Tak Bakat Jadi Aktris

Rasa-rasanya aku tidak bisa menjadi aktris. Beneran. Apalagi kalau memang mau serius menekuni bidang itu; bukan sekadar aktris sinetron yang tak jelas itu. Yang sering wira-wiri di acara infotainment. Ah, enggak deh.

Dulu, waktu SMP aku pernah iseng ikut ekskul teater (atau drama, ya istilahnya waktu itu? Whatever lah!). Latihannya: disuruh jadi orang gila, tertawa ngakak, menangis, dll. Mendadak aku merasa terserang demam. Rasanya semua orang memandangku dengan tatapan siap untuk menertawakanku. Huuaa … serem! Memang idealnya semakin menjiwai, semakin baik. Tapi aku tak bisa. Otak dan perasaan tak bisa berjalan seiring untuk memenuhi permintaan itu.

Tapi dulu sempat juga ikut manggung dalam drama sekolah. Lupa aku, jadi apa. Lakonnya lupa. Walaupun lampu di barisan penonton dimatikan, tetap saja aku demam panggung. Lagi pula, aku tidak bisa menikmati bergaya aneh-aneh. Paling cuma senyum-senyum saja. Mana ada aktris kok cuma senyum? Nggak laku, nggak bayaran nanti.

Hari Senin lalu, aku menonton The Fighter. Awalnya aku agak kurang menikmati film ini. Pasalnya, kebagian tempat duduknya terlalu ke depan. Untungnya aku nggak pusing gara-gara menonton dengan layar terlalu dekat. Lalu, di depanku datang rombongan anak remaja (kayaknya). Agak ribut. Dan yang agak menyebalkan, satu orang yang duduk persis di depanku kepala dan jambulnya tinggi banget. Nasib deh jadi orang pendek. Hehe. Untung pula, suamiku mau tukeran tempat denganku. Dan untung suamiku jauh lebih tinggi, jadi dia tak masalah jika ada orang berkepala dan berjambul tinggi.🙂

Film ini tentang petinju. Wah, awalnya aku agak males menonton hal-hal yang berkaitan dengan tinju. Tapi suamiku bilang, film ini masuk nominasi Oscar. Okelah. Di awal, tampil tokoh Dicky Ecklund. Dan rasanya aku seperti pernah melihat pemain yang memerankan Dicky ini. Duh, siapa ya? Tapi pas menontonnya, aku sempat sebel tuh. Dicky ini kacau banget orangnya. Dia seorang petinju kawakan dan sebenarnya bertugas untuk melatih adiknya, Micky Ward, yang baru memulai karier sebagai petinju. Tetapi karena si Dicky ini suka ngobat (narkoba) dan hobby pacaran tak jelas, dia sering terlambat datang ke gym untuk melatih adiknya. Dicky pula yang membuat Micky akhirnya masuk penjara gara-garanya Micky bermaksud membela Dicky yang kelakuannya kacau. Menyebalkan bukan? Foto diambil dari sini.

tampang Dicky Ecklund yang "nggak banget deh!"

Tapi akhir film itu bagus. Terutama ketika Dicky sudah benar-benar berubah. Ah, mengharukan deh pokoknya! Silakan tonton sendiri filmnya (karena tulisan ini tidak bermaksud untuk mengulas film The Fighter).

Sekeluarnya dari bioskop, aku dan suamiku sepakat bahwa film itu memang bagus (banget). Trus, suamiku bilang, “Kamu kayaknya memang suka dengan filmnya Christian Bale, deh!” He? Siapa itu? Maklum, aku tidak maniak film. Jadi, tidak terlalu ingat dengan para pemain film, sutradara, dan semacamnya. “Dulu Christian Bale itu main di Public Enemy, jadi Melvin Purvis.” Oalaaahhh … Kenapa aku lupa dengan si Purvis yang cakep itu? Haha!

Dan sekarang, Christian Bale itu memerankan Dicky Ecklund, yang aduh, alamak! menyebalkan sekali awal-awal film. Tampangnya pun agak-agak gimanaaa gitu, dengan tubuh kerempeng, bayangan hitam di seputar matanya, lalu logatnya yang parah …. Ih, enggak banget deh!

Setelah menyaksikan The Fighter, aku lalu mencari-cari info soal Christian Bale. Penasaran! Dan sampailah aku pada kesimpulan seperti yang kutulis di paragraf pertama tadi.

