<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Writings</title>
	<atom:link href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com</link>
	<description>hanya sekadar corat-coret</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 04:02:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='blognyakrismariana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Writings</title>
		<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/osd.xml" title="My Writings" />
	<atom:link rel='hub' href='http://blognyakrismariana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengingat Manis di Dunia Maya</title>
		<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/25/pengingat-manis-di-dunia-maya/</link>
		<comments>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/25/pengingat-manis-di-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 01:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krismariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi yang biasa-biasa saja]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Mula Harahap]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[Syantikara]]></category>
		<category><![CDATA[Tabita Simawati Gunawan]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyakrismariana.wordpress.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya aku ingin melanjutkan cerita waktu aku ke Jogja akhir tahun lalu. Tapi ya &#8230; belakangan ini banyak hal yang terjadi. Awalnya hardiskku rusak. Data-data hilang. Termasuk beberapa pekerjaan dan beberapa arsip foto. Untung sebagian ada yang sudah kusimpan di &#8230; <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/25/pengingat-manis-di-dunia-maya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=489&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya aku ingin melanjutkan cerita waktu aku ke Jogja akhir tahun lalu. Tapi ya &#8230; belakangan ini banyak hal yang terjadi. Awalnya hardiskku rusak. Data-data hilang. Termasuk beberapa pekerjaan dan beberapa arsip foto. Untung sebagian ada yang sudah kusimpan di <em>flashdisk.</em> Kalau foto sebagian sudah aku unggah di FB. Aku teledor juga sih. Sebenarnya hati kecilku sudah mengingatkan agar menyimpan ulang semua pekerjaan di <em>flashdisk.</em> Tapi ya sudah. Untungnya pula pekerjaan yang mesti kuulang tidak sulit. Jadi cepat waktu mengerjakan ulang. Pokoknya dilihat positifnya saja deh. Hehehe. Kata temanku, pelajaran yang bagus mahal harganya. Masuk sekolah aja sekarang mahal banget kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Yang penting semangat tidak hilang kan? Itu yang penting dan selalu kuingatkan pada diriku sendiri. Jangan menyerah walaupun beberapa calon tulisanku hilang. Jangan mundur walaupun ada bagian pekerjaan yang hilang. Katanya sih, orang yang sukses itu orang yang selalu bangkit walau sudah gagal beberapa kali. Yay! (Tepuk tangan buat diriku sendiri.)</p>
<p>Lalu, aku flu nggak sembuh-sembuh. Sakit sembuh. Sakit sembuh &#8230;. Sampai bosen harus tidur terus. Sekarang sih sudah mendingan. Semoga nggak tepar lagi.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu aku dapat kabar ada seorang kakak asramaku dulu yang sakit, mengalami kondisi kritis, lalu akhirnya dipanggil Bapa. Sebenarnya aku tidak pernah kenal dan ketemu dia secara langsung. Angkatannya jauh di atasku. Kalau tidak salah sebaya dengan <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/10/26/sang-legenda/">Kak Mimi</a>. Tapi berkat grup Syantikara di FB aku jadi kenal dia. Namanya, <strong>Tabita Simawati Gunawan</strong>. Dia pernah juga menuliskan komentar di blogku, di halaman &#8220;yang di balik layar.&#8221; Siapakah dia? Dia seorang <a href="http://www.thejakartapost.com/news/2012/01/20/sima-gunawan-the-smiling-journalist.html?utm_source=twitterfeed&amp;utm_medium=twitter">jurnalis</a>, penerjemah, dan petarung yang tangguh dengan penyakitnya. Ada kanker yang bercokol di payudaranya. Tapi yang menarik adalah, dia tidak pantang menyerah. Lihat blognya di sini: <a href="http://ayomari.blogspot.com/">ayomari.blogspot.com</a>. Setiap kali aku membaca blognya, aku melihat keceriaan dan semangat pantang menyerah yang selalu ia tuangkan dalam tulisannya. Dia banyak bercerita tentang sakitnya, tentang kelemahannya sebagai manusia biasa, tetapi tidak ada kata menyerah. Kadang aku terharu membaca tulisan-tulisannya. Dan jujur saja Kak Tabita ini mengingatkanku pada sahabatku, <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/08/19/sms-yang-tak-terkirim/">Mbak Tutik</a> &#8230;</p>
<p>Aku kemudian berpikir, wah untung ya Kak Tabita menulis blog. Dan kurasa blog itu akan jadi warisan yang berharga di dunia maya yang selalu bisa dikunjungi setiap orang. Ngomong-ngomong soal warisan blog ini aku teringat pada alm. <strong><a href="http://mulaharahap.wordpress.com/">Pak Mula Harahap. </a></strong>Dia menulis blog juga semasa masih hidup. Coba tengok blognya di <a href="http://mulaharahap.wordpress.com/">sini</a>. Ceritanya lucu-lucu lo. Cerita tentang masa kecilnya. Dan dia jujur sekali dengan dirinya, termasuk cerita yang menurutku bisa memerahkan wajah. Tapi dia bercerita saja. Mungkin dia ingin dikenang sebagai seorang bapak, opa, paman, teman yang lucu dan ceria. Di bagian awal blognya, dia sudah merencanakan blog ini bisa jadi tempat peziarahan yang manis untuk mengenangnya. Dia menulis begini &#8220;Kalau para kekasih hati saya menziarahi makam saya &#8230; mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog saya ini.&#8221; Dia juga banyak membagikan pengalaman, pengetahuan/pemahaman yang ia miliki. Tulisan-tulisannya di blog sudah dibukukan oleh penerbit Gradien Mediatama, berjudul <strong>Ompung Odong-Odong.</strong> Buku dengan subjudul Membingkai Kenangan, Merangkai Makna itu menampung semua tulisannya, termasuk status-status beliau di FB. Aku selalu terhibur dan bisa terkekeh sendiri saat menelusuri buku ini. Memang sih, kalau mau gratis, bisa baca di blognya, tak perlu baca bukunya. Tapi entah kenapa ya, aku merasa perlu membeli buku ini. Untuk mengenang beliau. Agar bisa setiap saat menarik semangatnya. Agar bisa selalu belajar kejujuran dalam menulis&#8211;walaupun hanya tulisan di blog.</p>
<p>Hmmm &#8230; pada akhirnya aku mau ngomong apa sih? Apa pesan moral dari tulisan ini? (Halah, penting ya ada pesan moral? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) Walaupun aku kurang suka dengan embel-embel pesan moral, aku cuma mau mengingatkan pada diriku sendiri lewat tulisan ini. Semoga saja hal ini juga ada gunanya untuk kalian, para pembaca blogku. Begini, pertama dari tulisan ini aku mau mengingatkan diriku sendiri supaya pantang menyerah. Walaupun ada penghalang, tetap maju terus. Entah penghalang itu berupa penyakit, kerusakan alat, cuaca, dan teman-temannya, terus maju ya. Jangan berhenti dan kecil hati. Kedua, menulislah! Bagikan semangatmu, bagikan pengalamanmu, bagikan pengetahuanmu. Untung lo sekarang ada blog. Bisa ngeblog gratis pula. Tidak perlu menunggu dimuat di koran. Walaupun kalau di koran kita bisa dapat honor, tapi orang menulis untuk berbagi tidak perlu diiming-imingi honor dulu kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Apa yang kita tuliskan dapat menjadi hal berharga yang bisa dinikmati orang lain. Jadi, mari kita ngeblog &#8230; Yuk, <em>mareee!</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyakrismariana.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyakrismariana.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyakrismariana.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyakrismariana.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyakrismariana.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyakrismariana.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyakrismariana.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyakrismariana.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyakrismariana.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyakrismariana.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyakrismariana.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyakrismariana.wordpress.com/489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyakrismariana.wordpress.com/489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyakrismariana.wordpress.com/489/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=489&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/25/pengingat-manis-di-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e854d49399b2975ba3610459066629a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">krismariana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Sekantong Sayur, Terima Kasih, dan Selamat</title>
		<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/14/cerita-sekantong-sayur-terima-kasih-dan-selamat/</link>
		<comments>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/14/cerita-sekantong-sayur-terima-kasih-dan-selamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 14:50:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krismariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia di sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[green radio fm]]></category>
		<category><![CDATA[menyimpan sayur]]></category>
		<category><![CDATA[sarongge]]></category>
		<category><![CDATA[sayur organik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyakrismariana.wordpress.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu temanku, Mbak Melani, mengabariku lewat FB bahwa dia akan diwawancarai Green Radio pukul 15.15 sore. Menjelang pukul 15.00 aku sudah mengganti saluran radioku ke saluran 89.2 FM. Ternyata dia diwawancarai seputar aktivitasnya: tentang sayuran organik. Mbak &#8230; <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/14/cerita-sekantong-sayur-terima-kasih-dan-selamat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=484&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu temanku, <a href="http://www.facebook.com/melanilaksmono?ref=ts">Mbak Melani</a>, mengabariku lewat FB bahwa dia akan diwawancarai <a href="http://www.greenradio.fm/">Green Radio</a> pukul 15.15 sore. Menjelang pukul 15.00 aku sudah mengganti saluran radioku ke saluran 89.2 FM. Ternyata dia diwawancarai seputar aktivitasnya: tentang sayuran organik.</p>
