-
Tulisan yang masih hangat
Yang sering dilirik
Koleksi cerita lama
- June 2013
- May 2013
- April 2013
- March 2013
- February 2013
- January 2013
- December 2012
- November 2012
- October 2012
- September 2012
- August 2012
- July 2012
- June 2012
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- November 2009
- October 2009
Kategori
Meta
Category Archives: Refleksi yang biasa-biasa saja
Yang Utama
Kemarin aku iseng ikut giveaway yang diadakan oleh temanku sesama penerjemah, Uci. Silakan mampir ke blognya kalau berminat. Awalnya aku tidak berminat ikut. Sepertinya aku cenderung malas kalau ikut lomba, kuis, dan semacamnya. Tapi entah kenapa setelah aku baca-baca komentar … Continue reading
Keinginan yang Sempat Terlupakan
Aku kurang bisa menyanyi. Bisa-bisaan saja. Dulu pernah ikut kor, sempat terpaksa jadi solis di gereja. Tapi rasanya suaraku pas-pasan. Selepas SMA, aku tidak bersinggungan lagi dengan urusan nyanyian di gereja. Maksudnya, tidak ikut kor dan semacamnya lo, bukan jadi … Continue reading
Pentingnya Kesadaran Dalam Perubahan
Setujukah kamu bahwa membuang sampah sembarangan itu adalah tindakan yang buruk dan merugikan diri sendiri serta orang lain? Aku percaya banyak orang setuju. Tapi aku yakin masih banyak yang masih saja seenaknya membuang sampah sembarangan–termasuk anak sekolah, guru, orang tua, … Continue reading
Tawuran Lagi?
Barangkali aku orang yang telat tahu soal kehebohan tawuran yang terjadi di Jakarta belakangan ini. Aku tahunya lewat radio, pas nyetel acara Pagi-pagi di I-radio. Waktu itu penyiarnya membahas soal tawuran. Elho, ada tawuran lagi? Astagakudanil … Selama aku di … Continue reading
Hiburan Sebatang Rumput
Aku kumat aras-arasen lagi. Hehe. Kurang lebih sudah seminggu ya aku tidak posting tulisan di blog. Bingung mau mulai nulis dari mana dan cerita apa. Mungkin singkat saja deh. Peristiwa ini sudah cukup lama. Tapi aku tidak pernah melupakannya. Lagi … Continue reading
Posted in Refleksi yang biasa-biasa saja
Tagged Jakarta, kereta, kesederhanaan, pemandangan
9 Comments
Teka-Teki di Balik Pengamen
Hari ini dua kali aku naik metromini. Pertama, naik 46, dan kedua naik 49. Dua metromini itu melewati jalan Utan Kayu. Biasanya setiap kali melewati jalan itu, ada pengamen yang naik. Tadi juga begitu. Biasanya aku agak enggan menyisihkan uang … Continue reading
Kemarahan yang Tertinggal
Beberapa waktu yang lalu, seorang kawan menceritakan masalah kantornya kepadaku. + Kamu tahu kan kalau Mas X itu sudah keluar dari kantorku? – Iya. Tahu. Tahunya juga telat hehe. Sudah setahun berlalu, baru kamu cerita sama aku kan? + Tapi … Continue reading
Bukan Rahasia
Beberapa waktu yang lalu aku menerjemahkan buku berjudul Broken Open, tulisan Elizabeth Lesser. Bukunya dalam bahasa Indonesia belum terbit sih. Aku sangat terkesan saat menerjemahkan buku ini. Buku ini berisi kumpulan kisah serta artikel-artikel pemikiran sang penulis. Yang ditulis tak … Continue reading
Pelajaran dari Sebuah Pohon
Saat aku ke Belitung beberapa waktu yang lalu, aku melihat pohon yang tumbuh pada batu besar. Menurutku, pohon ini menarik. Kenapa? Karena dia ulet dan pantang menyerah. Akarnya bahkan bisa menembus batu. Hebat ya? Dan dia melakukannya dalam diam. Tapi … Continue reading
Posted in Refleksi yang biasa-biasa saja
Tagged Belitung, kehidupan, pantang menyerah, ulet
9 Comments
Tumpul
Aku baru sekitar empat tahunan tinggal di Jakarta. Masih terbilang warga “baru” dan belum bisa jatuh cinta pada kota ini. Dan tidak pengin jatuh cinta pada Jakarta juga sih. Sampai sekarang masih belum bisa paham jika ada orang yang dengan … Continue reading