Dari info di IMDB, aku mengetahui bahwa Christian Bale ini sudah memerankan beberapa film bagus. Dan di The Fighter, dia dapat bayaran rendah. Kok mau sih? Begitulah kalau seorang aktor yang benar-benar bagus. Dia sepertinya sudah bisa mengendus bahwa film ini memang bagus. The Fighter dapat 7 nominasi Oscar.

Bale tampak serius dalam menjalankan perannya. Dia benar-benar menguruskan badan agar badannya bisa sekerempeng Dicky Ecklund. Kabarnya dia makan sedikit banget. (Hah! Bagaimana kalau aku belajar padanya untuk menguruskan badan ya?) Selain itu, untuk menjiwai perannya, dia juga “rajin” menghilang selama berjam-jam. Di film tersebut digambarkan Dicky memang sering menghilang dan susah dicari. Untuk logatnya yang parah, dia juga berlatih keras. Dan yang kupikir edan adalah Bale ketika diwawancarai untuk suatu film yang dia perankan, dia akan memakai logat yang seperti dalam film yang dibintanginya itu. Jadi, logatnya berubah-ubah sesuai film. Biyuuuh! Kok bisa dia ingat ya? Kalau aku sepertinya bakal lupa deh. Hahaha! Memang tak bakat jadi aktris sih😀

Yang membuatku heran adalah, bisa-bisanya aku kagum berat pada Melvin Purvis, tetapi kesal pada Dicky Ecklund, padahal sama-sama diperankan oleh Christian Bale. Memang memoriku sempit. Tapi itu juga membuktikan bahwa Bale benar-benar bisa menjiwai tokoh yang dia perankan.

Aku belum menyaksikan film yang dibintangi Bale selain The Fighter dan Public Enemy. Tapi rasanya, aku akan mencermati film-film yang dia mainkan … Pokoknya, love you, Bale! Keren abis permainanmu! Foto diambil dari sini.

Christian Bale saat tampil cakep :p

Sumber tulisan: IMDB

NB. Terima kasih untuk Mbak Nova dan Mas Hendro atas traktiran nonton filmnya🙂

29 thoughts on “Tak Bakat Jadi Aktris

  1. Coba nonton the machinist, udah ada dvd nya.
    si Bale bukan cuma ceking doang disitu tapi kurus kayak tengkorak. Hebatnya, setelah itu dia main film jadi Batman si manusia kelelawar yang gagah berotot. Coba pikir, dari body tengkorak lalu beberapa bulan kemudian dia diet buat bikin badan berotot gagah, gila tuh si bale.

    • aku googling foto2 Bale waktu di film the machinist. iya, bisa kurus kering begitu. trus, pas jadi Batman, langsung berotot. gile beneeer! konsultan gizinya siapa ya? trus, istrinya Bale gimana tuh, suaminya badannya bisa melar mungkret kaya gitu? puyeng liatnya😛

  2. hello Mbak, Ida nih.. Heehee.. lucu deh baca tulisan mbak Kris. Soale aq jg pernah punya personal affair sama aktor di pelem gitu. Haha..! Maksudnya, pernah sampe niat banget cari tau karena terpikat oleh akting dalam sebuah dan atau beberapa film mereka. Bbrp aktor itu seperti James Marsden dan Mark Ruffalo. Sampe aq tulis juga ttg James di blog. Hahaha.. noraknorakbergembiradotcom deh pokoknya. Senang!🙂
    Btw, tahun depan kan Mr. Bale itu bakal jadi Batman. Menambah deretan aktor Inggris yang bermain sebagai pahlawannya Amerika setelah Superman nanti diperankan oleh Henry Cavill dan Spiderman oleh Andrew Garfield.
    “Engkau jagoanku… BATMAN!”… masih inget lagu anak2 yang liriknya kayak gitu Mbak? Ditunggu tahun depan, bakal datang lagi kok. Selamat menanti:)

    • hai hai Ida! senangnya dirimu bertandang ke sini🙂
      iya, kalau penasaran sama aktor, niat banget googlingnya ya! hahaha!
      kalau lagu anak2 itu aku masih ingat dong. kayaknya udah jadul juga tuh lagu itu.🙂

  3. Hehehe…saya juga nggak bakat jadi artis..
    Lha mau difoto lama aja udah bosen…..

    Nggak apae Kris, yang mau jadi artis masih banyak kok, mereka harusnya bersyukur kita tak ingin menyaingi mereka..hahaha….(lha siapa pula kita, kok jadi saingan artis?)