<p>Mbak Melani sudah kira-kira satu tahun berbinis sayur organik. Kebunnya ada di Purwakarta, seminggu bisa panen dua kali. Dia biasanya menjual langsung kepada konsumen dan kalau tidak salah ke kantor-kantor di sekitar Sudirman, Jakarta. Hasil panennya macam-macam, di antaranya bayam, selada, pok cay, sawi. Intinya yang dijual adalah sayuran yang bisa ditanam di dataran rendah. Selain dari hasil panen kebunnya, dia juga bekerja sama dengan kebun sayur organik di Sarongge. Jadi, untuk sayur dataran tinggi seperti wortel, Mbak Melani mengambil dari Sarongge.</p>
<p>Nah, setahuku kebun sayur Sarongge ini binaan dari Green Radio. Jelasnya bagaimana, aku masih kurang tahu. Mungkin kapan-kapan aku perlu menanyakannya lebih lanjut soal ini.</p>
<p>Dari wawancara itu aku tahu bahwa Green Radio juga menjual sayuran organik hasil panen dari Sarongge. Karena langsung dari petani, sayur organik yang dijual di Green Radio ini harganya bisa lebih terjangkau dibandingkan harga sayur di supermarket. Ini berita menyenangkan buatku. Kenapa? Karena jarak rumahku dengan Green Radio tidak terlalu jauh. Cukup naik metromini 46 satu kali, paling lama 30 menit sudah sampai (itu biasanya metromininya plus ngetem dan jalanan macet sedikit). Jadi, bisa dapat sayur organik yang cukup murah tanpa terlalu bercapek-capek mengarungi lalu lintas Jakarta.</p>
<p>Besoknya, aku mau jalan pagi supaya kena matahari pagi. Jakarta mulai dingin sekarang dan sering hujan. Jadi, saat kulihat matahari pagi lumayan hangat, aku memutuskan keluar rumah. Kebetulan saat itu aku bertemu tetangga depan rumahku, <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1470772741&amp;ref=ts">Mbak Hanny</a>. Mbak Hanny ini suaminya bekerja di Kbr 68H (masih saudara dan satu kompleks dengan Green Radio). Sekalian kan aku tanya-tanya soal sayur organik. Ternyata pas betul, hari itu adalah jadwal pemesanan sayur organik (dari Sarongge) di kantor suaminya. Aku minta dikirimi email tentang daftar sayur yang akan panen lengkap dengan harganya. Siang itu juga aku pesan. Wah, benar-benar bisa memborong sayur organik. Yang kupesan: bit (1kg), jagung manis (2kg), buncis (1/2 kg), selada (1/2 kg), bayam (1/2 kg). Total harganya Rp 69.000. Dan semua itu bisa nitip ke tetangga. Jadi, aku tinggal ambil di depan rumah saja. Hehe. Asyik kan?</p>
<p>Sayur-sayur itu semuanya kuterima kemarin malam. Wah, ternyata banyak banget. Satu tas plastik besar. Semuanya sudah bersih. Bisa bikin salad tiap hari nih! Yang kelihatan banyak banget adalah selada dan bayam. Aku berani pesan bayam agak banyak karena beberapa waktu yang lalu aku dapat contekan dari Mbak Imelda cara menyimpan sayur supaya awet di <a href="//imelda.coutrier.com/2011/11/29/serba-besar/)">sini</a>. Untuk bayam, bisa ditaruh di <em>freezer</em> setelah dikukus sebentar dan dimasukkan ke dalam wadah tertutup atau plastik. Lalu, selada aku simpan di dalam kertas cokelat. Walaupun katanya sayur organik cenderung lebih awet disimpan, sepertinya selada ini mesti segera kami konsumsi, deh. Kebetulan aku senang makan salad. Jadi mungkin akan cepat habis juga hehe. Buncis sebelum masuk kulkas, kubungkus dengan kertas koran. Dulu waktu belum tahu cara menyimpan sayur supaya tidak mudah busuk, aku tidak berani beli banyak sayuran hijau. Kadang kalau sudah terlanjur beli, kusimpan masih dalam plastiknya. Tapi ternyata dengan dibungkus koran, sayuran jadi lebih awet.</p>
<p>Lewat tulisan ini aku mau berterima kasih, pertama pada Mbak Melani yang sudah memberi tahu aku bahwa dia akan diwawancara&#8211;dengan begitu aku bisa dapat sayur organik dengan harga terjangkau. Kedua pada tetanggaku, Mbak Hanny dan Mas Doddy, yang memberi info lebih lanjut soal sayur organik di Green Radio dan membawakannya untuk kami. Yang ketiga, terima kasih pada Mbak Imelda yang lewat blognya sudah berbagi cara menyimpan sayur. Dan hari ini Mbak Imelda ulang tahun. Jadi, terima kasih dan selamat ya, Mbak. Semoga Mbak Imelda sehat-sehat jadi bisa terus rajin nulis di <a href="http://imelda.coutrier.com">Twilight Express</a>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_485" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/imelda.jpg"><img class="size-medium wp-image-485" title="imelda" src="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/imelda.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Selamat ulang tahun, Mbak Imelda ...</p></div>
<p>Ngomong-ngomong pernahkah kamu mengonsumsi sayur organik?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyakrismariana.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyakrismariana.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyakrismariana.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyakrismariana.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyakrismariana.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyakrismariana.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyakrismariana.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyakrismariana.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyakrismariana.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyakrismariana.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyakrismariana.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyakrismariana.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyakrismariana.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyakrismariana.wordpress.com/484/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=484&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/14/cerita-sekantong-sayur-terima-kasih-dan-selamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e854d49399b2975ba3610459066629a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">krismariana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/imelda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">imelda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kopdar (Pertama) di Jogja</title>
		<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/10/kopdar-pertama-di-jogja/</link>
		<comments>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/10/kopdar-pertama-di-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 13:27:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krismariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekadar cerita]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Caty's House]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[kopdar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyakrismariana.wordpress.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang sudah kuceritakan sebelumnya, aku janjian dengan Septarius (Ata), sang mbaurekso Caty&#8217;s House (iya, kan Bu Tuti?) akan ke sana pada hari Senin tanggal 19 Desember. Janjinya, aku dan suamiku akan ke sana pukul 11. Oke, jadi aku masih &#8230; <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/10/kopdar-pertama-di-jogja/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=477&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah kuceritakan sebelumnya, aku janjian dengan <a href="http://septarius.wordpress.com/">Septarius</a> (Ata), sang mbaurekso <strong>Caty&#8217;s House</strong> (iya, kan Bu <a href="http://tutinonka.wordpress.com">Tuti</a>?) akan ke sana pada hari Senin tanggal 19 Desember. Janjinya, aku dan suamiku akan ke sana pukul 11. Oke, jadi aku masih ada waktu untuk ke bank paginya.</p>
<p>Pagi aku berangkat dari rumah ke bank sekitar pukul 09.00. Belum sampai di perempatan Condong Catur (dari arah utara, dekat terminal) jalanan maceeeet! Astaga! Ini seperti bukan Jogja yang kukenal. Aku mencoba lewat jalan kecil, tapi percuma. Semua jalur penuh dengan kendaraan. Ada apa ini? Apakah ada kecelakaan? Dan ternyata ini cuma macet karena banyaknya kendaraan. <em>Duh biyung!</em> Macetnya Jakarta jangan sampai pindah ke Jogja dong!</p>
<p>Akhirnya aku sampai ke bank juga di daerah Gejayan. Setelah mengurus ini itu, aku lalu mampir ke toko Merah. Ini toko andalanku kalau mau cari alat tulis. Harganya bagus dan barang-barangnya lengkap. Ukuran lengkap ini bagiku lo, ya. Kan yang aku cari paling kertas, buku tulis, alat tulis, atau tempat pensil. Sekeluarnya dari toko Merah, ternyata sudah hampir pukul 10.30. Wah, padahal aku mesti belanja sabun. Keburu nggak ya kalau mau ke Caty&#8217;s House pukul 11.00? Aku berniat sms Ata kalau sepertinya akan terlambat. Tapi ya ampun, aku lupa bawa hp! Suamiku yang bawa hp, tapi dia kan tidak menyimpan no hpnya Ata. Ya sudahlah. Semoga telat tak apa. Sementara itu aku mesti ke toko lain untuk mencari sabun serta beberapa kebutuhan rumah. Belanja selesai, aku langsung pulang.</p>
<p>Sampai rumah sudah pukul 11.30-an. Wah, benar kan telat janjiannya. Tapi untunglah pas aku lihat hp, ada sms dari Ata yang mengatakan supaya aku datang pas jam makan siang saja, sekitar pukul 12. Oke deh. Jadi, aku bisa duduk-duduk di rumah sebentar.</p>
<p>Pukul 11.50 aku berangkat dari rumah dengan suamiku ke Caty&#8217;s House. Tak lama aku pun sampai. Caty&#8217;s House ini mudah dicari. Ancer-ancernya Jakal km 9, sebelum lampu merah Gandok yang kalau ke kiri ke Merapi View, ada persewaan game online: Nol. Nah, sampingnya ada perumahan. Masuk situ deh. Caty&#8217;s House sudah kelihatan kok dari jalan raya. Aku lupa mencatat alamatnya, yang kuingat hanya nomornya A-3. Tapi bagi yang mencarinya, tak usah khawatir karena ada satpam di depan kompleks yang kurasa pasti tahu <em>guest house</em> punya Bu Tuti ini.</p>
