Menang Lotere

Mari kita berandai-andai. Misalnya, kamu menang lotere yang banyaaak sekali, kira-kira uangnya mau kamu apakan? Bayangkan saja, uangnya banyaknya tak ketulungan, jadi kamu bisa hidup enak sampai tujuh turunan hanya dengan ongkang-ongkang kaki, tanpa kerja keras.

Aku tidak sedang menang lotere sih. Tetapi, ketika berandai-andai punya uang yang sangat banyak, aku mendadak jadi ingat satu hal saat aku lewat dekat Jalan Siliwangi, Bandung beberapa tahun yang lalu. Waktu itu aku dan suamiku sedang naik kendaraan umum, dan kami melintas di seputar jalan tersebut, lalu tampaklah deretan rumah-rumah lama yang masih bagus. Tak jauh dari salah satu rumah yang bagus itu, tampaklah gerombolan pepohonan yang berderet panjang. Pepohonan itu tampak tampak mencolok di tengah deretan rumah-rumah sebelumnya. Sepanjang ingatanku, gerombolan pepohonan itu luasnya cukup signifikan. Dan yang unik, letaknya tidak terlalu pinggiran kota. Jadi, pohon-pohon itu ibarat sebuah hutan di tengah kota. Suamiku bilang, hutan kecil itu milik keluarga A. Kasoem. (Aku tidak tahu persis apakah itu benar-benar milik keluarga A. Kasoem atau tidak. Aku berusaha googling mencari kebenaran informasi itu, tidak kudapatkan. Adakah yang bisa memberi informasi lebih jauh soal ini?)

Namun, ide soal hutan kecil di dekat rumah dan tak jauh dari pusat kota itu, menurutku keren sekali. Wow! Membayangkan punya hutan kecil bagiku rasanya lebih keren daripada punya mall ya? Hi hi hi … Hutan kecil yang sejuk dan memberikan kerindangan di sekitarnya itu terekam di kepalaku. “Betul-betul orang kaya, nih,” pikirku. Kaya dan punya taste bagus, begitu kesanku.

Yah, seandainya aku mendadak menang lotere, rasanya aku juga ingin membeli tanah yang cukup luas untuk kujadikan hutan kecil di dekat rumah. Atau malah beli satu pulau, seperti George (seorang tokoh Lima Sekawan) yang dibelikan pulau oleh ayahnya?πŸ˜€

Oya, sebelumnya aku akan membuat sebuah perpustakaan yang sangat bagus, di mana kita bisa mengakses semua buku yang ada. Semua boleh masuk, gratis, dan boleh membaca di situ sepuasnya. Yang jelas, aku tidak takut ada buku yang hilang, karena selalu mampu dan tak kesulitan untuk membeli gantinya.

Nah, kalau kamu jadi orang yang kaya mendadak, mau ngapain?

 

*Postingan tak penting ini dipicu karena tetangga yang tiba-tiba seperti menang lotere.

18 thoughts on “Menang Lotere

  1. Kalo jadi orang kaya mendadak, aku ingin menciptakan formula supaya aku kaya selamanya..πŸ™‚ Selebihnya tak perlu.. pokoknya cuma itu keinginanku hahaha

  2. Kalau menang lotere..pengin keliling Indonesia, kemudian keliling dunia, mengenal budaya masyarakatnya, dan bisa ditulis cerita perjalanannya….hehehe

  3. Benar. Hutan kecil itu milik keluarga A. Kasoem. Rumahnya sendiri tepat berada di atas hutan kecil tersebut. Tetapi bukan baru-baru saja rumah dan hutan kecil itu milik keluarga A. Kasoem. Sudah sangat lama sekali. Rasanya sejak kecil aku di Bandung, rumah dan hutan kecil itu sudah milik keluarga A. Kasoem. Dulu, di hutan kecil itu ada tulisan besar KASOEM seperti tulisan HOLLYWOOD. Tapi sepertinya sekarang sudah tak ada. Sepertinya. Nah, apakah sekarang masih milik keluarga A. Kasoem atau tidak, aku sudah tidak tahu lagi. Tetapi gara-gara postingan ini aku malah jadi penasaran: rumah itu masih milik keluarga A. Kasoem nggak ya…

    Kalau aku menang lotere dengan nominal tak terhingga? Weh, kalau itu sudah ada di dalam otakku sejak bertahun-tahun lamanya. Dan sepertinya kita tak jauh beda. Aku ingin membeli ranch yang sangat luas sekali. Seperti Neverland Ranch-nya Michael Jackson. Ranch-nya tidak dekat kota, tapi juga tidak terlalu jauh dari kota. Akan kubuat danau buatan di tengah-tengah ranch itu.

