Menginap di Mana Kalau ke Bandung?

Akhir pekan kemarin aku dan suamiku ke Bandung. Adik iparku menikah. Mama, Papa mertua datang. Bapak, Ibu, kakakku dan istrinya juga datang. Jadi, ramai-ramai kami berkumpul di Bandung. Pernikahan adikku itu tidak diadakan secara besar-besaran, jadi hanya keluarga dekat saja yang datang.

Beberapa minggu sebelumnya, aku dan suamiku sempat cari-cari hotel untuk menginap. Cari yang murah dan sederhana saja. Tapi kemudian, adik iparku memesan kamar di asrama biara Ursulin, asrama Providentia (kebanyakan orang menyebutnya Asrama Prova). Jadi, kami tidak jadi menginap di hotel.

Tidur di asrama dan menginap di tempat yang berhubungan dengan biara bukan hal yang aneh buatku. Toh waktu kuliah aku lima tahun tinggal di asrama yang dikelola oleh suster-suster CB. Dan waktu SD aku pun sekolah yang dikelola oleh suster-suster Ursulin. Waktu SD pun aku cukup dekat dengan seorang suster (guru agama), jadi kadang aku main-main ke biara juga. Cuma, ini baru pertama kali aku ke luar kota lalu menginap di asrama. Sempat terbayang di kepalaku aku akan tidur di tempat jadul. Haha. Aduh, segitunya ya?

Sesampainya di Bandung, setelah bermacet-macet ria di dekat tol Pasteur dan beberapa ruas jalan Bandung, aku pun sampai di Asrama Prova. Halamannya sepi, hanya kulihat sebuah mobil terparkir di halaman. Tapi pintu asrama yang besar itu tertutup. Sempat bingung juga, mesti gimana. Mau mengetuk pintu, jelas tak akan terdengar sampai ke dalam dong. Lalu aku menelepon Bapak yang sudah sampai terlebih dahulu. Bapak bilang supaya memencet bel lalu cari suster yang bertugas mengelola penginapan. Setelah ketemu suster, kami diantar ke kamar. Mertuaku sudah datang, begitu pula dengan orang tuaku serta kakakku.

Wah, aku kok langsung merasa kerasan ya saat melihat kamarnya. Aku kayaknya bener-bener anak asrama deh.πŸ˜€ Tempat menginap kami sederhana, tapi bersih dan rapi. Jadi, tempat menginap itu seperti rumah kecil dan di dalamnya terdiri dari beberapa kamar. Di bagian tengah ada meja besar untuk duduk-duduk bersama dan makan. Lalu ada kamar mandi, wastafel, dan kulkas kecil. Di dekat meja makan tersedia air minum (galon) plus beberapa bungkus kopi, teh, dan gula. Waktu mau mandi juga ada air panas. Ah, enak deh. Serasa di rumah sendiri.

Aku cukup suka menginap di sana. Tapi mungkin beberapa orang kurang suka karena kesannya biara banget. Dan kalau malam, jam 21.00 pintu sudah ditutup. Tidak seperti di hotel ya yang bisa keluar masuk jam berapa saja. Mungkin karena aku sudah terbiasa dengan suasana seperti itu, jadi oke-oke saja kalau ada peraturan semacam itu.

Taman di biara

Selain itu, masih menempel di kompleks Prova itu ada taman yang rapi banget dan luas. Sepertinya itu memang tamannya biara Ursulin. Hmm, sebenarnya di dalam Prova sendiri ada tamannya juga, tapi menurutku taman biara Ursulin masih jauh lebih rapi. Di taman yang luas itu ada makam suster-suster Ursulin. Makam itu juga diatur rapi. Ada satu makam gabungan (jadi satu nisan untuk beberapa suster; sepertinya ini untuk yang sudah lama sekali), dan beberapa makam tersendiri.

Aku pikir asrama ini bisa jadi salah satu alternatif tempat menginap di Bandung. Mungkin cocok untuk keluarga, karena suasananya benar-benar seperti rumah. Aku kurang tahu persis berapa tarifnya, tapi kurasa tidak mahal. Dan kalau pagi bisa dapat sarapan. Jadi pengin ke Bandung lagi deh … hehehe.

13 thoughts on “Menginap di Mana Kalau ke Bandung?

  1. Wah, bisa juga nih dijadikan alternatif kalo ke Bandung. Soalnya dari dulu pengen explore Bandung tapi ga pernah kesampean Mba, hehehe.. kalo pergi satu hari kan buru2 semua, males banget, mending nginep satu malam pas week end gitu

    Iya Clara, ini bisa jadi 1 alternatif tempat untuk menginap. Tapi kalau suka keluar malam, susah juga. Jam 9 malam sudah ditutup pintunya hehehe.

  2. Aku selalu merasa ‘kurang’ kalau ditanya apa aku puas mengeksplorasi Bandung! Bagiku, di luar kesemrawutannya sekarang, Bandung adalah salah satu kota ternyaman untuk ditinggali…

    Apalagi kalau bisa tinggal di daerah Bandung utara, Don. Penak hehehe. Eh aku ketemu mbak’e Om Yus lo neng kene…

  3. Mbak kris, biara itu memang ademπŸ™‚
    salah satu adik nenekku ada yang memutuskan jadi biarawati dan rasanya adeeeeeeeeem banget kalo berkunjung ke sana. Aih sejuk ya

    Memang adem dan tenteram, EkaπŸ™‚

  4. Hooooaaaaaaaa Mbak Kris, itu Prova sekolah ibu saya waktu SMP!!πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

    Ibu saya SMP di sana, lanjut ke SMAN 3 Bandung…😳

    Wah, Ibu besar di Bandung ya Sop? Asyik tuh!

  5. Suasananya enak banget ya…. teduh dan banyak pohon… asri sekali halamannya. Wah jadi pengen kesana. Itu kamarnya seperti apa dan satu kamar bisa buat berapa orang? atau satu ruang besar trus disekat2 gitu ya?πŸ˜€

    Ruangannya kaya rumah gitu. Ada lima kabar kira-kira. Nggak disekat-sekat kok… Sekamar minimal bisa buat 2 orang

  6. jadi ingat pernah masuk asrama di Katedral
    kawanku dulu tinggal di sana, sebetulnya nggak boleh bawa teman masuk, tapi karena cuma mau ngambil barang yang ketinggalan jadinya ngumpet2 deh

    sekarang udah nggak ada lagi asramanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s