Prakarya SD

Kemarin teman kecilku, Fani, datang ke rumah. Memang kemarin adalah jadwalnya dia untuk belajar bersamaku. Selama ini aku membebaskan dia mau bawa pelajaran apa saja. Tapi aku sama sekali tidak menyangka saat dia ke rumahku dengan membawa … seruling! Wah … wah … bagaimana ini? Dia sama sekali tidak membawa buku pelajaran lain. Padahal aku kan sama sekali tidak bisa main musik. Aku hanya penikmat musik. Satu-satunya alat musik yang pernah “kusentuh” adalah gitar. Itu pun sekarang sudah banyak lupa karena satu-satunya gitar yang dulu kubeli dengan uang sakuku tidak dikembalikan oleh seorang kawan lamaku. Huh! Padahal dulu kan aku meminjaminya karena kasihan sama dia yang sering bengong di rumah. E … lha kok diambil jadi hak milik. Waktu diminta malah nggak terima. Piye to cah iki? Ah sudahlah, besok aku beli lagi saja kalau memang niat :D

Balik ke teman kecilku itu tadi. Karena aku tidak bisa bermain seruling, aku membiarkan dia “ngak… ngik… ngok” sendirian meniup seruling. Akhirnya daripada aku cuma bengong memandanginya berlatih main seruling, aku kemudian mengambil pekerjaan tanganku berupa kerajinan tusuk silang–kruissteek–yang sudah beberapa lama kuabaikan. Waktu awal-awal, aku semangat sekali mengerjakannya. Tapi belakangan agak bosan. Dan baru kemarin kusentuh lagi. Melihat aku mengerjakan tusuk silang, Fani pun berhenti bermain seruling lalu ingin ikut mengerjakan tusuk silang. Wah, dia senang sekali waktu kuajari.

Sambil mengerjakan tusuk silang, dia berkata, “Besok aku suruh bawa batang kayu yang biasa untuk es krim.”
“Buat apa, Fan?” tanyaku.
“Buat prakarya. Mau bikin tempat pensil.”
“Wah, asyik dong!” sambungku.

Kruissteek dan obrolan pendek itu mengingatkanku pada prakarya-prakarya yang pernah kukerjakan ketika aku masih SD dulu. Sampai sekarang, masih ada yang bisa dipakai loh! Salah satunya adalah sarung bantal dengan hiasan (lagi-lagi) tusuk silang. Rasanya tusuk silang adalah salah satu prakarya yang paling aku kuasai deh. Soalnya sampai sekarang, masih bisa membuatnya. Kalau prakarya yang  lain sepertinya sudah lupa deh. Hihihi. Hmm… tapi prakarya apa saja ya yang pernah kukerjakan semasa SD? Aku ingat-ingat ya:
1.Menyulam. Waktu itu aku membuat taplak meja. Sebenarnya aku suka menyulam, tapi aku merasa dibandingkan pekerjaan teman-temanku, hasil sulamanku kok kurang rapi ya? Jadi, belakangan agak males gitu deh…
2.Menjahit. Dulu aku pernah membuat sarung bantal, dengan hiasan sulaman. Aku cukup suka menyulamnya, tapi aku kurang suka menjahit. Sepertinya susah sekali menggunting kain dengan lurus lalu menjahitnya dengan rapi. Hmmm, rasanya aku lebih baik meminta tolong tukang jahit keliling saja deh.

3.Membuat bunga dari kertas crepe. Betul nggak ya tulisan nama kertas itu? Itu lo, kertas tipis yang kalau kena air bisa luntur. Sepertinya membuat bunga adalah prakarya yang paling sering kubuat.

4.Membuat tempat pensil. Ada beberapa bahan yang bisa dipakai untuk membuat tempat pensil ini, misalnya kaleng bekas susu atau kertas karton. Zamanku SD batang kayu es krim sepertinya masih agak jarang dipakai untuk prakarya semacam ini.

5.Merajut. Nah, ini juga salah satu pekerjaan tangan yang cukup membekas. Paling tidak, aku masih ingat bagaimana membuat tusuk rantai hehehe.

6.Membuat hiasan tusuk silang. Hasil karyaku berupa tusuk silang yang masih tersimpan adalah sarung bantal dan serbet. Keduanya masih ada di rumah tuh. Bahkan sarung bantalnya masih sering dipakai, walaupun warnanya sudah pudar hehe.

Dulu guruku kadang membebaskan kami untuk membuat prakarya apa saja. (Mungkin guruku waktu itu bingung juga mau memberi tugas apa ya, hehe.) Ini justru menantang, karena kalau dibebaskan begitu, aku mesti mikir mau buat apa ya, tentunya dengan bahan yang murah, dan nanti kalau sudah jadi, hasilnya bagus. Kalau sudah begitu, aku lalu mencari-cari bahan yang ada di sekelilingku. Kalau ada karton yang masih separo, ya diusahakan dipakai lagi. Kalau ada kertas crepe yang tersisa, dibawa lagi. Tapi kalau sudah mengubek-ubek kamar dan tidak menemukan apa-apa, aku kemudian menelepon teman, “Besok mau bikin apa?” Kadang bukannya dapat ide, tetapi justru jadi tambah bingung karena temanku juga tidak tahu mau bikin apa. Nah lo!

Bagiku pelajaran prakarya itu kadang menyenangkan, tetapi kadang menjengkelkan juga. Menjengkelkan jika aku sudah berusaha keras, e … hasilnya jelek. Menyenangkan kalau pekerjaan tangan itu mudah, bisa terpakai, dan hasilnya bagus?nilainya bagus juga dong! :)
Ngomong-ngomong apa prakarya favoritmu semasa SD?