    Di sana akan kubangun padepokan seni, budaya, dan pendidikan. Orang boleh menggunakan semua fasilitas yang ada. Untuk menulis, melukis, teater, menari, musik, perpustakaan, pokoknya apa pun yang berhubungan dengan seni budaya. Akan rutin pula digelar pagelaran-pagelaran seni yang melibatkan masyarakat setempat. Seniman sudah tidak boleh pusing memikirkan biaya produksi. Yang harus mereka pikirkan adalah: bagaimana berkarya dengan baik dan bermanfaat bagi banyak orang (bukan bagi dirinya sendiri).

    Aku juga akan membuka sekolah gratis di mana gaji gurunya dibayar dengan honor bagus. Sehingga baik yang belajar maupun yang mengajar tidak lagi memikir soal uang. Taraf hidup mereka harus bagus. Sehingga yang ada di pikiran mereka hanyalah berkreasi dan berkarya dengan baik. Dan membuat hidup ini jauh lebih baik lagi.

    Oya, tak jauh dari sana mutlak pula kubangun rumah sakit kelas internasional. Agar orang bisa berobat gratis dengan kualitas tenaga medis yang mumpuni dan bergaji tinggi. Nggak perlu orang berobat ke Singapore. Aku juga akan menyediakan dana besar untuk berbagai penelitian medis. Agar dunia kedokteran di Indonesia maju dan berkembang pesat. Beasiswa jelas disediakan dalam jumlah tak terhingga.

    Nah, untuk itu semua harus ada orang yang bisa memastikan pada mereka, bahwa: uang sudah bukan masalah lagi. Siapakah orang itu? Ya akuπŸ˜€

  4. Kalau aku menang lotere dengan nominal gede banget, aku kepengen bikin panti asuhan, untuk menampung anak-anak dan bayi-bayi yang tidak diinginkan orang tuanya. di situ gizi dan kebersihan harus baik, dan kupastikan anak-anak itu nggak kekurangan. Panti asuhan itu harus juga bisa membekali penghuninya dengan ketrampilan (minimal bisa bersih-bersih kamar sendiri)…
    jadi, kapan aku menang lotere? πŸ™‚

  5. Beberapa tahun lalu, lebih kurang sepuluh tahun, Jalan Siliwangi Bandung itu masih sejuk, adem karena banyak pepohonan. Gak tau tau kondisi sekarang, karena sudah hampir lima tahun aku gak ke Bandung. Siapa yang tahu bagaimana pohon di jalan itu sekarang?
    Kalau aku jadi orang kaya, yang pasti kekayaanku aku gunakan untuk kemashlahatan umat, Amin.

  6. Kalau menang lotere? Pertama, tanya dulu, menangnya berapa? Menang sepuluh juta sama menang sepuluh milyar pasti mikirnya beda, kan?πŸ™‚
    Kalau menangnya besaaar sekali, rasanya aku sama seperti Nana, ingin membangun panti asuhan untuk anak-anak yatim, anak-anak yang tidak diinginkan orangtuanya, lebih khusus lagi anak-anak yang cacat sehingga kecil harapan ada yang mau mengadopsi mereka.
    Kalau itu sudah cukup, selebihnya untuk membuat rumah jompo, merawat orang-orang tua yang terlantar, tidak mempunyai keluarga, dan tidak mampu menolong dirinya sendiri.

    Tapi jujur, aku tidak pernah berpikir untuk menang lotere (lha wong beli lotere juga nggak pernahπŸ˜€ ).

  7. Mbak.. impianmu koq sama sih sama aku?
    Aku juga mauuuu punya pulau sendiri…
    Punya perpustakaan dan hutan kecil
    ah ya sama satu lagi sih aku mau punya ruangan yang luas buat nyimpen sepatu2 and tas2ku :p hehehe

  8. Kalau saya sich begini :
    1. 10 % Zakat + Shodaqoh
    2. 20 % Tabungan
    3. 30 % Bangun Usaha + Ciptakan Lapangan Kerja
    4. 20 % untuk Beli tanah yang luas tapi dalam satu kotakan
    5. 20 % bangun rumah disitu plus bangunan untuk pendidikan dan buat taman belajar
    Kalau masih ada sisa ya alhmdlh bisa masuk poin 2πŸ™‚

    he he he salam kenal Bu’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s