<p>Aku langsung bisa mengenali Caty&#8217;s House&#8211;karena sudah sering lihat fotonya di blognya Bu Tutinonka. Dan pas kami mengebel rumahnya, Bu Tuti langsung keluar.</p>
<p>Kami masuk ke ruang tamunya yang rapi. Ata sudah menyiapkan empat gelas es. Slruuup &#8230; cocok untuk siang yang panas. Kata Bu Tuti, es itu sudah dinamai Uda Vizon, Es Blogroll. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Ada-ada idenya. Rasanya? Enak dong. Bahkan saking enaknya, aku lupa memotretnya. Kalau menurut feelingku, es ini mirip es soda gembira, tapi oleh Ata diberi campuran buah. Jadi makin segar saja rasanya.</p>
<p>Tak lama Bu Tuti mengajak kami makan siang. Rupanya Ata sudah menyiapkan nasi goreng buat kami. Memang jamnya pas. Pas lapar, jadi tawaran makan siang pun jadi pas. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_478" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/caty-house-4.jpg"><img class="size-medium wp-image-478" title="caty house 4" src="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/caty-house-4.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">nasi goreng plus-plus</p></div>
<p>Sambil menikmati sajian di Caty&#8217;s House, kami mengobrol. Yang aku ingat, bahan obrolan kami adalah soal pemilihan walikota Jogja beberapa waktu yang lalu. Lalu juga aku cerita soal kemacetan yang kualami pagi tadi. Memang Jogja semakin padat sekarang. Susahnya di Jogja ini, kendaraan umumnya sangat kurang dan tampaknya memang kurang diminati. Masyarakat masih suka naik kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil. (Aku sendiri kalau di Jogja ke mana-mana naik sepeda motor karena sama sekali tidak ada kendaraan umum yang lewat dekat rumahku. Dulu sih ada, tapi sudah lama sekali tidak beroperasi.) Hal seperti ini semestinya tidak boleh dibiarkan. Ruas jalanan tidak akan cukup menampung kendaraan umum kan? Sementara itu, orang semakin banyak dan semakin mudah membeli kendaraan pribadi. Kalau dibiarkan Jogja bisa saingan macetnya dengan Jakarta sekarang. Hiii, serem! Semoga pemimpin yang sekarang terpilih juga memikirkan soal kendaraan umum.</p>
<p>Perbincangan lainnya adalah soal Caty&#8217;s House itu sendiri. Walaupun terbilang baru, Caty&#8217;s House ini sudah cukup ramai loh. Bahkan untuk libur Natal dan tahun baru ini, sudah dibooking. Setiap hari sudah nolak-nolak tamu. Kurasa ini pasti juga karena guest house ini lokasinya cukup mudah dijangkau, harganya standar, dan nyaman. Guest house ini cocok kalau untuk keluarga atau kalau kita mau menginap bersama teman-teman. Bisa ramai-ramai.</p>
<p>Menjelang pukul 14.30 kami pamit. Bu Tuti mesti beli pulsa listrik pra bayar. Oya sebelumnya aku sempat lihat-lihat Caty&#8217;s House sampai ke atas dan mengintip kamar yang ada di bawah. Nyaman tampaknya. Kalau blogger Jepang, <a href="http://imelda.coutrier.com">Mbak Imelda</a>, kapan-kapan mau ke Jogja tampaknya cocok tuh. Bisa untuk kopdar dengan banyak orang dan bisa menginap pula. Naaah &#8230; jadi kapan kopdarnya? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oiya, foto dulu sebelum pulang. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/caty-house-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-479" title="caty house 1" src="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/caty-house-1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="foto dulu sebelum pulang" width="300" height="225" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyakrismariana.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyakrismariana.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyakrismariana.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyakrismariana.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyakrismariana.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyakrismariana.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyakrismariana.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyakrismariana.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyakrismariana.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyakrismariana.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyakrismariana.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyakrismariana.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyakrismariana.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyakrismariana.wordpress.com/477/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=477&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/10/kopdar-pertama-di-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e854d49399b2975ba3610459066629a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">krismariana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/caty-house-4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">caty house 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/caty-house-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">caty house 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tulisan Pertama Tentang Hari-hari Pertama di Jogja</title>
		<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/05/tulisan-pertama-tentang-hari-hari-pertama-di-jogja/</link>
		<comments>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/05/tulisan-pertama-tentang-hari-hari-pertama-di-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 09:31:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krismariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekadar cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[libur akhir tahun 2011]]></category>
		<category><![CDATA[pantai Depok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyakrismariana.wordpress.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Ini tulisan pertamaku di tahun 2012. Hmm &#8230; bingung deh mau nulis apa. Kelamaan libur ngeblog, jadi pikiranku seperti terblokir juga. Hehe. Bingung apa dulu yang mau akan kuceritakan. Lumayan lama juga aku libur. Blog kulihat sekilas-sekilas saja, sekalian pas &#8230; <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/05/tulisan-pertama-tentang-hari-hari-pertama-di-jogja/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=471&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini tulisan pertamaku di tahun 2012. Hmm &#8230; bingung deh mau nulis apa. Kelamaan libur ngeblog, jadi pikiranku seperti terblokir juga. Hehe. Bingung apa dulu yang mau akan kuceritakan.</p>
<p>Lumayan lama juga aku libur. Blog kulihat sekilas-sekilas saja, sekalian pas ngecek email. Tapi aku jadi tidak mengunggah tulisan di blog sama sekali. Begitulah sindrom kalau keenakan di rumah. Ya, ya &#8230; akhirnya aku mudik (lagi) dari menjelang Natal sampai akhir tahun 2011. Aku berangkat ke Jogja hari Sabtu pagi, tanggal 17 Desember lalu dan baru kembali ke Jakarta tanggal 31 Desember. Dan selama itu aku benar-benar tidak menulis untuk blog ini. Rasanya kalau sudah sampai rumah tuh rasanya seperti berbaring di ranjang yang empuk, berselimut tebal, jadi malas bangun dan nulis. Hehehe. Kebiasaan buruk, ya! Jangan ditiru.</p>
<p>Aku mau cerita soal hari-hari pertama di Jogja. Semoga tidak jadi tulisan yang membosankan.</p>
<p>Aku sampai Jogja sudah sore. Mendung. Waktu keluar dari stasiun, aku agak bingung karena ternyata jalan keluar dari stasiun Tugu ke arah Sarkem mesti lewat terowongan. Loh, terakhir pulang ke Jogja (bulan Oktober) rasanya tidak harus lewat terowongan deh. Katanya aturan itu baru sebulan ini berjalan.</p>
<p>Sesampainya di luar stasiun, aku bingung lagi. Wah, mau naik apa ya? Aku mencoba menelepon sebuah armada taksi yang sudah kukenal, tapi ternyata tidak ada armadanya yang kosong. Mau naik taksi yang ada di sekitar stasiun, aku belum pernah. Entah kenapa ya kalau mau naik taksi di Jogja aku malah bingung. Kebiasaan naik motor kalau di sana, jadi malah kagok kalau mau naik taksi. Takutnya juga mereka nggak mau pakai argo atau dimahalin. Mau naik becak, jelas tak mungkin. Rumahku terlalu jauh, bisa-bisa pak becaknya minta aku gantian <em>ngontel</em>. Hehe. Akhirnya ada taksi kosong yang lewat. Walaupun belum pernah naik taksi dari armada itu, aku dan suamiku naik saja. Sebelumnya tanya dulu sih, mau pakai argo apa tidak. Aku tidak mau kalau tidak pakai argo.</p>
<p>Ternyata walaupun taksinya tidak bagus-bagus amat, sopirnya cukup halus dan kalem kalau menyopir. Beda banget dengan sopir taksi di Jakarta. Aku paling tidak suka kalau nyopirnya ngebut. Selain itu taksinya tidak pakai &#8220;argo kuda&#8221;. Tarifnya wajar. Aku sampai minta nomor hpnya kalau-kalau besok membutuhkannya. Pak sopir ternyata sudah sedia kartu nama. Jadi, kalau sewaktu-waktu kami butuh naik taksi, kan lebih gampang, begitu pikirku.</p>
<p>Malamnya aku berdua dengan suamiku beli mi jawa di daerah Minomartani. Itu mi jawa paling dekat dengan rumah. Biar hujan, demi mi jawa untuk menghangatkan perut, kami lakoni juga. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hari kedua aku di Jogja (Minggu), aku sms <a href="http://septarius.wordpress.com/">Septarius</a>, tanya, bisakah aku berkunjung ke Caty&#8217;s House? Jarak rumahku dengan Caty&#8217;s House cukup dekat. Naik motor kalau pelan-pelan paling 10 menit. Lagi pula jalannya cuma lurus-lurus. Dan aku mendapat jawaban aku bisa ke sana besoknya. Jadi, jadwal ke sana Senin, tanggal 19. Oke. Sip deh!</p>
<p>Lalu hari Minggu ngapain dong? Kakakku mendadak mengajak ke Pantai Depok. Aku sih sebenarnya seneng-seneng saja. Lagi pula memang tidak ada acara sepulang dari gereja. Cumaaaa, aku tidak kebayang naik motor kira-kira 1 jam. Biasanya di Jakarta naik angkot, eh sekarang suruh naik sepeda motor. Kalau jauh sebenarnya agak malas, sih. Cuma karena tergiur bisa makan ikan banyak-banyak sekalian lihat pantai, mau saja. Waktu berangkat cuaca agak mendung, tapi tidak hujan. Syukurlah, puji Tuhan. Sampai di sana, kami beli ikan dan minta dimasakkan di sebuah warung yang sudah jadi langganan kami. Kata kakakku warung itu cukup enak masakannya dibanding warung-warung lain. Di Pantai Depok memang ada pasar ikan. Jadi biasanya orang-orang akan belanja ikan, kepiting, udang, atau cumi yang masih mentah di pasar itu. Lalu belanjaan itu dibawa ke salah satu warung makan yang ada. Kadang ada pula ibu-ibu setempat yang mendekati para turis domestik pembeli ikan itu dan menawari mau memasakkannya. Sebenarnya sih mereka semacam calo untuk warung-warung makan itu sih. Kalau kami biasanya langsung ke warung langganan.</p>