This entry was posted in Sekadar cerita and tagged , , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Prakarya SD

  1. aku pernah membuat taplak meja kecil dari rajutan tuh. Tapi pada dasarnya emang aku ngga suka kerajinan (kecuali kruistek itu…aku juga suka seperti kamu tuh)

    EM

  2. Kika says:

    Aku bikin masakan agar-agar dan layang-layang besar dengan ukuran 2 meter. Hampir menelanku dulu hihiihh.. Untung aku mainkannya dengan mengikat tubuhku ke pohon.

  3. Dewa Bantal says:

    Waduh, aku malah paling gak suka prakaria huhuhuhuhu…. pernah ddulu menyulam tapi pakai kertas… Apalah itu namanya. Bikin pattern. Terus bikin “pakaian” buat sabun batang, yang dijadikan hiasan pewangi gitu.

    Macem macem sih, tapi memang yang paling menjengkelkan itu kalau disuruh bikin BEBAS…. guru yang tidak bertanggung jawab! … :(

  4. nanaharmanto says:

    Prakarya di SD ya nggak jauh-jauh dari bikin bunga dari kertas, atau anyaman. Prakarya yang paling berkesan untukku waktu SMP kelas 1, kami disuruh bikin cepal (bener nggak ya istilah ini, kok aku lupa) tapi itu lho…kain tebal penahan panas untuk mengangkat panci panas…
    waktu itu design boleh bebas. jadi aku bikin sulaman dari kain perca, ada anggur, strawberi dan terong. hasilnya menurutku bagus dibanding teman-teman yg lain. eh, nggak taunya…cepal itu diminta oleh guruku…hiks..hiks..

  5. AtA chan says:


    Wah kreatip banget nih mbak Kris..
    ..
    Kerajinan tangan waktu SD, yang kuingat membuat patung dari bubur kertas sama hiasan dari batok kelapa.. :-)
    ..

  6. edratna says:

    Saya juga merenda, juga tusuk silang. Yang jelas lebih suka menjahit daripada memasak. Dulu, prakarya yang paling disenangi kerajinan tangan….dan senang sekali jika hasilnya bagus.

    Entah kenapa kayaknya saya tak bakat masak, walau si sulung suka memuji kalau masakan ibu lebih enak dari si mbak, mungkin maksudnya agar ibu lebih sering mau masak di rumah …hehehe

  7. Riris E says:

    Kalau aku lebih suka menyulam, seperti sedang mewarnai gambar tapi pakai benang warna-warni.

  8. DV says:

    Percoyo ra? Papaku itu paling hobi bikin kruusteek.

    Kalau aku, waktu SD sangat demen kalau prakaryanya mbikin apapun dari tanah liat. Seneng aja maininnya meski hasilnya ya nggak nyenengin gurunya hehehe

  9. nh18 says:

    Salah satu prakarya yang paling saya ingat jaman SD dan SMP adalah …
    membuat peta …
    dari bubur koran dan lem kanji …

    Aahhhhaaa ,,,
    prakaryanya sih ndak seberapa …
    namun baunya itu lho …
    Idih sekali !

    Salam saya Mbak Kris

  10. vizon says:

    salah satu prakaryaku waktu SD yang paling berkesan, adalah memmbuat bingkai foto. ketika itu aku masih kelas 3 SD. mengapa paling berkesan? karena karyaku dinobatkan sebagai karya paling bagus dan paling rapi… :D

  11. Retty says:

    Aku paling cinta prakarya Kris…walaupun paling repot dan paling berantakan. Itu juga yang aku kehilangan sekarang ini. Anak-anak lebih diajari pelajaran daripada ketrampilan tangan (dan otak)…nggak ada tuh bikin lampion model aku SD dulu (susah juga tuh) atau menyulam…apalagi menjahit! Padahal dulu aku belajar menjahit waktu SMP dan berhasil membuat sendiri rok untuk kupakai di SMA. Waktu hamil bernostalgia dengan menjahit seprai, sarung bantal dan popok si kecil. Tapi hanya sampai di situ saja bisanya hehehe….
    Zaman adikku SMP dia belajar elektronika dan selulus SMP bisa membuat pengeras suara untuk panggung yang dijual (atau disewakan ya??) ke sekolah. Zaman sekarang mungkin diajari bikin website saja, padahal banyak hal bagus yang tidak tereksplorasi lagi…hiks!

    Blogmu dan blog Imelda membuat aku jadi malas menulis dari sudut jurnalisme warga hehehe pengen bikin blog nostalgia saja hahaha…

  12. wi3nd says:

    he he..
    yang membuatkan ibu sist.. :oops:

    taPlak meja yang buatkan ibu,asbak rokok dari tanah liat bapak,sama gayung dari batok kelapa bapak juga……

    *ketauanmalesyah akunya ..*

    • krismariana says:

      hehehe, dulu aku juga sering dibantu ibu kalau utk urusan prakarya yg temanya jahit menjahit. sampe sekarang jahit bisanya yg asal saja :)

  13. Ningrum says:

    Soal sejarah prakarya SD sih, aku paling konyol kayaknya.

    Dulu pernah disuruh bikin prakarya dari barang bekas, kuambil aja dus kue dan barang-barang perintilan yang ada di rumah. Aku bikin miniatur taman bermain, yang ada ayunan, sedotan, dan macem-macem. Jadinya: kayak taman bermain baru kena badai! Ayunannya (pake benang dan kertas manila) reyot kayak mau coplok. Begitu sampai di depan meja guru, guruku dengan polosnya nanya, “Ini apa?”

    Hehehe… :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s