  4. Hehe.. saya suka dunia panggung.. sayang kadang saya emosional, jadi kalo sedang bete bisa langsung ketahuan mba Kris.. lah aktor panggung kan ga bisa begitu.. mukanya mesti kaya topeng :p

    • betul, aktor/aktris yang piawai mukanya mesti kaya topeng, tergantung dia memerankan apa. kalau nggak bisa, hancur deh filmnya😀

  5. selamat pagi

    kalo Christian Bale yg paling ngetop ya peran dia sebagai BATMAN pada 2 film terbaru Batman (2005, 2008) yg disturadarai Christoper Nolan.

    penasaran juga saya buat lihat film the Fighter,
    banyak dapat nominasi Oscar.

    di Golden Globe juga Mr.Bale dapat meraih penghargaan untuk aktor pendukung🙂

    terima kasih dan mohon maaf😮
    salam kenal yaa

    • halo, terima kasih sudah berkunjung kemari (dan sptnya tak ada yg perlu dimaafkan hehehe).

      saya kurang mengikuti film sebenarnya. cuma kadang ikut suami atau teman2 saja kalau mau nonton film bagus. baru mengamati Bale, ya karena nonton The Fighther dan dulu pernah nonton Public Enemy. nonton The Fighter, buat saya nggak rugi deh. menarik filmnya🙂

    • saya biasanya nonton kalau diajak suami atau teman sih, mbak. jarang pula kalau niat nonton sendiri gitu…🙂 suka sih benernya nonton, tapi kalau sendirian, kok rasanya nggak seru ya🙂

    • hehe, di sini sebenarnya saya lebih berniat mengulas Christian Bale sih. kalau mengulas film beneran, kurang bisa soalnya🙂
      film The Fighter menarik lo. nggak rugi deh!

  6. Kalau saya mungkin ada bakat jadi artis, tapi khusus untuk tokoh yang ekspresi mukanya datar … hehehe …😀
    Saya juga tidak begitu suka main peran, dan belum pernah ikut latihan teater atau yang semacamnya. Kalo nonton film, suka banget. Tapi ogah nonton sinetron di televisi Indonesia, soalnya lebay …😦

    Ohya, saya belum pernah nonton film Christian Bale. Menurut saya, Dustin Hoffman adalah aktor watak yang paling jempolan …🙂

    • saya latihan teater ya pas SMP itu saja Bu. itu pun sebentar karena rasanya kurang bisa menikmatinya😀
      sinetron Indonesia memang lebay selebay-lebaynya deh. saya (sama sekali) nggak suka sinetron sekarang. kalau sinetron dulu (zaman TVRI), saya lumayan suka.

  7. ..
    kayaknya mas Bale mulai terkenal sejak berperan di serial Tv Treasure Island..
    mungkin yg paling ngetop pas jadi bruce wayne di BATMAN beggins sama The Dark Knight..
    ..
    aku jarang ke bioskop Mbak, maklum wong ndeso..
    tapi soal film baru gak pernah ketinggalan, maklum tukang download.. hihihi..
    ,,

    • ow, tukang download ya? asyik tuh! nggak perlu bayar tiket bioskop dan nggak perlu beli pop corn yg agak mahal tapi nggak mengenyangkan. hihihihi…

  8. Wah, aku suka film juga ya.
    Itu sepertinya menjadi kegemaran yang mulai meredup buatku…
    Ditambah adanya berita ttg film hollywood yang masuk ke Indonesia..
    Wah main melupakan kegemaran ini deh

  9. eh saya juga nonton film itu.. ketika Christian Bale jadi kurus banget… tulang2 nya mpe keliatan semua.. sempat nggak ngenalin tuh…

    tapi mungkin begitu lah artis profesional.
    sanggup diminta apapun demi mengikuti jalan cerita..

    tapi bener deh, terlalu kurus tuh.. jadi nggak ganteng🙂

  10. Soal memerankan peranan, kalau perannya serius mungkin aku masih bisa. Asal mau. Tapi untuk menjadi artis? No way!
    Aku pernah dishoot untuk acara dokumenter, dan untuk scene jalan kaki aja aku harus ulang 4-5 kali hahaha. Capek. Bintang TV juga ogah. Suasana di studio TV itu benar-benar menegangkan, padahal aku orangnya tidak mudah panik. (Tapi sukses sih dalam acara 20 menit live “talk show” hehehe)

    EM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s