<p>Sembari nunggu makanan jadi, aku main ke pantai. Suasananya ramai, karena selain itu hari Minggu, saat itu ada <em>Yogya Air Show</em>. Aku cuma melihat-lihat sebentar dan melihat para nelayan yang bersusah payah menarik perahu mereka ke darat.</p>
<div id="attachment_472" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/depok-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-472" title="depok 1" src="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/depok-1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Para nelayan sedang menarik kapal</p></div>
<p>Ah, tapi perut sudah lapar. Aku kembali ke warung, lalu kami pun menghabiskan hidangan sea food yang baru saja matang. Kenyang dan puas! Masakannya enak (dan kami selalu pesan supaya tidak pakai vetsin), ongkos masaknya pun juga terjangkau. Total kami berempat makan plus minum teh tawar, kelapa muda, dan soda gembira, kira-kira habis 100 ribu (ini dihitung sekalian beli ikan mentah sendiri).</p>
<p>Kalau pantainya sendiri biasa saja. Menurutku sih, tidak terlalu menarik ya. Di Depok pantainya berpasir cokelat/hitam, sementara aku lebih suka pantai berpasir putih. Aku sih, lebih suka pantai-pantai di Gunung Kidul. Tapi kalau ke sana kan lebih jauh lagi. Mana tahan naik motornya.</p>
<div id="attachment_473" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/depok-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-473" title="depok 2" src="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/depok-2.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Mainan di Pantai Depok. Pasirnya hitam.</p></div>
<p>Pulangnya kami berniat lewat jalan yang lebih sepi (tidak dilalui bus-bus besar). Kakakku cukup tahu jalan-jalan kampung. Kalau aku jalan sendiri, pasti kesasar deh. Pas setengah jalan, turun hujan lebat. Mau berhenti nanggung, akhirnya terus saja. Aku kedinginan di jalan, meski sudah pakai jaket dan jas hujan. Mendekati tengah kota, di sekitar Gedong Kuning, mendadak aku sakit perut pengen ke belakang. Ah, kupikir bisa ditahan. Paling karena kedinginan naik motor. Tapi ya ampuuun, sakitnya makin melilit. Aku buru-buru berhenti mencoba mencari toilet. Kupikir akan kujumpai SPBU di dekat-dekat situ. Tapi SPBU-nya masih dalam proses dibangun. Lalu aku mau mampir ke rumah makan. Eh, ternyata katanya toiletnya tidak ada kakusnya. Aduuuh. Gimana dong? (Dalam hati aku mikir, masak sih tidak ada kakusnya? Kalau orang-orang di rumah makan itu kebelet gimana dong? Padahal aku sudah mengatakan tidak keberatan kalau harus membayar jasa toilet.) Untung dekat situ ada RS Angkatan Udara. Aku buru-buru ke sana. Sampai di sana, RS-nya sepi dan kamar mandinya kotor (kontras dengan ambulans dengan mobil VW yang diparkir di halaman RS tersebut. Kalau mampu punya ambulans VW, bisa bayar karyawan untuk membersihkan kamar mandi dong?). Tapi ya sudahlah, namanya juga kepepet. Sudah bagus tidak diusir petugas karena mau nunut ke WC doang, haha.</p>
<p>Setelah itu, kami akhirnya pulang. Lega deh bisa sampai rumah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyakrismariana.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyakrismariana.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyakrismariana.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyakrismariana.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyakrismariana.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyakrismariana.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyakrismariana.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyakrismariana.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyakrismariana.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyakrismariana.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyakrismariana.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyakrismariana.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyakrismariana.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyakrismariana.wordpress.com/471/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=471&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2012/01/05/tulisan-pertama-tentang-hari-hari-pertama-di-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e854d49399b2975ba3610459066629a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">krismariana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/depok-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">depok 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2012/01/depok-2.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">depok 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Have A Little Faith: Kisah Hebat Dua Orang Sederhana</title>
		<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/11/have-a-little-faith-kisah-hebat-dua-orang-sederhana/</link>
		<comments>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/11/have-a-little-faith-kisah-hebat-dua-orang-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 11:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krismariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia di sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Have A Little Faith]]></category>
		<category><![CDATA[Mitch Albom]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[spiritualitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyakrismariana.wordpress.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya aku sudah agak terlambat mendapatkan buku ini. Sebenarnya aku sudah lama melihatnya dipajang di rak toko buku, tetapi aku selalu menunda membelinya. Kupikir aku akan mudah mendapatkannya. Tapi dugaanku keliru. Entah aku yang kurang teliti mencarinya di sela-sela buku, &#8230; <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/11/have-a-little-faith-kisah-hebat-dua-orang-sederhana/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=467&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya aku sudah agak terlambat mendapatkan buku ini. Sebenarnya aku sudah lama melihatnya dipajang di rak toko buku, tetapi aku selalu menunda membelinya. Kupikir aku akan mudah mendapatkannya. Tapi dugaanku keliru. Entah aku yang kurang teliti mencarinya di sela-sela buku, entah memang buku ini habis di toko, aku baru mendapatkan buku tulisan Mitch Albom ini dua tahun kemudian sejak dicetak untuk pertama kalinya dalam edisi bahasa Indonesia.</p>
<p>Aku kenal tulisan <strong>Mitch Albom</strong> yang pertama lewat bukunya <strong>Tuesday With Morrie (Selasa Bersama Morrie).</strong> Kakakku yang pertama kali membawa buku ini kepadaku. Dia bilang, buku ini bagus banget. Memang ada dua orang yang bisa benar-benar membujukku membaca buku tertentu: kakakku dan suamiku. Jadi, aku percaya saja waktu dia berkata begitu. Sejak mengenal Mitch dalam kisahnya tentang profesornya, Morrie, aku jadi membeli buku-buku Mitch yang terbit kemudian. Terakhir buku <strong>Have A Little Faith (Sadarlah)</strong> inilah yang kubeli kira-kira seminggu yang lalu.</p>
<p>Aku agak lama membaca buku ini. Pelan-pelan; karena aku takut buku ini cepat habis kubaca dalam sekejap. Buku setebal kira-kira 270 halaman ini sebenarnya kalau aku tidak ingat punya cucian kotor, terjemahan, dan mesti memasak serta nyapu-ngepel, bisa selesai yaaa 2 hari lah. Selain itu, entah kenapa ya, aku justru suka memelankan kecepatan bacaku kalau aku merasa buku tersebut menarik dan bisa membenamkanku.</p>
<p>Dan, sore ini aku selesai membacanya&#8211;dengan diiringi air mata. Huh, cengeng memang aku ini. Nonton film anak-anak yang lucu macam <a href="http://www.imdb.com/title/tt0096283/"><strong>Totoro</strong></a> saja aku sempet mewek kok, apalagi baca Have A Little Faith. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Sebenarnya yang membuatku menangis adalah mengingat buku ini mengangkat kisah nyata.</p>
<p>Dalam Have A Little Faith ini Mitch bercerita tentang Reb&#8211;<strong>Rabi Albert Lewis</strong>&#8211;dan seorang pendeta <strong>Henry Covington.</strong> Awalnya, Mitch diminta sang Reb untuk menyampaikan eulogi saat beliau meninggal. Mitch adalah seorang Yahudi, dibesarkan dalam tradisi Yahudi, tetapi dia akhirnya menikah dengan perempuan Kristen. Well, aku kurang tahu seperti apakah persisnya agama Yahudi itu dan bagaimana masyarakat di barat (Amerika) memandangnya. Tapi kalau kubaca dari buku ini, rasanya di barat (Amerika) semacam ada sinisme terhadap orang Yahudi. Yah, barangkali semacam pertentangan antar agama lah kalau di sini. Mungkin lo, ya. Tapi barangkali aku keliru. Mitch sendiri dalam perjalanannya menjadi manusia dewasa memiliki sinisme terhadap orang-orang beragama. Dia sendiri mengaku bahwa ketika ia masih kecil dan harus mengikuti pelajaran agama di sinagoga, dia merasa ingin lari dari Reb.</p>
<p>Awalnya aku mengira Reb ini orang yang tegas banget, kaku, dan kurang menyenangkan. Aku berpikir begitu karena kok Mitch ini pengennya lari melulu dari Reb. Tapi semakin ke sini, aku melihat kebalikannya. Aku merasa, Reb ini baiiiik banget. Aku bertanya-tanya dalam hati, &#8220;Ah, tokoh di buku kan memang suka dilebih-lebihkan. Mana ada orang yang baik banget?&#8221; Tapi aku beberapa kali mengingatkan diriku sendiri bahwa tokoh Reb ini memang pernah hidup. Namanya juga kisah nyata kan?</p>
