan. Sandal itu sebenarnya adalah sandal khusus untuk di dalam rumah. Tapi apa daya, waktu itu ada yang mendadak memakainya untuk lari-larian di halaman. Ya sudahlah. Mau  tak mau harus dicuci kan? Masalahnya memang aku agak dongkol waktu itu pada si pemakai sandal itu. Wong di depan jelas-jelas ada beberapa sandal lo, kok ya dia itu pilih sandal yang duduk manis di dalam rumah. Benar-benar mau menambah kerjaanku saja. Jadi, ya begitulah. Campuran antara dongkol dan malas, menimbulkan penundaan yang tak ketulungan.

Tapi entah apa sebabnya, kok sekonyong-konyong, sore itu aku mengambil sandal yang tampak butut itu untuk kusikat. Mungkin aku sudah gemas dengan diriku sendiri. Dan ya begitu saja, rasa malas yang tercampur rasa dongkol itu akhirnya bisa kubabat dengan langsung menyikat sandal butut itu. Pokoknya sikat saja, bleh!

Setelah selesai menyikatnya, aku jadi tersadar, “Oo … jadi caranya membabat kemalasan itu adalah dengan mengerjakan apa yang selama ini kutunda-tunda.” Sesederhana itu, tampaknya.

Sekarang sepertinya begitu saja deh formula yang mau kupakai kalau aku mulai kumat malasnya dan mulai menunda-nunda melakukan sesuatu yang sebetulnya penting. Semoga ini tak hanya jadi tulisan. Setidaknya, tulisan ini jadi pengingat buatku kalau lagi malas. Hehe.

Nah, jangan malas lagi ya! (Ngomong sambil ngaca …)

 

8 thoughts on “Obat Malas

  1. jangan malas posting juga😀 Kalau sudah dibiasakan jangan ubah kebiasaan itu hanya karena rasa malas sedikit😉

    siap mbak imel! hehehehe. semoga nggak malas lagi🙂

  2. Menarik… aku adalah seorang penunda yang baik.. maksudku aku selalu menunda apapun hahahaha.. Tapi benar kata Imel, jangan malas posting!🙂

    aku juga penunda yang baik, Don. makanya tulisan ini sebetulnya lebih ditujukan ke aku sendiri. untuk mengingatkan hehehehe

  3. hahaa emang paling susah mengalahkan rasa malas ya… trus jadinya ditunda2 terus…😀

    iya, kalau nuruti malas, bisa bener-bener nggak dikerjain deh😀

  4. gue banget deh Nik he…he…,,
    aku itu juga males banget kerjaan nyikat2 seperti itu, apalagi nyikat keset kotor. … rasanya sih pengen dibuang aja … tuker baru .. apa daya kantong tipis he..he…

  5. Hahaha…saya lagi malas nulis….alasan sibuk..padahal sih asal mau menyediakan waktu atu jam sehari ya pasti bisa menulis.

    iya, Bu. kalau menyisihkan waktu satu jam seminggu kali juga bisa hehe.

  6. wah, aku juga sering nih kena penyakit malas dan menunda-nunda… alasannya banyaakkk… padahal ya simpel aja sih alasan utamanya: males.. hehehe

    samaaaaa! huh aku tuh sebel dengan sifatku yg satu itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s