<p>Jadi, untuk bisa menyampaikan eulogi saat Reb meninggal, Mitch akhirnya berusaha mengenal diri Reb dengan baik&#8211;selama delapan tahun terakhir hidup Reb. Mereka bersahabat. Barangkali seperti guru dan murid relasi mereka. Guru dan murid yang dekat. Dari kedekatan mereka itulah Mitch mengisahkan nilai-nilai yang dipegang Reb: soal kesederhanaan, menghormati orang lain yang punya keyakinan berbeda, mengasihi. Semua itu tak hanya dikhotbahkan Reb, tetapi dijalaninya dengan setia. Tampaknya mudah dan sederhana ya? Tapi kalau membaca detailnya, aku seperti malu sendiri. Beneran. Salah satunya tentang relasi Reb dan Teela Singh. Teela ini adalah perawat kesehatan Reb sekaligus teman belanjanya Ketika berkendara untuk ke sebuah tempat perbelanjaan, Teela biasa menyetel musik rohani Hindu dan Reb menikmatinya serta meminta syair lagu itu diterjemahkan untuknya. Teela biasanya akan menjelaskan soal reinkarnasi berkaitan dengan pandangannya. Reb kemudian akan mengajukan beberapa pertanyaan, lalu minta maaf karena tidak memahami banyak soal agama Hindu (hal. 169). Di situ terlihat Reb sangat menghargai keyakinan agama lain, dan dia tidak memaksakan orang lain menganut keyakinan seperti dirinya.</p>
<p>Sedikit berbeda dengan kisah Reb, kisah Henry Covington&#8211;seorang pendeta dari gereja <strong>I Am My Brother&#8217;s Keeper</strong>&#8211;dimulai dari masa muda Henry yang terlibat dalam banyak kejahatan. Dia pernah mengedarkan narkoba, merampok, dan berbagai kejahatan lain semata-mata demi mendapatkan banyak uang. Ia sempat masuk penjara, lalu kembali lagi ke dunia hitam. Tapi suatu peristiwa, setelah merampok bandar narkoba, ia lalu sadar. Bahasa rohaninya: bertobat. Kalau aku bilang sih, ia bertobat 100%. Ia meninggalkan kehidupan lamanya, lalu melayani para tunawisma. Ia lalu menjadi pendeta di gereja I Am My Brother&#8217;s Keeper tersebut. Agak panjang sebenarnya cerita lengkapnya (jadi, baca bukunya saja deh untuk lebih jelasnya). Banyak tunawisma yang diselamatkan oleh Henry. Ia memberi mereka tumpangan, pakaian, makanan. Padahal saat itu Henry juga kondisinya miskin. Tapi entah bagaimana, dia bisa saja memberikan diri untuk melayani para gelandangan itu.</p>
<p>Buku ini penuturannya mengalir. Ceritanya berganti-ganti, pertama cerita Reb, lalu cerita tentang Henry. Ceritanya banyak memasukkan percakapan. Yang menarik sebenarnya, dua orang itu&#8211;Reb dan Henry&#8211;tidak hanya bicara dan berkhotbah di atas mimbar, tetapi mereka menjalani hidup sesuai dengan keyakinan mereka, dan hal itu memberikan dampak yang luar biasa terhadap orang-orang di sekeliling mereka. Barangkali, seperti itulah kasih yang tulus. Dan satu hal lagi yang menurutku &#8220;hebat&#8221; adalah, keduanya sama sekali tidak pernah membujuk orang untuk berganti keyakinan. Tapi dari kehidupan mereka sendiri, aku yakin banyak orang yang akhirnya terpesona dengan keyakinan mereka. Juga, keduanya tak memiliki kebencian. Aku membayangkan, hidup Henry yang melayani para tunawisma itu pasti tidak mudah. Begitu pula Reb sebagai orang Yahudi, kurasa banyak orang yang memiliki praduga tidak mengenakkan terhadap dirinya. Tapi, mereka tidak membenci siapa pun. Heran deh. Setidaknya begitu yang ditulis oleh Mitch dalam buku ini.</p>
<p>Dan, ketika di akhir buku ini dikisahkan Reb meninggal. Hiks hiks &#8230; nangis deh aku. Rasanya seperti ikut kehilangan. Lebay ya? Hihi. Mungkin kalau dua tokoh ini hanya rekaan seperti halnya dalam buku fiksi, aku tidak akan begitu terpukau. Masalahnya, dua orang ini ada betulan (Henry masih hidup, sedangkan Reb sudah meninggal).</p>
<p>Buku ini membagikan banyak hal berkenaan tentang hidup dan spiritualitas. Kalau kubilang, pantas untuk dapat empat bintang (dari total lima bintang). Benar-benar memperkaya wawasan soal hidup; soal relasi dengan orang-orang di sekeliling kita.</p>
<p>Hmm, ngomong-ngomong buku terakhir apa yang kamu baca? Menarikkah?</p>
<p><a href="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/blog.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-468" title="blog" src="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/blog.jpg?w=300&#038;h=257" alt="" width="300" height="257" /></a>Data buku:</p>
<p>Judul bahasa Inggris: Have A Little Faith<br />
Judul bahasa Indonesia: Sadarlah<br />
Sub judul: Sebuah kisah nyata tentang perjalanan iman untuk menemukan tujuan hidup<br />
Penulis: Mitch Albom<br />
Terbit dalam bahasa Indonesia: November 2009 (cetakan pertama)<br />
Alih bahasa: Rani R. Moediarta<br />
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyakrismariana.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyakrismariana.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyakrismariana.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyakrismariana.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyakrismariana.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyakrismariana.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyakrismariana.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyakrismariana.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyakrismariana.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyakrismariana.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyakrismariana.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyakrismariana.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyakrismariana.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyakrismariana.wordpress.com/467/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=467&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/11/have-a-little-faith-kisah-hebat-dua-orang-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e854d49399b2975ba3610459066629a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">krismariana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/blog.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Tradisi Lagi</title>
		<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/10/bukan-tradisi-lagi/</link>
		<comments>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/10/bukan-tradisi-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 11:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krismariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi yang biasa-biasa saja]]></category>
		<category><![CDATA[gua Natal]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[pohon Natal]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi Natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyakrismariana.wordpress.com/?p=465</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sudah pasang pohon Natal?&#8221; tanya temanku lewat YM. &#8220;Belum. Eh, enggak ding.&#8221; &#8220;Kok enggak?&#8221; &#8220;Iya, sudah lama nggak pasang pohon Natal.&#8221; Sebenarnya memasang pohon Natal itu mengasyikkan. Pernik-perniknya yang mungil dan indah menimbulkan kegembiraan tersendiri saat memasangnya. Tapi aku dan &#8230; <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/10/bukan-tradisi-lagi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=465&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Sudah pasang pohon Natal?&#8221; tanya temanku lewat YM.</p>
<p>&#8220;Belum. Eh, enggak ding.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kok enggak?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, sudah lama nggak pasang pohon Natal.&#8221;</p>
<p>Sebenarnya memasang pohon Natal itu mengasyikkan. Pernik-perniknya yang mungil dan indah menimbulkan kegembiraan tersendiri saat memasangnya. Tapi aku dan keluargaku sudah lama menghilangkan tradisi memasang pohon Natal.</p>
<p>Aku tak ingat kapan mulanya tradisi itu hilang. Mungkin saat kakakku sudah bersekolah di luar kota. Dulunya sih, kami selalu memasangnya. Kebetulan di depan rumah ada pohon cemara. Jadi, kami memotong sebuah dahannya, dan memasangnya di sebuah pot besar di dalam rumah. Baunya khas sekali. Bau cemara. Wangi. Lalu, Bapak akan mengeluarkan kardus yang berisi hiasan Natal. Tak banyak yang kami miliki, hanya rumbai-rumbai dan lampu kelap-kelip. Kadang aku pengin juga punya pohon Natal plastik, seperti yang dimiliki oleh kebanyakan orang. Tetapi Ibu bilang, pohon Natal kami sudah cantik. Asli. Kalau yang lain kan buatan, begitu alasannya. Tapi memang pohon Natal dari plastik itu cukup mahal untuk ukuran kami waktu itu.</p>
<p>Dulu selain memasang pohon Natal, kami juga suka membuat gua Natal dari kertas sak semen. Kertas sak semen itu lalu dibentuk dan dicat cokelat serta kehijauan. Jadilah gua Natal. Sempat juga dulu Bapak membuat salju-saljuan dari sabun. Aku lupa campurannya. Yang kuingat hanyalah keasyikan dan kegembiraan saat membuatnya.</p>
<p>Sekarang, kami tidak membuat gua dan pohon Natal lagi. Entah ya, aku sendiri merasa hal semacam itu tidak perlu. Selain itu, beberapa tradisi lain seperti membeli baju baru pun sudah tak kami ikuti lagi. Aku merasa, Natal itu yang penting adalah bersama keluarga; bersama Bapak, Ibu, dan keluarga kakakku.</p>
<p>Namun, kurasa ada satu hal yang perlu aku lakukan menjelang Natal: membersihkan hati. Ini yang mungkin lebih sulit. Hidup di zaman yang serbacepat dan banyak tuntutan ini kerap kali membuat hatiku dipenuhi hal-hal yang tidak perlu.</p>
<p>Natal kurang dua minggu lagi. Semoga aku lebih bisa menyiapkan hati.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyakrismariana.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyakrismariana.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyakrismariana.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyakrismariana.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyakrismariana.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyakrismariana.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyakrismariana.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyakrismariana.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyakrismariana.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyakrismariana.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyakrismariana.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyakrismariana.wordpress.com/465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyakrismariana.wordpress.com/465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyakrismariana.wordpress.com/465/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=465&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/10/bukan-tradisi-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e854d49399b2975ba3610459066629a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">krismariana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Pasar Pagi</title>
		<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/03/di-balik-pasar-pagi/</link>
		<comments>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/03/di-balik-pasar-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 15:40:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krismariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi yang biasa-biasa saja]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyakrismariana.wordpress.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Ini sebenarnya kejadian biasa. Hal rutin. Aku ke pasar, lalu menuju ke beberapa penjual yang sudah menjadi langgananku: bapak penjual tahu di dekat penjual ikan, bapak penjual tempe, mbak penjual kentang, bumbu dapur, buncis, tomat, dan jeruk nipis, mbak penjual &#8230; <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/03/di-balik-pasar-pagi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=462&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini sebenarnya kejadian biasa. Hal rutin. Aku ke pasar, lalu menuju ke beberapa penjual yang sudah menjadi langgananku: bapak penjual tahu di dekat penjual ikan, bapak penjual tempe, mbak penjual kentang, bumbu dapur, buncis, tomat, dan jeruk nipis, mbak penjual sayur yang dengan lincahnya meladeni pembeli, dan ibu setengah baya yang kadang menjual daun ubi. Hanya itu-itu saja yang biasanya aku datangi. Lainnya jarang. Hampir tak pernah malahan.</p>
<p>Entah kenapa aku belakangan ini teringat pada orang-orang ini. Aku bertanya-tanya, apa ya sebenarnya impian dalam hidup mereka? Apakah pekerjaan yang selama ini mereka jalani ini adalah pekerjaan yang mereka rindukan, mereka impikan? Jika tidak, betapa kuat semangat yang mereka pompakan dalam diri mereka sendiri sehingga mampu melayani orang-orang di sekitar kompleks tempat tinggalku ini. Mereka pasti sudah bangun ketika kebanyakan orang masih menikmati tidur, lalu bersiap-siap untuk berjualan di pasar. Bukan hal yang mudah kurasa, dan entah apakah pekerjaan semacam ini diinginkan oleh banyak orang.</p>
<p>Aku baru kira-kira setahun menjadi pengunjung tetap pasar pagi tersebut. Itu pun tidak setiap hari aku ke sana. Mungkin seminggu dua kali, kadang tiga kali. Aku merasa terbantu dengan kehadiran mereka karena mereka selalu menyajikan sayuran segar dan bahan makanan dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan toko swalayan. Walaupun tidak betul-betul kenal, aku merasa mereka bukan lagi orang yang asing. Mereka memang bukan seperti teman kantor yang duduk di bangku sebelahmu, bukan pula teman diskusi, bukan teman yang kauajak janjian di mal untuk belanja. Komunikasiku dengan mereka hanya singkat. Biasanya hanya seputar pertanyaan sayur ini berapa seikat, permintaan untuk dibungkuskan beberapa macam bumbu, dan semacam itu saja. Namun, pernah pula tiba-tiba pundakku dicolek dari belakang. Rupanya mbak penjual kentang. Ah, tadinya aku memang ingin mampir ke lapaknya, tetapi dia tak ada. Maka aku pindah ke penjual lain. Usai bertransaksi dengan penjual lain itu, aku lalu mampir ke lapaknya. Sebenarnya aku tak ingin membeli apa-apa, tetapi karena dia menyapaku, ya kupikir tak apa jika aku sekadar membeli daun bawang dan seledri darinya. Buat persediaan saja. Waktu kami bertransaksi, dia berkata, &#8220;Tadi ke sini ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, tapi Mbak nggak ada,&#8221; jawabku.</p>
<p>&#8220;Tadi saya pulang sebentar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh, begitu. &#8220;</p>
<p>Rasanya itu adalah percakapan terpanjang yang pernah aku lakukan dengan si mbak. Jujur saja, aku terkejut waktu dia menyapaku. Aku bukan pembeli borongan, paling-paling yang banyak kubeli darinya adalah kentang. Sudah. Itu saja. Itu pun jarang-jarang.</p>
<p>Kembali aku malam ini bertanya-tanya, sebenarnya apa ya mimpi terdalam para penjual di pasar pagi itu? Setiap kali ke pasar, aku selalu melihat semangat yang mereka pancarkan. Aku yakin, mereka pasti lelah bekerja seperti itu. Mungkin mereka pun harus memutar otak untuk mengimbangi naik turunnya harga-harga sayuran dan bahan makanan lainnya. Tapi toh aku belum pernah dilayani dengan lesu oleh mereka. Semangat mereka itu sedikit banyak tertular kepadaku. Kehadiran mereka mungkin seperti mur atau baut kecil dalam kendaraan bernama kehidupan ini. Jika mereka tak ada, sudah ada ratusan toko swalayan yang menjual sayuran segar dan bumbu dapur. Mereka tampil dengan sederhana, menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan keluarga-keluarga di sini. Bagiku mereka itu istimewa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyakrismariana.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyakrismariana.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyakrismariana.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyakrismariana.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyakrismariana.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyakrismariana.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyakrismariana.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyakrismariana.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyakrismariana.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyakrismariana.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyakrismariana.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyakrismariana.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyakrismariana.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyakrismariana.wordpress.com/462/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=462&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/03/di-balik-pasar-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e854d49399b2975ba3610459066629a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">krismariana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cihapit (Antara Pasar Sampai Selai Kacang)</title>
		<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/01/cihapit-antara-pasar-sampai-selai-kacang/</link>
		<comments>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/01/cihapit-antara-pasar-sampai-selai-kacang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 04:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krismariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekadar cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[P & D Tjihapit]]></category>
		<category><![CDATA[selai kacang]]></category>
		<category><![CDATA[surabi cihapit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyakrismariana.wordpress.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan cerita perjalananku ke Bandung, aku mau bercerita sedikit tentang salah satu pojok Bandung yang kukangeni. Sebenarnya aku tidak terlalu akrab dengan kota ini. Seingatku, aku pertama kali ke Bandung waktu masih TK, waktu omku menikah dulu. Lalu kedua waktu &#8230; <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/01/cihapit-antara-pasar-sampai-selai-kacang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=456&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan cerita perjalananku ke Bandung, aku mau bercerita sedikit tentang salah satu pojok Bandung yang kukangeni.</p>
<p>Sebenarnya aku tidak terlalu akrab dengan kota ini. Seingatku, aku pertama kali ke Bandung waktu masih TK, waktu omku menikah dulu. Lalu kedua waktu SMA ada acara darmawisata. Lalu ketiga waktu masih kerja kantoran dulu, aku dan beberapa orang teman mengikuti sebuah acara di Bandung.</p>
<p>Dari ketiga kunjunganku itu, tidak terlalu banyak kesan mendalam dengan kota ini. Waktu masih kecil ke Bandung, aku cuma ingat kami menginap di Lembang. Seingatku ada banyak pepohonan di kiri kanan tempat penginapan kami. Dan oiya, aku sakit di sana. Lupa deh sakit apa, tapi aku ingat disuntik. Sakiiit! Waktu SMA, kami ramai-ramai menginap di gelanggang olahraga (kalau tak salah ingat sih). Dekat BIP deh, pokoknya. Jadi, setiap sore banyak tuh yang jalan-jalan ke BIP. Kesannya? Seneng-seneng aja sih. Namanya juga pergi bareng teman-teman. Kalau ke Bandung saat kerja kantoran dulu, yaa .. so far so good lah. Tapi jujur saja, aku waktu itu belum menemukan tempat yang benar-benar asyik.</p>
<p>Nah, waktu sudah menikah, suamiku punya teman di Bandung. Rumahnya di sekitar jalan Riau, dekat Cihapit. Rumah temannya itu menempel dengan sebuah penginapan. Kadang aku dan suamiku menginap di sana. Awalnya kami kalau sarapan pesan di penginapan tersebut. Tapi suatu kali aku dan suamiku iseng pagi-pagi jalan ke Pasar Cihapit. Ternyata, di sana banyak penjual makanan. Seingatku ada tahu petis, lalu ada kedai yang menjual nasi bogana, nasi kuning, dan beberapa jenis nasi plus lauknya. Harganya tidak terlalu mahal menurutku. Rasanya pun lumayan. Jadi, ini adalah alternatif untuk sarapan.</p>
<p>Lalu aku iseng-iseng pula masuk ke dalam pasar. Bayanganku, pasar ini seperti layaknya pasar tradisional yang lain: jorok dan tidak rapi. Tapi, bayanganku salah. Pasar ini bersih. Bener deh. Sayuran dan bahan makanan ditata rapi, dan membuatku pengen belanja. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Tapi buat apa belanja? Kan cuma menginap dua malam di Bandung, makan pun kami beli. Tak perlu belanja kan? Di sekitar pasar, ada toko jadul. Namanya P &amp; D Tjihapit. Toko ini menjual bermacam-macam bahan makanan dan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Nah, kemarin kami mampir ke sana. Niatnya sebenarnya pengen cari Kopi Aroma. Dulu seingatku toko ini menjualnya (jadi tidak perlu ke pabriknya). Tapi waktu ke sana, ternyata habis. Selain itu, aku biasanya beli juga Teh Upet. Ini teh lokal yang enak, menurutku sih. Tapi karena di rumah masih banyak persediaan teh, waktu kami ke sana dua minggu lalu, kami tidak beli.</p>
<div id="attachment_457" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/img_2783.jpg"><img class="size-medium wp-image-457" title="IMG_2783" src="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/img_2783.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Toko P &amp; D Tjihapit. Dari papannya saja sudah kelihatan kalau jadul kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>Waktu sedang melihat-lihat barang-barang yang dijual, kami berpapasan dengan seorang bapak-bapak. Seorang pelayan sedang melayaninya; mencedok semacam krim warna cokelat dari sebuah ember. Melihat kami penasaran, dia lalu menjelaskan, &#8220;Ini selai kacang.&#8221; Wah, kalau yang ini aku baru tahu. &#8220;Ini lebih enak dari selai kacang kemasan, harganya juga lebih murah.&#8221; Aku makin penasaran deh. Apalagi suamiku yang memang suka banget selai kacang. Sekilo harganya 26 ribu rupiah. Kalau selai kacang kemasan yang ada di pasaran sekitar 40 ribu satu toplesnya (jelas tidak sampai sekilo dong, mungkin sekitar 500gr). Lalu kami mencoba beli 1/2 kilo. Rasanya pun enak kok.</p>
<p><a href="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/img_2782.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-458" title="IMG_2782" src="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/img_2782.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Di simpang dekat pasar, ada sebuah gerobak yang cukup ramai dikerubuti pembeli. Di sisi luar tertulis Surabi Cihapit. Kami pun ikut antri. Memang sejak pertama kali membelinya dulu, aku cocok dengan rasanya. Sepertinya surabi ini terbuat dari tepung beras. Adonannya lalu dipanggang di cetakan yang cekung (seperti pemanggang apem, tetapi lebih cekung lagi). Surabi ini bisa beli paketan, ada yang paket manis, ada yang asin (gurih). Bisa pula gabungan keduanya. Terakhir aku ke sana, paket manis dan asin harganya 25 ribu rupiah. Aku paling suka surabi oncom telor. Surabi ini lumayan besar, jadi cukup mengenyangkan kalau untuk sarapan.</p>
<p><a href="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/surabi-paket.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-459" title="surabi paket" src="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/surabi-paket.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Aku belum menjelajah sisi-sisi Bandung lebih banyak lagi. Tapi bagiku Cihapit adalah tempat yang wajib kukunjungi saat ke sana. Kasih info dong, mana lagi sisi Bandung yang menarik? Asal jangan mal atau FO, ya. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyakrismariana.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyakrismariana.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyakrismariana.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyakrismariana.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyakrismariana.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyakrismariana.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyakrismariana.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyakrismariana.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyakrismariana.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyakrismariana.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyakrismariana.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyakrismariana.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyakrismariana.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyakrismariana.wordpress.com/456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=456&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/12/01/cihapit-antara-pasar-sampai-selai-kacang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e854d49399b2975ba3610459066629a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">krismariana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/img_2783.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2783</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/img_2782.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2782</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/12/surabi-paket.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">surabi paket</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menginap di Mana Kalau ke Bandung?</title>
		<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/11/27/menginap-di-mana-kalau-ke-bandung/</link>
		<comments>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/11/27/menginap-di-mana-kalau-ke-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 13:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krismariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekadar cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[biara Ursulin]]></category>
		<category><![CDATA[penginapan di Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Prova]]></category>
		<category><![CDATA[Providentia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyakrismariana.wordpress.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Akhir pekan kemarin aku dan suamiku ke Bandung. Adik iparku menikah. Mama, Papa mertua datang. Bapak, Ibu, kakakku dan istrinya juga datang. Jadi, ramai-ramai kami berkumpul di Bandung. Pernikahan adikku itu tidak diadakan secara besar-besaran, jadi hanya keluarga dekat saja &#8230; <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/11/27/menginap-di-mana-kalau-ke-bandung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=449&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Akhir pekan kemarin aku dan suamiku ke Bandung. Adik iparku menikah. Mama, Papa mertua datang. Bapak, Ibu, kakakku dan istrinya juga datang. Jadi, ramai-ramai kami berkumpul di Bandung. Pernikahan adikku itu tidak diadakan secara besar-besaran, jadi hanya keluarga dekat saja yang datang.</p>
<p>Beberapa minggu sebelumnya, aku dan suamiku sempat cari-cari hotel untuk menginap. Cari yang murah dan sederhana saja. Tapi kemudian, adik iparku memesan kamar di asrama biara Ursulin, asrama Providentia (kebanyakan orang menyebutnya Asrama Prova). Jadi, kami tidak jadi menginap di hotel.</p>
<p>Tidur di asrama dan menginap di tempat yang berhubungan dengan biara bukan hal yang aneh buatku. Toh waktu kuliah aku lima tahun tinggal di asrama yang dikelola oleh suster-suster CB. Dan waktu SD aku pun sekolah yang dikelola oleh suster-suster Ursulin. Waktu SD pun aku cukup dekat dengan seorang suster (guru agama), jadi kadang aku main-main ke biara juga. Cuma, ini baru pertama kali aku ke luar kota lalu menginap di asrama. Sempat terbayang di kepalaku aku akan tidur di tempat jadul. Haha. Aduh, segitunya ya?</p>
<p><a href="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/11/img_2585.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-450" title="IMG_2585" src="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/11/img_2585.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Sesampainya di Bandung, setelah bermacet-macet ria di dekat tol Pasteur dan beberapa ruas jalan Bandung, aku pun sampai di Asrama Prova. Halamannya sepi, hanya kulihat sebuah mobil terparkir di halaman. Tapi pintu asrama yang besar itu tertutup. Sempat bingung juga, mesti gimana. Mau mengetuk pintu, jelas tak akan terdengar sampai ke dalam dong. Lalu aku menelepon Bapak yang sudah sampai terlebih dahulu. Bapak bilang supaya memencet bel lalu cari suster yang bertugas mengelola penginapan. Setelah ketemu suster, kami diantar ke kamar. Mertuaku sudah datang, begitu pula dengan orang tuaku serta kakakku.</p>
<p>Wah, aku kok langsung merasa kerasan ya saat melihat kamarnya. Aku kayaknya bener-bener anak asrama deh. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Tempat menginap kami sederhana, tapi bersih dan rapi. Jadi, tempat menginap itu seperti rumah kecil dan di dalamnya terdiri dari beberapa kamar. Di bagian tengah ada meja besar untuk duduk-duduk bersama dan makan. Lalu ada kamar mandi, wastafel, dan kulkas kecil. Di dekat meja makan tersedia air minum (galon) plus beberapa bungkus kopi, teh, dan gula. Waktu mau mandi juga ada air panas. Ah, enak deh. Serasa di rumah sendiri.</p>
<p>Aku cukup suka menginap di sana. Tapi mungkin beberapa orang kurang suka karena kesannya biara banget. Dan kalau malam, jam 21.00 pintu sudah ditutup. Tidak seperti di hotel ya yang bisa keluar masuk jam berapa saja. Mungkin karena aku sudah terbiasa dengan suasana seperti itu, jadi oke-oke saja kalau ada peraturan semacam itu.</p>
<div id="attachment_451" class="wp-caption aligncenter" style="width: 1034px"><a href="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/11/img_2518.jpg"><img class="size-large wp-image-451" title="IMG_2518" src="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/11/img_2518.jpg?w=1024&#038;h=768" alt="" width="1024" height="768" /></a><p class="wp-caption-text">Taman di biara</p></div>
<p>Selain itu, masih menempel di kompleks Prova itu ada taman yang rapi banget dan luas. Sepertinya itu memang tamannya biara Ursulin. Hmm, sebenarnya di dalam Prova sendiri ada tamannya juga, tapi menurutku taman biara Ursulin masih jauh lebih rapi. Di taman yang luas itu ada makam suster-suster Ursulin. Makam itu juga diatur rapi. Ada satu makam gabungan (jadi satu nisan untuk beberapa suster; sepertinya ini untuk yang sudah lama sekali), dan beberapa makam tersendiri.</p>
<p>Aku pikir asrama ini bisa jadi salah satu alternatif tempat menginap di Bandung. Mungkin cocok untuk keluarga, karena suasananya benar-benar seperti rumah. Aku kurang tahu persis berapa tarifnya, tapi kurasa tidak mahal. Dan kalau pagi bisa dapat sarapan. Jadi pengin ke Bandung lagi deh &#8230; hehehe.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyakrismariana.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyakrismariana.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyakrismariana.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyakrismariana.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyakrismariana.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyakrismariana.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyakrismariana.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyakrismariana.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyakrismariana.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyakrismariana.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyakrismariana.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyakrismariana.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyakrismariana.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyakrismariana.wordpress.com/449/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=449&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/11/27/menginap-di-mana-kalau-ke-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e854d49399b2975ba3610459066629a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">krismariana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/11/img_2585.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2585</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blognyakrismariana.files.wordpress.com/2011/11/img_2518.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2518</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Karakter, Adakah Hasilnya?</title>
		<link>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/11/24/pendidikan-karakter-adakah-hasilnya/</link>
		<comments>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/11/24/pendidikan-karakter-adakah-hasilnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 06:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>krismariana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia di sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan umum]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan karakter]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blognyakrismariana.wordpress.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Ya ampun, judulnya serius amat sih? Hari itu siang menjelang sore. Aku dan suamiku hendak ke Jatinegara, ke resto vegetarian favorit kami. Tidak seperti biasanya, kami naik metromini ke sana. Biasanya sih naik mikrolet 02, tapi pengalaman naik 02 terakhir &#8230; <a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/11/24/pendidikan-karakter-adakah-hasilnya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=445&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ya ampun, judulnya serius amat sih?</em></p>
<p>Hari itu siang menjelang sore. Aku dan suamiku hendak ke Jatinegara, ke resto vegetarian favorit kami. Tidak seperti biasanya, kami naik metromini ke sana. Biasanya sih naik mikrolet 02, tapi pengalaman naik 02 terakhir di depan LP Cipinang belakangan suka macet karena ada pembangunan jalur busway dan banyak mobil parkir di depan kantor imigrasi, kami pun naik metromini 46. Pikirnya sih untuk menghindari macet. Yah, tapi sebenarnya sama saja sih, menjelang pasar Jatinegara, macetnya pol-polan. Jakarta macet sudah biasa bukan? Bukan &#8230;</p>
<p>Selama naik metromini itu, kami sempat berbincang beberapa hal. Salah satunya sih soal pendidikan karakter di sekolah. Ya ampun, serius banget sih bahan obrolannya? Itu dipicu karena di sekitar Pasar Sunan Giri terjadi kemacetan juga dan kebetulan di situ ada sekolah. Kok sekolah bikin macet sih? Karena banyak mobil parkir di depannya. Jadi jalan yang mestinya bisa untuk dua jalur, jadi cuma bisa satu jalur saja. Dan lagi, kemacetan itu imbas dari lampu merah di simpang Sunan Giri. Yo uwis, rasanya kalau menghadapi kemacetan cuma bisa bersabar ya? Itu kata orang-orang sih. Bukan kataku hihi. Tapi memang ada pilihan lain selain bersabar dan &#8220;menikmatinya&#8221;? Entahlah. Coba tanya saja pada orang yang tiap hari merasakannya. Aku sih kebanyakan di rumah, jadi jarang kena macet. :p</p>
<p>Awalnya di tengah kemacetan itu aku tanya ke suamiku soal tawaran menulis buku anak-anak tentang multikultur. Tapi akhirnya nyambung ke pendidikan karakter. Dia bilang, pendidikan karakter sih kayaknya cuma banyak gembar-gembornya saja. Hasilnya belum tentu. Tak usah jauh-jauh, kalau sekolahnya benar, tidak akan ada parkir berderet-deret dan memakan ruas jalan di depan sekolah kan? Idealnya, sekolah yang katanya mencetak manusia jadi lebih beradab, tidak menyulitkan dan merepotkan masyarakat di sekitarnya. Tapi kenyataannya? Mana mungkin? Memang susah sih ya kalau anak sekolah kebanyakan tidak naik kendaraan umum atau yaaa &#8230; kalau mau sih jalan kaki atau naik sepeda. Kendaraan umumnya juga nggak jelas. Memang sih, kulihat ada kok anak sekolah yang mau naik kendaraan umum, bahkan yang masih TK. Tapi jumlahnya sedikit dan itu juga mungkin jaraknya dekat. Kebanyakan masih diantar orang tuanya, dan mobil-mobil orang tua itulah yang sepertinya banyak parkir di jalanan depan sekolah. Biarpun di pagar sekolah sudah ditulisi &#8220;dilarang parkir&#8221;, tetap saja mereka parkir di situ. (Aku sempat bertanya-tanya, apakah mereka menunggui anaknya sekolah ya? Soalnya parkirnya itu bisa sepanjang hari loh.) Kalau seperti ini, apa yang terlebih dahulu harus dibereskan? Semua saling terkait. Untuk urusan parkir dan kemacetan di depan sekolah saja, rantai yang terkait sepertinya panjang betul.</p>
<p>Oke deh &#8230; selesai obrolannya.</p>
<p>Ketika sampai di jalan Pramuka, di sekitar Kayu Manis, kulihat ada banyak anak sekolah. Dari seragamnya sih kayaknya anak SMP. Mereka ramai-ramai naik. Mulai rusuh deh. Aku agak khawatir kalau mereka tawuran. Sudah beberapa kali melihat langsung tawuran di jalan, dan awalnya ya sepertinya gerombolan anak sekolah seperti itu. Sebenarnya metromini yang kutumpangi sedikit penumpangnya dan kalau anak-anak itu mau duduk, masih ada tempat. Tapi kebanyakan dari mereka berdiri bergelantungan di depan pintu. Jadi, susah kalau ada orang yang mau naik. Pak sopir sudah menyuruh mereka masuk saja, atau kalau nggak mau mereka sebaiknya turun. Tapi omongan pak sopir tidak didengarkan, bahkan mereka bilang, &#8220;Nanti dibayar kok.&#8221; Rupanya omongan mereka cuma sesumbar. Tak jauh dari Pasar Pramuka, mereka turun semua dan &#8230; tidak ada satu pun yang membayar! Padahal tadi kira-kira yang naik ada deh kalau 10 orang. Kata pak sopir, itu sudah biasa. Kasihan &#8230;. Rasanya kalau orang sudah bergerombol dan ramai-ramai begitu, mereka tampaknya sah-sah saja mau berbuat apa saja&#8211;termasuk jika perbuatan itu merugikan orang lain.</p>
<p>Aku jadi berpikir, jadi memang sepertinya betul ya, pendidikan karakter di sekolah itu tak ada gunanya. Buktinya sudah kulihat di depan mataku. Kata suamiku, hal seperti itu adalah peristiwa lazim di sini. Kalau hal yang seharusnya tidak patut, tetapi oleh semua orang dianggap wajar, apa yang mau kamu harapkan?</p>
<p>Aku jadi bertanya-tanya, apa iya masyarakat kita sudah &#8220;sakit parah&#8221;? Dulu rasanya tidak separah ini deh. Kalau di sekolah ada yang mencontek, guru akan menegur dengan keras, memberi hukuman, dan bisa mempermalukan si pencontek di depan kelas. Tapi sekarang, mencontek massal agar dapat nilai bagus, sudah dianggap wajar. Di sekolah dulu selalu diajarkan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tapi di sini sering sekali aku lihat orang menerobos lampu merah sambil memboncengkan anak-anak. Kadang kupikir, orang itu gila apa ya? Itu kan membahayakan nyawanya sendiri? Dan lagi ini jelas bukan teladan yang baik untuk anak-anak yang dibonceng, kan? Jadi rasa-rasanya kok sekarang pelajaran tentang budi pekerti dan pendidikan karakter di sekolah cuma jadi teori saja, ya? Praktik di masyarakat? Entahlah.</p>
<p>Bisa kebayang nggak Indonesia ke depan mau jadi seperti apa? Semoga masih banyak orang yang mau menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Semoga anak-anak sekolah seperti yang kuceritakan tadi hanya sebagian kecil saja jumlahnya. Semoga &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blognyakrismariana.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blognyakrismariana.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blognyakrismariana.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blognyakrismariana.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blognyakrismariana.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blognyakrismariana.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blognyakrismariana.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blognyakrismariana.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blognyakrismariana.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blognyakrismariana.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blognyakrismariana.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blognyakrismariana.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blognyakrismariana.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blognyakrismariana.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blognyakrismariana.wordpress.com&amp;blog=10058939&amp;post=445&amp;subd=blognyakrismariana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blognyakrismariana.wordpress.com/2011/11/24/pendidikan-karakter-adakah-hasilnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e854d49399b2975ba3610459066629a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">krismariana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
